Saturday, July 31, 2010

Sebuah Pengecualian

Atas alasan apa setiap kata ini tak bisa melukiskan tentangmu, keindahanmu, dan semuanya tentangmu, tak dapatkah kau merasakan ribuan rasa didalam hatiku yang membuatku semakin hidup, utuh murni dan tak tersentuh.

mengapa pula aku harus meminta ijinmu untuk mencurahkan semua rasa ini untuk menujumu, menuju hatimu dan mencari engkau disana, menilik setiap rasa yang kau punya, jadikan sebuah kekekalan yang membuatku tetap bertahan, tentang cinta, tentang rasa, tentang hampa, aku ingin mampu menebaknya, apakah kamu juga bisa menebaknya ?


rasamu rasaku satu satu tak pernah menyatu, inginmu inginku tak akan pernah serupa, bisakah kau ciptakan keindahan itu, tanpa memiliki, tanpa mengikat hati, dan tanpa rasa peduli. dapatkah kau mengirimkan getaranya padaku lalu mengajakku menggenggam perasaan itu, dan menguatkan hatiku untuk berani menyebrangi jembatan cinta yang penuh dengan tikungan tajam berduri, aku hanya ingin melewatinya denganmu tanpa kita berpegangan tangan, hanya sebuah rasa yang kuat dan mengikat, antara kamu dan aku.

Jika kau tak ada hari ini, aku selalu berharap, kegelisahan itu tak akan hadir menjemputku dalam sepi, aku selalu berharap rasa ini mati perlahan bersama munculnya senja yang membawaku dalam kegelapan malam nan romantis dan sedikit menyisakan tangis, tangis bahagia karena masih ada ruang dalam hariku untuk memikirkanmu dan kamu harus tau tentang tangis itu.

jika malam telah tiba dan engkau belum juga hadir menemuiku, aku harap bayanganmu datang dan menyematkan sesosok keindahan yang ku tunggu sepanjang pagi, sepanjang siang hingga senja menjemput, datang hanya untuk mengecup hangat keningku, entah untuk berapa lama dan aku harap sampai aku terlelap hingga malam memelukku dalam buaian mimpi yang mungkin telah kurancang hari ini.

saat aku terbangun, dan engkau belum pula datang untuk menemaniku menatap indahnya mentari pagi ini, hanya akan ada keyakinan dalam hatiku,
engkau tak mungkin kuharap selalu temani hariku sepanjang matahari naik hingga senja mulai mengentarkan aku kepada malam berbintang dan ber-rembulan indah di ruang luas diatas pijakanku, tempat mereka bergantung atas keindahan itu, aku tak mungkin mengharapkanmu seperti selalu hadir dan berada di sampingku.

Engkau ada bukan untuk ku kekang, engkau ada bukan untuk kupegang, dan engkau ada bukan untuk ku gerakkan, seperti robot buatanku yang mungkin dan jelas tak akan berhasil. bukan larimu yang kucari, bukan jauhmu yang kumaui, dan bukan kebencianmu yang kuinginkan, aku hanya ingin kau selalu ada dan ada, selalu ada, dan akan selalu ada.

aku hanya akan melihatmu dari jauh, menikmatai senyum yang sedang kau rasakan, merasakan kesal yang sedang berkecamuk dalam hati dan jiwamu, melihatmu bahagia bersama orang yang kamu sayang, melihatmu selalu ada untuk mereka, membiarkanmu berjalan sendiri dengan hati dan maumu sendiri, itu kebahagiaanku, itu rasa legaku dan itu juga yang membuatku tetap mempertahankan garis tipis melengkung keatas menantang mata yang telah berani menatapmu.

aku tak ingin apapun darimu, kecuali engkau adalah dirimu sendiri, sederhana, dan akan tetap begitu sampai engkau benar-benar ada di sampingku menikmati rembulan malam yang mungkin akan hanya tercipta untuk kita, aku dan kamu. namun jika itu juga tak akan pernah terjadi, biarkan rasa ini menjadi milikku dan yang menciptakan rasaku.

Kerena aku telah beruntung pernah memilikinya, karena rasa ini beda, dan karena rasa yang kuberikan kepadamu adalah "Sebuah Pengecualian" dalam cintaku :).

you are very important for me... !



12 comments:

  1. Sungguh indah puisinya sampai sulit memahaminya :)) BW siang hari... :D

    ReplyDelete
  2. iku ngisor dewe opo artine nul?

    ReplyDelete
  3. yes, I know...
    hehe...salam kenal ya :D

    ReplyDelete
  4. Loh ya ngomong toh apa yg dirasa :s
    jgn dipendem ntar jd jerawat loh :))

    ReplyDelete
  5. emm...,, begitu...,,
    ya.., ya...,, nanti saya sampikan...,, ;D

    ReplyDelete
  6. nuel, kok mau kalau yang hdir cuma bayangan hehehe..mat hari minggu

    ReplyDelete
  7. saya suka dengan tulisannya, suka bingung maksudnya :D

    ReplyDelete
  8. Jangan dipendam lah nyun
    kebiasaan..ungkapkan dengan jujur
    jujur kacang ijo

    ReplyDelete
  9. cinta adalah pemberian, anugrah dan berkah...
    nikmatilah cinta... pada porsinya
    salam dari sahabat

    ReplyDelete
  10. waaahhh.... so sweeeeetttt.... inuel romantis pisan euy!! :D

    tapi jangan dipendam-pendam yah ;p

    ReplyDelete
  11. Semua yg km tulis bgus & indah . Kadang sering menggambarkan keadaan aku saat itu. . Mohon izin yach utk Copy sepenggal kata dr tulisan mu.

    ReplyDelete