Monday, December 28, 2009

Ikhlaslah Sahabatku



Aku takut malam ini..
Aku takut untuk menggerakkan langkah kakiku menemuimu..
Aku takut Untuk tidak menatapmu..
Aku bahkan takut dengan diriku sendiri..

Ya Allah..
Inikah jalan yang seharusnya kulalui..
Jalan yang penuh dengan serpihan kaca yang tajam..
Hidup tanpa ada lagi kasih sayang Ibundaku..
Aku belum sempat melihat dia bahagia karenaku ya Rabb..
Aku bahkan belum tau, dimana hatiku berada..
Aku tak sempat bicara denganmu bunda..
Aku masih menyimpannya disini..
Dihatiku...
Kenapa engkau meninggalkanku..?

Bangunlah..
Bangunlah Bunda..
Aku ingin engkau mendengar jeritan hatiku..
Aku tak mau jauh darimu Bunda..
Beri aku kesempatan ..
Dengarkan aku Bunda .. Kumohon...
Aku sayang engkau..
Aku cuma ingin engkau mendengarnya..
Maafkan aku..

Andai aja waktu itu dapat diulang kembali..
Aku tak akan membiarkanmu kesana sendirian..
Akan aku tuntun engkau..
Kan ku gandeng tanganmu..
Dan akan ku rengkuh tubuhmu saat engkau terjatuh..
Tapi...
Waktu begitu kejam..
Dia tak pernah mengertiku sedikitpun..
Telah membiarkanmu pergi..
Telah memisahkan aku deganmu..
Hidup dan harapanku..
Waktu tak memberiku celah sedikitpun untuk itu..
Aku cuma ingin bilang..
aku sungguh-sungguh menyayangimu bunda..
Ma'afkan aku...

Ijinkan aku egois untuk sa'at ini..
Hatiku sepi ditengah keramaian ini..
Iya itu karena tanpamu..
Tak ada orang sebaik dirimu..
Tak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu...
Aku ingin engkau kembali hanya untuk semenit saja..
Dan dengarlah aku..
Aku ingin meminta maafku darimu..
Aku ingin kau tau itu bunda..

Tapi semua ini ngga ada gunanya..
Tangis ini tak kan pernah engkau dengar lagi..
Dan mungkin kesedihan inipun akan sia-sia..
Karena engkau telah tiada..
Allah telah membawamu..
Allah telah menjemputmu..
Aku Ikhlas bunda..
Aku ikhlas melepasmu..
Bantu aku untuk selalu begini..
Ikhlas dengan takdir yang tak dapat kutentang..
Dengan takdirmu ya Rabb...
Aku ingin engkau tempatkan Ibundaku di Syurgamu..
Trimakasih Bunda..
Trimakasih untuk semua pengorbananmu untukku..
semasa engkau masih ada..

Puisi ini aku tulis untuk sahabatku..
hari ini dia kehilangan Ibundanya, sungguh sangat berat melepaskannya, tapi inilah manusia, suatu sa'at nanti pasti akan menemui ajalnya, tak ada yang bisa mengelak dari "kematian", aku ngga kuat denger dia menangis, aku ngga kuat denger dia ngga bisa ngomng, dia belom sempet meminta ma'af pada ibundanya, bahkan dia ingin berbicara sepatah katapun ngga bisa.

waktu terlalu cepat berlalu, ya allah, kuatkan sahabatku....
ini ujianmu, ini takdirmu, berilah dia kelapangan, keikhlasan, dan berilah dia kekuatan, aku tak ingin dia terus bersedih, semoga Allah memberi surga untuk ibundanya, karena hanya doa yang beliau harapkan sa'at ini, do'a dari putrinya.
ampuni semua dosanya ya Allah, kami semua adalah milikmu, dan akan kembali pula padamu!

21 comments:

  1. Inoel, aku turut berduka cita buat sahabatmu, moga arwah ibundanya diterima dan diampuni segala dosa oleh Allah SWT..amin.......

    ReplyDelete
  2. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.....
    Turut Berduka Cita tuk Sahabatmu

    Salam Kenal dari Jambi....

    ReplyDelete
  3. pasti belum puas dia membalas jasa bunda, tp masih bis dilanjutkan dengan menjadi anak sholeh/solehah dengan cara selalu mendo'akannya.

    ReplyDelete
  4. Innalillahi wainnaillaihi roji'un..
    Semoga beliau yg meninggal diberikan tempat yg sepantasnya dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran. Salam buat temannya ya Nul..

    ReplyDelete
  5. mas Aulawi : amin.. makasih mas .
    Abang : iia abang, makasih, ntar kusampein ke dia.
    Ma Djoko : maksih mas, salam kenal balik :)
    Terjaga : :), jagalah dia, dan elalu menyayanginya.
    mba Linda : iia mba, aku akan mendukungnya :).
    BAng Ais : makasih bang.

    ReplyDelete
  6. mba Ajeng : amin.. makasih mba, insyaallah nanti aku sampein :)

    ReplyDelete
  7. turut berduka cita buat sahabatnya ya, Nuel.

    ReplyDelete
  8. ga kebayang sedihnya kehilangan ibu, itu pasti...temani sahabatmu, semoga kamu selalu bisa menghiburnya, kamu 'kan periang nuel?hehe
    aku turut berdoa, sampaikan salamku yach...pasti bunda sudah bahagia mendapat tempat terbaik disisiNya. amin

    ReplyDelete
  9. turut berduka cita buat sahabatnya inuel,, hikz.. terharu aku bacanya nuel T_T

    ReplyDelete
  10. Duh moga sahabatnya bisa sabar ya....

    ReplyDelete
  11. cepat atau lambat apa yang kita punya pasti akan musnah karena semua makhluk dan benda akan musnah kecuali Rabb

    ReplyDelete
  12. Moga si Upik bisa kuat...
    Saya baru merasakan gimana sedihnya bila ditinggal Bunda.

    ReplyDelete
  13. Lagi-lagi puisimu ...
    sungguh mempesona ...
    Menggugah rasa...
    Tetap berkarya dan asah terus anugerah ini dan satu saat Insyaallah ..karyamu akan banyak mencerahkan sesama.

    tetap semangat noel...
    go...
    go
    go girl...

    ReplyDelete
  14. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun
    semoga tenang di alam kuburnya
    berdo'alah selalu

    ReplyDelete
  15. Semoga bahagia di sisiNya
    Amien...

    ReplyDelete
  16. Untuk sahabat.... semoga diaa bahagia itulah yang terpenting^^

    ReplyDelete
  17. Untuk sahabat.... semoga diaa bahagia itulah yang terpenting^^

    ReplyDelete
  18. Untuk sahabat.... semoga diaa bahagia itulah yang terpenting^^

    ReplyDelete