Friday, August 19, 2011

Nak.. Bunda Menyayangimu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Nak.. saat engkau dewasa kelak..
mungkin engkau tak menemukan lagi malaikat penjagamu..
pembaca cerita pengantar tidurmu..
atau mungkin teman terbaik yang selalu menemanimu bermain..

tahukah engkau sayang..
saat ini bunda begitu sangat menyayangimu..
kasih ini tak akan pernah luruh oleh waktu..
cinta ini akan selalu mengalir seperti kasih Allah kepada kita..

adamu..
membuat bunda semakin tegar..
menjadikan bunda manusia penuh dengan warna..
dan pelukis hidup yang luar biasa ndahnya..


Tangismu..
mengajarkan bagaimana bunda harus menjadi bijaksana..
membuat bunda semakin sayang padamu..
dan dengan tangismu sebagai tanda..
engkau begitu sangat membutuhkan bunda.

Usilmu..
mengajarkan bagaimana bunda harus menjadi sabar..

Senyumanmu..
seolah bunda dapat membalik dunia dengan mudah..
mengangkat semua rasa sedih dan gelisah..
iya sayang.. engkau bagai setetes embun di tengah gurun pasir..
Nak.. Sungguh Bunda menyayangimu..
dan tak akan kulewatkan sedetik waktupun tanpamu..

tahukah sayang.. kehadiranmu membuat Bunda semakin sempurna..
Engkau bagai mutiara paling berharga..
memilikimu..
memelukmu..
menimangmu..
melihatmu ketika terlelap..
atau hanya melihat engkau berkata..
Semuanya adalah anugerah terindah dalam hidup Bunda..
Semoga Allah selalu menjagamu dalam kebaikan dan selalu Istiqomah dalam agama..
Pun saat bunda tak lagi menemanimu Nak..
Terimakasih tentang adamu, denganmu Bunda merasa jadi manusia paling disayang Oleh Allah..

***
puisi untuk seorang anak ini saya persembahkan untuk teman facebook saya Mba Yuli Yuliawati yang memesan beberapa hari yang lalu. saya belum pernah mengalami bagaimana luar biasanya menjadi seorang ibu. mendapatkan anugerah seorang anak dan bagaimana menimang, memeluk serta mendekap mereka tepat di dada. sepertinya hal yang sangat indah dan membahagiakan siapapun yang telah melewatinya, Buah hati, permata jiwa, harta paling berharga dan Penambah pahala yang luar biasa :).

tapi saya sering dekat dengan anak-anak, meskipun belum menjadi seorang ibu sungguhan, saya sudah mengerti bagaimana membuat mereka nyaman sewaktu kecil. setelah dewasanya yang saya masih tanda tanya haha.. mungkin suatu saat nanti saya akan menanyakan kepada perpustakaan terhebat saya, Ibu :D.

Semoga ini cocok ya sama yang di inginkan Mba Yuli, maaf kalo puisinya berantakan. tadi saya udah nulis panjang lebar di Note Facebook, tapi pas mau Publish hilang gitu aja T.T, bikin lagi deh.. dan saya gak yakin tak sebagus yang pertama hehe.

Selamat berpuasa, dan Jaga Anak bagai menjaga diri kita sendiri, mungkin akan lebih dari diri kita sendiri bagi seorang Ibu, #jadi penasaran gimana degab-degub itu :P.



21 comments:

  1. bagus mba nuel puisinya, saya bersyukur karena telah dilahirkan melalui rahim seorang wanita yang selalu sabar menjaga saya, selalu tulus menyayangi saya *ibu* :*.

    Mba nuel kata kaka saya *bank ione* pesenan puisinya udah jadi belom?. Lagi banyak yang minta dibuatin puisi yah mba :)

    ReplyDelete
  2. bagyus sekali.. jadi pengen sungkem sama ibu..

    ReplyDelete
  3. Lhoh kok buat Mba Yuli Yuliawati.. Katanya buat abang.. >.<

    ReplyDelete
  4. Wow, inuel makin keren aje, hehe. Sudah jadi juragan puisi rupanya. Melayani pemesanan puisi ya Nuel. Mantapz :)

    ReplyDelete
  5. Puisi nya menyentuh sekali tuh.. saya jadi teringat dengan ibu saya yang sudah pergi menghadap yang kuasa puluhan tahun silam. btw admin nya nih terima pesanan puisi ya? :)

    ReplyDelete
  6. Wahhh kok jadi melayani pesanan puisi ya hahah, itu iseng bikin status di FB :D, kalo mo pesen ntar tak tarik biaya hahaha, mau mau mau :">

    ReplyDelete
  7. meskipun kau belum mengalami bagaimana luar biasanya menjadi seorang ibu, tapi aku yakin kelak engaku akan menjadi ibu yang luar biasa, sebagaimana yang kau sampaikan dalam puisimu.

    Kereennn sob.

    ReplyDelete
  8. memiliki anak itu tidak terkira harganya mbak, tidak dapat dilukiskan dengan apapun juga....

    ReplyDelete
  9. terimakasih bunda kasih sayangmu tak ternilai harganya aku akan slalu mengingat pesan-pesan bunda.makasih puisinya mengingatkanku pada ibuku yang telah tiada.

    ReplyDelete
  10. anak memanglah anugerah terindah yang bisa kita terima selama kita hidup :)

    ReplyDelete
  11. wihh.. keren banget katanya...
    untuk itu kita mesti sayang kepeda orang tua yang telah mendidik dan membesarkan kita tanpa ada rasa lelah dan letih,, jangn sampai kita menyesal di akhir cerita

    ReplyDelete
  12. Emak. . . emak . . . emak....

    ahhh ngerti deh kali ini kalo tulisannya beginian :D

    ReplyDelete
  13. Hm..sudah membaca...pesan yang indah
    Tapi ijinkan aku untuk menuliskan kembali bagian yang membuatku tersenyum:

    Usilmu...

    :)

    ReplyDelete
  14. kakak...temple nya sama kek mega punya...
    postingan kakak jg bagus....
    main ke tempat mega yah kakak
    http://babloglo.blogspot.com/

    ReplyDelete
  15. bagusnya .....saya sangat suka, sangat menyentuh...

    ReplyDelete
  16. baca neh puisi kok jadi pengen punya anak.. *loh*

    ReplyDelete
  17. Nyun, ada sebuah refleksi dari mu thd PUisi ini, nice poom

    ReplyDelete
  18. puisinya bagus mbak, sesuatu yang membahagiakan memang menjadi seorang ibu..
    subhanallah

    ReplyDelete
  19. Supaya ada بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ gimana ya?

    ReplyDelete
  20. RR : tinggal copas aja, gampang kan, itu bisa muncul :|

    ReplyDelete