Wednesday, December 1, 2010

Ternyata, Banyak Ternyata

kenapa kamu tak menikmati rindumu..
ketika aku mulai lenyap diam diam..
masuk dalam lubang bersekam..
menerobos jalanan panjang tanpa sebuah kesadaran..

aku bilang...
karena aku selalu merindukanmu..
mencintaimu juga bukan mauku..
memilihmu juga bukan inginku..
bahkan untuk selalu membuatmu ada juga bukan kesengajaanku..

ya.. tentu saja aku harus menikmati rindu ini..
sehari engkau tak hadir, aku mengerti..
hari kedua kau kembali tak ada, seharusnya juga aku mengetahuinya..
hari ketiga dan sampai sebulan lamanya..
masihkah pantas aku mempertahankan rindu ini..

aku merindukanmu.. karena aku tak menginginkannya..
semakin aku mengingkari, semakin hatiku mencari..
semakin aku menjauh, semakin sering jiwa ini mengeruh..
ku katakan, aku merindukanmu sekarang..
hari ini, besok, sampai engaku benar-benar hilang dariku..
karena aku menikmatinya, setiap rasa yang penuh tanya..



hehe.. aku lupa kapan buat puisi itu, namun setelah aku baca kembali, rasanya ada yang aneh, beda dan aku seperti tak mengerti apa yang aku rasain waktu itu. aku merasa ada banyak kesempatan menulis ketika aku sedang ngerasain kangen, marah, jatuh cinta, bahkan kekesalan akan kesendirian yang selama ini gak mau pergi dariku.


semuanya berbeda dengan hati yang aku rasa sedang baik-baik aja, amat sangat berbeda. aku tak menginginkan seseorang membaca atau menunjukkan kepada mereka. ini lebih pengaruh kepada kepuasan hati akan hausnya tempat untuk mencurahkan semua perasaannya.

hah.. sejak kapan aku kembali menemui tandusku di daratan yang tengah bersemi hijau., itulah yang aku lakukan, mencoba menutup mata meskipun kelopak tak mau melakukannya, sedikit terpaksakah ?, iya tapi ini bukan keterpaksaan.

kapan aku memutuskan hal yang baru, aku rasa aku tak pernah melakukannya, dan kenapa aku taka mencoba ?

- pertama Facebook udah di hack Orang, anggep saja begitu :D. itu juga sebuah keputusan.

- kedua, Berjalan menjauh dari yang sebelumnya ternyata membuatku merasa sangat luas, orang baru, kehiupan baru, cita-cita yang semakin meninggi, dan suasana baru.

- ketiga, Rindu itu, rindu yang udah kutulis dalam puisi yang entah itu kapan. berangsung pindah ketempat lain.

- keempat, sekarang mataku ngantuk, sekarang tiap mau tidur selalu cerita sama temen sekamar yang tak lain dedemit penunggu kamar yang sangat mbencekno, udah kalo bangunin aku di tendang-tendang kek preman jalanan yang di masukin bui aja :)).

- dan kelima, ijinkan aku melakukannya! emang aku butuh ijin dari siapa, aku tak butuh ijin dari siapapun jika ini akan menjadi lebih baik :).

Aku percaya, aku menginginkan dan aku akan berusaha terus. semoga yang diusahakan itu menjadi sebuah rahasia yang gak pernah terlupakan. ucapan jauh lebih kecil dari keinginan hati. dan diam jauh lebih besar ingin mencapai dari pada hanya berkata-kata, semoga mengerti :).

menulis selalu membuatku merasa lebih baik, ini hati bukan tuntutan! aku udah banyak tuntan menulis, tapi tuntutan yang menyenangkan :D.

ternyata puisinya di tulis tanggal 3.10.2010 8.38PM :-P.

8 comments:

  1. duuuhh kacian.... lg broken heart buuu??

    ReplyDelete
  2. hehehehe merana nie critanya nyuuun?? lha karo aq yeee??

    ReplyDelete
  3. merana piye seh.. sopo seng bilang merana >,< iki gak merana dodol, dasar dodol kamu hahaha.. moh kund medeni ngunu :))

    ReplyDelete
  4. mara mbak.. arapa pole atena...
    nyentuh bangett dehh puisinyaa... :))

    ReplyDelete
  5. Jare jomblo...??? kenapa harus ada yang dirindukan???
    Rindu,cinta benci memang bukan keinginan kita mbak, tetapi biasanya kita sengaja mengundangnya... :D

    ReplyDelete
  6. kapan kawine kalo merana terus nyun..?

    ReplyDelete
  7. Menulis selalu membuatku merasa lebih baik, ini hati bukan tuntutan. Senang membaca kalimat ini, jadi merasa tergugah untuk menulis lagi.
    Salam saya.. .

    ReplyDelete
  8. cerita patah hati ternyata

    oh ternyataaaa

    ReplyDelete