Monday, February 28, 2011

Jujur, Siapa Takut!

hmm Akhir-akhir ini saya selalu bingung dengan berita pembunuhan yang ada di koran, heran, ngeri takut bercampur dengan heran, kok bisa semudah itu, gampang banget dan sangat enteng seorang mengayunkan tangan untuk menghabisi nyawa sesamanya. apa yang ada dalam fikiran mereka [pelaku] pada saat itu? dan apakah mereka tidak berfikir lebih selain membunuh.

pagi-pagi tadi saya membaca koran *tentu aja sambil nungguin mesin cuci :P* rasanya miris sekali, merinding dan rasa mual ada dimana-mana *seperti kebiasaanku mabuk kendaraan sebelum naik kendaraan :D, dulu itu sekarang masih tetep :P. yang membuat saya ingin berkomentar adalah, pelaku tak lain seorang mantan karyawan korban, pelaku adalah mantan pegawai korban yang katanya membunuh karena dendam.


gak cuma sekali aku membaca berita tentang kasus serupa, ada banyak hal dan tempat yang berbeda dengan kasus yang sama, Karena dendam mantan karyawan kepada Bos. dari sini saya sebagai pembaca dapat menyimpulkan, betapa pentingnya sebuah toleransi, keterbukaan, ungkapan tak senang, kejujuran bahkan hingga mengerti satu sama lain untuk saling memahami.

bukan hanya mementingkan Ego, aku orang punya, pinter, kaya dan kamu orang mlarat, kamu kere kamu bodoh atau kamu hanya seorang babu. jujur aja sih, tadi saya sempet bilang kapok sama korban *sadis ya* karena saya memposisikan dalam diri sang pembantai, tapi apakah benar pelaku harus membunuh sang mantan majikan ?. tidak ada hal dan aturan manapun yang membenarkan tindakan itu, agama manapun melarang perbuatan yang namanya membunuh.

hanya sebuah kesimpulan kecil dari orang yang masih Oot sepertiku.

bahwa..
mengapa harus ada pertumpahan darah sesama Makhluk ciptaan Allah SWT.
mengapa harus ada kebencian yang selalu terpelihara dalam hati yang tak lain adalah sumber dimana dan kemana kita akan berjalan, berfikir, dan bertindak.
mengapa harus mementingkan keegoisan, ketamak'an, lebih hebat, sikap sombong dan akulah pemenangnya.

tidakkah kita ada untuk orang lain saling melengkapi dan saling membutuhkan.

begitupun dengan sahabat, tidak ada kebencian yang akan tertanam dalam diri saya, tidak ada rasa dendampun dalam diri saya untuk siapapun meskipun hati saya juga sering merasakan sakit karena merasa tidak mampu, merasakan hal yang wajar yang biasanya di rasakan oleh manusia.

ketidak mampuan yang luar biasa untuk suatu hal yang menurut saya itu baik. semuanya kembali ke hati, untuk hati dan kejujuran atas diri sendiri. InsyaAllah.. gak akan ada lagi benci dan dendam jika keterbukaan dan kesadaran selalu ada :), karena bagiku jujur dan mengakui suatu hal yang harus di ketahui orang lain bukanlan tindakan yang merendahkan diri dan tidak mengurangi sedikitpun martabatku.


Continue Reading...

Monday, February 21, 2011

Berjilbab, Siapa Takut ?

Jilbab..
semenjak mengenakan Jilbab, aku ngerasa sangat lebih baik, eentah dari segi penampilan, kesopanan hingga perubahan yang sangat luar biasa. sejak dulu aku ingin mengenakan jilbab, namun niat itu susah sekali aku realisasikan karena faktor situasi dan kondisi, padahal.. hal ini tidak menjadi persoalan yang berat jika kita memikirkan Allah pasti akan membukakan jalan buat hambanya yang berbuat baik. hal itulah yang aku rasain waktu itu. takut bercampur dengan keadaan sekitar yang akan mencemoohku dengan semua kritikan pedas.

setelah browsing sana sini, aku mencari solusi, bagai di gebug dengan kayu yang entah seberapa besarnya hingga aku tak dapat mengukurnya, semuanya berubah setelah aku membaca atikel yang di tulis oleh penulis terkenal HTR (Helvy Tiana Rosa ). keyakinanku semakin kuat untuk mengenakan Jilbab, amat sangat kuat, begini kata Bunda Helvy yang masih aku simpan dan berulang kali aku membacanya, hingga aku memutuskan untuk berjilbab :


Pertama, karena perintah Allah di dalam Al Quran, surat Al Ahzab; 59 dan Surat An Nuur: 31.

Kedua, karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun kita berada bila kita mengenakan jilbab, kita dikenali sebagai muslimah (masih merujuk QS Al Ahzab; 59).

Ketiga, dengan mengenakan jilbab, muslimah lebih aman karena tidak diganggu. Pria lebih tertarik menggoda dan melakukan pelecehan seksual pada perempuan yang memakai pakaian you can see (everything?). Biasanya perempuan berjilbab justru sering disapa dengan salam (Assalaamu’alaikum) atau dengan perkataan: “Mau kemana, Bu Hajii?” (malah didoakan, amiin).

Keempat, dengan mengenakan busana muslimah, kita menjadi lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh kasus: saya kasihan sekali kalau melihat rekan perempuan yang memakai rok mini, naik kendaraan umum. Dalam kendaraan ia akan sangat gelisah dan berusaha menarik-narik rok mininya terus untuk menutupi pahanya. Kadang gelagapan menutupi bagian tersebut dengan tas kerjanya. Sangat tidak nyaman. Dengan mengenakan busana muslimah, kita bisa duduk dengan santai dan leluasa.

Kelima, dengan berjilbab, kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur kita dari fisik semata. Kita tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, pinggang atau bagian tubuh kita lainnya. Orang akan mengukur kita semata dari kebaikan hati dan kecerdasan kita.

Keenam, dengan berjilbab maka kontrol ada di tangan perempuan, bukan pria. Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau yang tidak boleh melihatnya.

Ketujuh, bagi seorang gadis, dengan berjilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak. Bukankah hanya pria baik-baik dan memiliki wawasan keislaman memadai yang berani melamar gadis berjilbab?

Ke delapan, jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Sejarah mencatat banyak perempuan agung di masa nabi SAW dan sesudahnya. Mereka mempunyai beragam profesi, berbagai kiprah dalam masyarakat dan prestasi yang tak pernah berhenti, sampai di medan perang sekali pun---tanpa pernah menanggalkan jilbab mereka.

Tentu saja jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita (iman harus dibuktikan dengan amal bukan?). Dan pada akhirnya amal tersebut akan menunjukkan sisi ketakwaan kita.


Niat dalam hati harus di kuatkan sekuat-kuatnya, berkeyakinan bahwa Allah akan memudahkan segala perubahan baik yang akan kita tempuh. percayalah.. berjilbab juga membuatku membatasi hal buruk yang akan kulakukan, ada banyak pertimbangan disana, ada banyak perdebatan hati dengan keegoisan tentu saja itu ke hal yang lebih baik :).

Jadi, mengapa harus takut dan ragu untuk berjilbab? Berani dong! Percayalah, Allah akan membantu niat baikmu.

*tips di atas aku copas langsung dari blog Bunda Helvy yang aku simpan di FD-ku beberapa bulan lalu, beberapa bulan lalu awal aku mengenakan Jilbab.

semoga bermanfaat, dan semoga menjadi baik, untuk dirimu sendiri yang akan menular ke semua orang yang ada di dekatmu, semoga Allah selalu memberi kemudahan atas semua kebaikan yang akan kita lakukan, Amin InsyaAllah...

Berjilbab, Siapa Takut!

Continue Reading...

Ajari Aku Cinta

Ajari aku cinta..
bagaimana aku harus memilihmu, bagaimana aku harus bersikap baik kepadamu, dan bagaimana aku akan menganggapmu ada tanpa melukai siapapun.

Ajari aku Cinta..
rasanya ada banyak kerinduan tertampung untukku, ada banyak gelisah yang sudah menumpuk dalam naluriku, siapa siapa siapa.. aku tak tau..

Ajari aku cinta..
bukan aku tak percaya, ini hanya antara ada dan tak nyata, aku tak tau harus bagaimana, aku ingin kau mengajariku cinta..


Aku takut mencoba, aku takut mengulangnya, dan akupun takut untuk sendiri, semuanya menyiksa, iya atau tidak, ajari aku Cinta..

Ajari aku cinta, tentang sebuah rasa..
tentang ikatan asmara..
tentang rindu yang terpendam lama..
dan tentang putus asa yang kau tau jawabnya..

Ajari aku cinta.. aku ingin mengenalmu, tapi engkau telah menyuruhku menjauhinya.. lalu bagaimana donk ini cintaaaaaaaaaaaaaaaaaa gagagagagaga..

orang menyebutku aneh, memang!
orang menyebutku narsis, bener!
orang menyebutku sombong, karena mereka tak tau!
orang menyebutku manis, itu bohong!
orang menyebutku cantik, belum ada yang bilang!
orang menyebutku bawel, itu kenyataan!

dan satu hal tentang orang menyebutku jomblo, karena aku gak tau, bagaimana harus membawa hati dan diriku, aku takut di jauhi jika tak ada yang ngerasa pas di hati. bingung kan jadi aku, makanya jangan mau jadi aku :-P. udah ah.. pagi-pagi dah ngelantur kanan kiri, hoampphhh... hari yang indah, lebih baik dari kemaren.

percayalah.. seorang wanita gak akan mampu hidup sendiri, seorang wanita punya hati yang peka, dan seorang wanita itu takut untuk menyakiti namun tidak semua wanita itu menyebalkan sepertiku :D.

Continue Reading...

Friday, February 18, 2011

Aku Ada Bukan Untukmu

Gak tau gimana aku seharusnya, mau nangis apa ketawa, aku bahkan gak punya waktu untuk memilihnya, dada ini terasa sempit amat sangat sempit, aku juga lupa dimana seharusnya udara-udara ini masuk di dalam tubuhku, aku tak memberinya sedikitpun tempat untuk bernaung, untuk besemayam dan untuk sedikit memberi kesejukan dalam jiwaku lagi.

harus beginikah caramu,, harus beginikah cara yang seharusnya untuk kuterima, harus beginikah semua rasa yang harus kuhadapi. Allah.. rencana apa lagi ini, aku meminta kepadamu, selalu meminta yang terbaik dalam hidup dan juga kehidupanku, aku bahkan tak tau jalan mana yang harus kulewati, apa aku telah masuk lembah berduri yang terpaksa harus kulalui,.. apakah ini akan berujung indah, apakah ini akan berujung dengan bahagia, atau .. ah.. aku gak mau meneruskannya, terlalu sakit untuk kuucap.


Gak akan ada dia lagi dalam do'aku, apakah aku harus menangis atau aku ikut bahagia dengan keadaan yang telah terjadi. aku udah terlalu sering untuk menerimanya, diamku salah, diamku tak benar, dan semuanya harus berlalu..

semuanya harus hanya menjadi pendaman tanah basah dalam kuburan yang sama, kuburan yang telah sering kubuat untuk rasa yang sama, aku gak tau.. aku masih saja menangis.. tapi ini harus berlalu.

kan kuambil semua waktuku yang pernah ada untuk memikirkanmu, kumampu dan ku harus tau Aku Ada bukan untukmu, senyum ini akan selalu kujaga untuk kebahagianku, karena dengan mimikirkanmu adalah bahagia yang harus kujauhi, Allah telah memberi yang terbaik, Jauh itu yang terbaik, meskipun hati ingin selalu memilikimu.

Sakit ?, tentu saja, namun harus segera di buang, aku baik-baik saja, senyumku ada dalam bahagiamu, dan untuk kehidupanku.

"lalu bagaimana dengan sakitmu.."

Engkau tak pernah sakit, untuk apa kumenyakiti diriku sendiri.. ini hanya satu dari ribuan rintangan dalam kehidupan, semoga menjadi sebuah tulisan yang akan larut bersama waktu.

*teruntuk temanku yang sedang patah hati, ngebet banget minta tulisan ini wkwkwkwkw..


Continue Reading...

Sunday, February 13, 2011

Hambar

Cinta..
andai semua tulisanmu adalah sebuah kebaikan, ijinkan aku untuk menemanimu, dalam keindahan, kerinduan juga dalam kesederhanaan. bahkan aku tak mengerti bagaimana engkau akan datang menjemputku kelak, aku masih terlalu takut dengan hadirmu, aku masih terlalu naif untuk mengenalmu.

terkadang aku berfikir.. apakah dalam pejaman mataku ada banyak kepiluan, kesepian, juga semua hal tentang kesendirian, apakah aku terlalu menikmatinya hingga aku mulai mati rasa dengan hatiku sendiri..


andai segampang itu semua dapat kumengerti, andai segampang itu aku mampu mengungkapnya, andai segampang itu. semua terasa sulit, sukar ini melilit, bahkan hingga aku berteriak menjerit itu adalah sia belaka, apa yang ku mau ?

bingungku membuatku hambar, aku tak pernah butuh kekosongan, aku juga gak pernah mau berteman dengan hampa, aku juga gak mau menyadari bahwa aku sendiri, aku ingin amnesia, aku ingin melupakan semuanya dan aku ingin berada dalam kehidupanku sendiri yang mungkin akan kumaui.

mengertilah.. andai segampang itu aku membuat-nya,mu,dia ada.. aku ingin menyimpannya sendiri, aku masih terlalu suka berkoar kobar tanpa berfikir panjang.

malam yang dingin, tusukan angin ini membuatku mual, dan aku benci kesendirian. karena dai dalam sana ada begitu banyak kebohongan.


seojomblo

Continue Reading...

Friday, February 11, 2011

Dia, Mungkin Aku

Dia hanya tersenyum melihat apa yang dia lakukan.. aku tau dia akan terus membisiki hatinya untuk menjauh, aku juga tau dia akan pergi dan lari dari apa yang membuatnya merasa tak nyaman, gak senyaman apa yang dia inginkan, gak seindah apa yang dia mau dan mungkin gak akan menjadi sebuah beban dalam hatinya yang akan larut dan mulai luntur dengan kebiasaan.

dia selalu menjadi seorang yang baik dalam hal apapun, dia bahkan sangat sederhana, tak neko-neko juga sangat biasa-biasa saja. lalu apa yang membuatnya selalu suntuk, adalah hal yang sebenarnya ada di balik dinding hatinya, ah.. lagi-lagi aku harus melukiskan dia dalam bayangan semuku yang terlanjur ia sembunyikan dengan satu rahasia yang tak akan di ketahui siapapun.


sembari melihat jemarinya terus menari.. kulihat raut mukanya yang selalu tersenyum sendiri, bahagia, merona, dan selalu membuat hal yang aneh.

"Dia pergi, untuk yang lebih baik"

"dia ingin mengepakkan sayapnya" kataku..

Dia pergi karena kamu, dia sakit karenamu, dan dia menjauh juga karena ulahmu, apa yang kamu inginkan dari-nya dulu sekarang kamu mencarinya.. "kataku sambil heran menatap wajahnya yang tetap santai dan aku tau ada banyak rasa yang berkecamuk disana"


***

Andai Segampang itu.. katanya sambil berlalu..

dia tersenyum perih dengan keadaannya.. apa yang diinginkan, apa yang dia mau, dan apa yang membuatnya begini, sungguh menjadi pertanyaan yang selamanya akan di pertanyakan oleh semua orang,

"Pribadi seseorang tak akan berubah sampai kapanpun jika tak ada yang membuatnya berubah, adalah orang yang paling ia sayangi, kecuali sebuah kebencian yang akan memisahkan keduanya.

yang bertahan yang akan mendapatkan, karena dia susah untuk di pahami, mungkin sedikit membuatnya sebal, bukankan manusia selalu punya kelemahan. Ah.. terlalu naif untuk kubahas tentangnya, aku tak dapat memahaminya jika aku tak pernah bersabar untuk itu.

*untuk sebuah perasaan buntu yang selalu membuatku bertanya-tanya.. kenapa.. kenapa.. kenapa..

tapi sayang mereka memilih tuk menjauh, untuk yang lebih baik!

Continue Reading...

Thursday, February 10, 2011

Pilihan Yang Tak Mungkin

gak ada kesedihan dalam hariku, aku selalu tersenyum, aku tegar dan aku kuat *kayak abis minum susu bendera.

Dear Diary Virtualku..
Sekarang aku udah gak sedih lagi, aku udah belajar banyak tentang kehilangan, aku udah sering menangis dalam ketidak mampuan, dan aku sering berteman dengan kegundahan..


Diaryku..
aku tau ini bagian dari hidup, tapi ini bukanlah akhir dari kehidupan.. ini hanya sebentuk ujian kecil. kenapa aku gak memandang orang yang lebih kurang beruntung dari kehidupanku sekarang, ada banyak, puluhan, ribuan bahkan jutaan orang yang jauh kurang beruntung dari yang kualami.. bukankah setiap jiwa punya ujian masing-masing, dan apakah aku juga tau setiap ujian selalu ada hal yang patut di pelajari?

aku tak ingin ibu-bapakku tau, aku tak ingin mereka cemas, aku sudah dewasa aku bahkan berhak untuk memilih, tapi sungguh memendam kepedihan ini sendiri membuatku sedikit menyerah, aku tak kuat, tak ada yang kuajak berbagi selain menulis dan menulis.. aku bahkan hampir mengangkat tanganku untuk menyerah, dan itu adalah sebuah pilihan yang tak mungkin kujalani.

Diaryku..
Andai Segampang itu.. segampang aku menuliskannya, segampang aku membuang air mata ini, dan segampang ketika ada masalah lalu meninggalkannya, tanpa memikirkan akibatnya, Andai segampang itu...

ada banyak beban disini, di dalam hati, fikiran, otak dan hidupku. semakin sering aku memikirkannya, semakin berat rasa yang kupikul *kayak kuli pasar ya mikul-mikul* karena memang hidup ini bukan hanya sekedar difikirkan, namun harus di jalani dengan Legowo.

ah.. mungkin aku terlalu lebay dan sangat cengeng, aku ingin menikmati kesedihan ini, aku ingin membuatnya hal yang nikmat, dan dengan ini aku harus semakin lebih baik lagi.

"seorang Blogger tak akan menulis kisah yang gak penting seperti ini"

itu katamu, bukan kataku..


Continue Reading...

Wednesday, February 9, 2011

Andai Segampang Itu

Andai Segampang Itu..



Aku gak tau harus nulis apa lagi, semuanya membuatku tak mampu bertahan, aku lemah, aku bahkan sangat lemah. andai segampang itu, semuanya akan nampak lebih mudah, menyenangkan dan mungkin air mata ini tak pernah jatuh, tapi aku... aku hanya manusia biasa, tangis ini sudah terlalu sering terjatuh..

aku lelah.. aku tak sanggup untuk bertahan, dan aku .... Aku Memilikimu Ya Robb, semoga Engkau memberi ketabahan, kesabaran dan selalu kesederhanaan.

Aku tau Ya Allah... Semua yang kumiliki akan kembali kepadamu, semua yang kupunya juga akan berhenti kepadamu, Sabarkan aku Allah.. Jauhkan Jenuh ini dari fikirku, jauhkan prasangka buruk ini dari hatiku, dan lelahkanlah segala keburukan otakku untuk berfikir..

sekarang aku ingin menangis, aku hanya ingin menangis dan merasakan betapa lemahnya aku hanya untuk menghadapi ujian sekecil ini. ya... tentu saja aku masih Memilikimu Ya Robb.. Engkau masih selalu menjagaku dan selalu menguji kesabaran ini.

thanks to someone, dalam ketidakmampuan terkadang tatapku penuh kekosongan, ini bukan keluhan, ini hanya sebuah pengakuan.

Continue Reading...

Saturday, February 5, 2011

Berharganya Kebersamaan

aku benar-benar merasakan, bagaimana hebatnya menjadi diri sendiri, bagaimana indahnya menikmati setiap kelebihan dan kekurang yang ada dalam diri sendiri, aku pernah merasa iri, aku pernah merasa cemburu, aku pernah merasakan rasa-rasa khas milik seorang anak manusia, semuanya pernah ku rasakan. kelegaan jiwa dan kebesaran hati selalu menjadi topangan yang sangat indah, aku bahkan sangat percaya dengan yang hatiku miliki, aku tak pernah kekurangan suatu apapun.

aku tak pernah merasa apa dan bagaimana jika semuanya akan berbalik, berubah bahkan menuntutku untuk berbuat lebih. pertanyaan pertanyaan bodohpun sering ada di otak kepalaku, jauh dari pemikiran seorang yang kecil. aku tak sama dengan yang dulu, aku berbeda, dan aku memang telah berubah. apakah setiap orang yang tau dan mengenalku menerima perubahan itu?, aku tak tau tentang itu, bahkan aku tak tau iapa yang mengenalku.


ada banyak karakter yang ku kenal, ada banyak permasalahan yang ku hadapai, ada banyak sekali tuntutan yang terus ada dan memuncak ke atas ubun-ubun, aku bahkan sangat berharap mampu untuk melewati semuanya tanpa seorangpun tau.

ini hanya secuil tentang kehidupan, begitu panjang jika harus tertulis dalam sebuah blog, tak akan muat walau akan memenuhi bahkan melebihi Quota yang telah di sediakan, manusia tak akan pernah merasa puas dengan apa yang ia miliki. dunia, harta, cinta, semuanya tak akan pernah bisa memenuhi semua hasrat yang bergejolak dalam otak dan fikiran manusia.

tapi kebersamaan, kebersamaan akan terasa berharga ketika masa itu tak lagi ada. karena waktu tak dapat di bujuk untuk memutar kembali yang telah terlewtkan :).


Continue Reading...

Thursday, February 3, 2011

Kan Kujaga Setia Ini Untukmu

Sayang...
kau buat aku semakin menyukai keindahan..
engkau buat yang tak nampak menjadi terlihat..
kau buat yang hitam menjadi bersinar..
engkau juga membuat yang pudar menjadi cerah..

rasa ini telah lama kubendung..
ku tak tau sampai kapan aku akan begini..
menunggumu seperti yang tertulis dalam setiap janji..
aku tak tau sampai kapan aku akan menyiksa diriku..
jauh darimu adalah siksa..
tak melihatmu adalah lara..
bahkan untuk tak jumpa denganmu aku butuh begitu banyak keberanian..


Sayang..
aku takut membuatmu hilang..
aku tak kuasa melihatmu tiada..
bukan seperti yang kulakukan dahulu..
aku bodoh menyia-nyiakanmu..
aku salah membuatmu terluka..
cinta itu sudah merajai istana hatiku..
akar-akar rindu sekarang menyumbat nadiku..

apakah kurang pantas aku menderita seperti ini..
tidurku gelisah resah..
lelapku di bawa olehmu..
ramaiku terabaikan hanya untuk membayangkanmu..
aku tau aku bersalah, menyakitimu..
membuatmu terluka, meneteskan air mata itu..
air mata yang seharusnya kau simpan untuk hari bahagia kita..

siksa aku sayang..
siksa aku seperti yang hatimu mau..
biarkan aku meringkuk dengan kesendirian..
jika akhirnya engkau akan bersamaku..
4 tahun kau memintaku menunggu..
percayalah..selama itu aku akan menunggumu..
kan kujaga setia ini untukmu..
kan kuukir indah setiap penantian ini..
dan akan kusimpan lalu kubawa kenangan itu untukmu..
adililah rasa, cinta dan hati ini..
aku bahkan rela untuk menjadi pesakitan cintamu..
seret aku kepengadilan cintamu..
dan biarkan aku terpenjara di didalamnya..
karena disana aku akan melihat senyummu..
senyum yang pernah kuambil dari hidupmu..

Maafkan aku sayang..
Maafkan atas sakit yang pernah kutitipkan untukmu..


Continue Reading...