Monday, December 26, 2011

Cerpen Persahabatan - Bandara Terakhir Aira

cerpen persahabatan
Gadis itu  berjalan kesana kemari, sesekali menyingkap lengan bajunya. melihat jam merah jambu yang melekat manis di lengannya. Sesekali ia membuka ponsel bututnya, Tak jarang ia melamun. Kemudian dia duduk termenung, ia tampak gelisah..  Entah siapa yang sedang di tunggunya di bandara itu sendiri. sepertinya orang yang begitu penting dalam hidupnya.

Desember 2008,
Aku yang tak pernah tau dengan dunia yang belum lama kumasuki, seaakan berbeda dengan kehidupan yang biasa, aku mencoba, bangkit, ngerti tahu tanpa kesadaran penuh. Dunia yang sengaja di masukkan dan di jejalkan secara paksa kedalam otak dunguku. Dunia yang seakan mengerti aku akan di bawa kemana dan oleh siapapun dan dunia yang secara tak sengaja menjadi sebuah ketergantungan, itu narasiku sekarang, dulu aku tak tau kata seperti ini.

Januari 2009,
Kuletakkan sungguh juga dengan keterpaksaan bagaimana aku harus bisa berkomunikasi dengan orang lain, berjalan, menyusuri juga mengerti bagaimana harus bersikap dengan baik dan masih saja bodoh dengan dunia baru yang ada di depanku.

Februari 2009,
Aku masih dalam keadaan yang sama, bodoh, tolol, dan melakukan hal-hal yang tak penting lagi.

Maret 2009,
Haruskah aku menuliskan kisah ini, tentu saja tidak, hal buruk yang lagi-lagi terpaksa aku jejalkan dalam otak kecilku yang munmgkin polo9s. kehidupan membuat aku lalai dan semakin tak mengerti

April, Mei, Juni, Juli, Agustus 2009
Entah dari mana kamu datang begitu saja, aku mengira itu sebuah kebetulan yang tak menyangka. Aku mengira itu suatu kebetulan yang kutak pedulikan, tetap mengejar dan ingin tahu. Karena aku berbeda, itu benar, katamu.. tentu saja.. mau kata siapa lagi..?

September 2009,
Facebook mengenalkanku kembali denganmu, Dan akhirnya aku jatuh.. Luluh..

"aku dulu kamu cuekin, kamu kalo tak tanya selalu bilang ham hem ham hem.." jawabanmu selalu tak jelas dan aku marah karenanya... tapi kamu tetap gak mau tau.

Masa bodoh dengan kata itu, aku udah muak dan terbiasa, amm tepatnya mulai terbiasa denganmu yang berantakan.


November 2009,
Kau semakin membuatku nyaman, entah bagaimana awalnya, kamu unik seperti keunikanku, hal-hal konyol, gak lazim dan gak biasa menjadi santapan kita berdua. Kamu yang selalu malas masuk kuliah, kamu yang selalu memperhatikan keranjang merahmu dengan uang-uang receh, kamu yang selalu tak dapat bangun pagi, kamu yang selalu tidur pagi, dan kamu yang berantakan, ingin sekali kuperhatikan kamu dalam dekat, namun tak mungkin.

Desember 2009,
Keadaan masih sama, hanya hal-hal yang gak lazim yang bisa aku baca darimu. Kukatakan padamu dalam hatiku, aku menyukaimu karena keunikanmu. Lucu dan santai juga dewasamu. Entah dewasa yang bagaimana yang aku sukai, kamu gak pernah terlihat seperti itu dalam padangan orang normal, dan aku mengaku memang aku tak pernah normal saat bersama kamu.

Januari 2010,
Kebiasaan yang tak pernah lepas dariku adalah memikirkanmu terlalu berlarut-larut hingga hati ini semakin hanyut dalam sebuah rasa yang entah kubuat sebagaimana rupanya hingga aku benar-benar jatuh cinta padamu, sungguh.,... Aku jatuh.. dalam cinta yang tak pernah kuketahui.

Februari 2010,
Cintaku terpupuk semakin bersemu semi, indah dan .. Engkau tak mengindahkannya. tapi kamu tetap begitu kepadaku, aku benci sikapmu itu.

Maret 2010, keadaan yang sama.
April 2010, masih tetap sama.
Juni 2010, tak ada perubahan.

Juli 2010,
 Kenapa engkau berani sekali menemuiku, aku benci harus semakin membiarkan rasa ini semakin liar. Menutup bubuk putih cinta bersemu dalam kasih yang selalu tak dapat kuduga, dan benar engkau berbeda dalam konteks yang tak sama. Engaku berbeda dan matamu.. selalu membuatku semakin jatuh dan hingga berlarut-larut begitu. Aku bahkan merasakan kenyamanan yang berbeda, dan kamu emang satu-satunya yang bisa melakukan itu kepadaku. MasyaAllah.. aku Jatuh cinta untuk ke ribuan kalinya kepadamu.

Subhanallah.. Kenapa Allah menciptakan seorang kamu yang begitu indah. Aku lupa bagaimana aku harus kehilanganmu saat aku mencintaimu, aku lupa bagaimana aku harus meninggalkanmu saat aku menyuruh hatiku selalu mengingatmu, bagaimana bisa?

Aku benci penganggu hidupku, aku benci perusak setiap kosentrasiku dan aku membencimu karena kamu begitu bisa masuk dalam semuanya tanpa ku ketahui. Manusia paling menyebalkan yang pernah kutemui dalam bumi ini. Kenapa kamu gak langsung naik ke pluto atau naik ke mars aja bersama makhluk-makhluk aneh itu, kamu aneh dan aku benci kamu karena keanehanmu, owh... bukan.. aku menyukai hal yang tak lazim darimu. itu yang benar.

Agustus 2010 - Agustus 2011,
Ini sudah jauh lebih lama dari perkiraan yang ada mendarah daging bersamaku, ini sudah sangat lama dan aku sangat membenci kelemahan hati yang begitu rapuh. Hilang dan perginya dirimu tak membuat cinta ini luntur, ia semakin menguat dan aku harus menghilangkannya.

Kenapa selama itu aku belum bisa melukpakanmu, aku belum bisa menggantimu dengan yang lain. Aku udah mencoba, aku tlah biasa. Dan aku juga udah bersikap normal senormal yang aku inginkan. Foto kita aja gak pernah ada lagi dalam memoriku, aku menghapusnya karena terlaku cintanya aku kepadamu. Tuhan bagaimana aku harus dan bisa melukiskan semuanya. Aku membuat penyangkalan penyangkalan yang semakin membuatku rindu, menebarnya di setiap sudut jiwa yang penuh dengan kakacauan, aku ingin mengakhiri semua ini. Aku ingin mengakhiri derita batinku yang semakun gak menentu dan aku ingin mengakhiri dengan orang yang lain.

Kenapa aku masih belum bisa, siksa yang bagaimana, ratusan bahkan puluhan puisi tanpa tuan telah kutujukan kepadamu, sedangkan kamu ? kamu gak pernah peduli, aku ingin membunuhmu, aku ingin membakar nyawamu dan aku ingin menuliskan Almarhum di atas kepalamu, aku gak bisa, aku gak bisa karena selalu cinta ini mengalahkanku.

Kamu selalu bilang,
"aku senang ngobrol dengamu, aku bahkan begitu sangat rindu kepadamu"
Aku menciptakan puisi untukmu, aku tak mengerti.. aku bosan dengan perasaanku sendiri, kenapa kamu tak mengakhiri saja masa sendirimu dengan orang lain lalu menghilang dan jangan  pernah kasih tau apapun kepadaku, apapun itu, jangan pernah!

Idealis busuk, perasaan hina, kehidupan terkutuk, cinta kunyuk, cinta apalah aku benci dengan semuanya!
ingin sekali kukeluarkan isi dadamu, kuhancurkan dan ku mamah dengan taringku yang sudah lama kuasah untuk mengakhiri semuanya.

"Dasar orang gila!"
Mereka menamaiku dengan pujian manis itu, aku tak peduli..

"Pembohong "
Mereka juga sering mengatakanm kata itu kepadaku, but i don't care!

"Pecundang, bodoh!
Aku tetap tak acuh dengan kata itu.

***
01 Januari 2012
"Hay.."
Sapamu dengan senyum paling tak bisa kulupakan, mengejutkan lamunanku tentangmu, ternyata sudah terlalu lama aku duduk disini..aku hanya diam.

"Ra.. kok diam si.. ada yang salah dengan aku, kelamaan ya nunggunya... ?"
kugelengkan kepalaku perlahan, aku masih diam, tak berani sekalipun menatap matanya, menggelengkan kepala pertanda aku baik-baik aja. Dan tak tau mengapa, dia mengerti jika bukan itu yang membuatku diam. Kelebihannya lagi.. Dia mengenalku tanpa aku harus mengatakannya.

"Ra.. ayolah .. maafin aku, ucapnya sambil meraih tanganku"

"Aku.. "
*tak dapat kuteruskan kataku, dadaku sesak, mulutku terkunci, lidahku tertelan, aku bisu dalam tangannya..

Dia ingin menjelaskan sesuatu, tapi aku menahannya dengan pandangan mataku

"kamu menangis ?"

"Aku tak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin mencari sesuatu yang kita butuhkan,.

"kita..? jawabku heran sambil menatapnya penuh dengan rasa marah, marah karena aku tak bisa mencintainya seperti yang aku harapkan"

"Ayolah Ra.. senyum untukku, sekali ini saja, agar aku tak begitu merasa bersalah dengan semuanya, aku tau kamu membenciku, tapi aku tak pernah membencimu, ia meraihku dalam pelukannya, pelukan yang hangat dan seketika aku merasakan kenyamanan yang sungguh luar biasa, air mata di balik kaca mata ini ia hapus dengan tangannya yang lembut.

Perjalan panjang dengannya, kisah yang kulalui dengan dunia-dunia hampa, dengan tulisan-tulisan, dengan persahabatan, dan dengan keterbukaan berakhir di bandara.

Dia tak datang sendiri, dia telah ada yang menemani, tapi bukan aku.. Tangan itu adalah tangan lembut seorang kakak untuk adiknya.. gak lebih!

Aira yang selalu mencintai Jey..
Aira yang selalu mengharapkan Jey..
Aira yang penuh penantian..
Aira yang menangis, dan Aira yang sendiri.. seterusnya akan begitu.

Jey.. Miss u.. Ending yang kukarang tak akan pernah terjadi saat ini. Gak akan pernah terjadi sampai kapanpun!! Persahabatan mungkin gak akan pernah menjawab semua pertanyaanku untukmu. dari persahabatan aku mengenalmu, dari persahabatan pula aku mulai mencintaimu. Cinta tanpa Akhir yang jelas.. karena aku membuatnya juga tanpa kejelasan.
By : Aira

Ia tinggalkan catatan itu di bandara terakhirnya.. Kenangan yang ia harap hilang bersama lalu lalang ribuan orang yang duduk di kursi itu. Aira di Bandara Terakhir..

***

========
Haha... Cerpen ini gak kayak sebuah cerpen, hanya sebuah cerita bersambung tentang persahabatan. Saya memiliki seorang sahabat dan dia aja jadi bahan cerpennya. Saya pengen bikin Cerpen Persahabatan yang bagus, tapi kok kayak gini jadinya. Bisa di koreksi gak.. Penulis :D. lama banget juga gak nulis, keyword di serp mulai amm.. terlupakan seperti Pantun pantun lucuPuisi romantis, Kata patah hati, pantun jenaka, pantun cinta, sms lucu lucu.

Tapi kali ini saya menulis lagi tentang Cerpen Persahabatan dari Cinta dunia maya yang membuat tulisan tulisan kata patah hati muncul begitu saja. Inilah sebuah resiko ya.. Hidup di maya, kisahnya juga ikutan maya. Dan cerpen ini harusnya di sebut cerpen curhat bukan cerpen persahabatan :D.

5 comments:

  1. wah, jarang2 nulis cerpen nih mbak..

    ReplyDelete
  2. tapi bagus kok ceritanya, endingnya tak tertebak, seperti apa dan judul mengarah pada ending. Great!!!!

    ReplyDelete
  3. mbak, saya dari ebook-saya.blogspot.com
    mau nawarin k mbak sesuatu, hehe
    gini lho, mba , saya minta ijin ke mba buat copy paste cerita2nya, terus di buatkan ebook..
    di dalam ebook itu, nanti saya akan sertakan nama mbak sekaligus web nya,, :)..
    gimana? kalo tertarik koment di blog itu ya..

    ReplyDelete
  4. oh iya gpp mbak, itu cuma langkah penawan saja. bagus juga kalo mbak sudah punya ancang2 untuk membuat ebook :-)

    ReplyDelete