Saturday, August 25, 2012

Uang, Bukan Kehidupan



Uang, duit, money, piti, duik, entah apa lagi namanya yang berbentuk kertas, receh, klintingan dan apalah ini memang adalah salah satu kebutuhan yang tidak bisa di nomor duakan. Urusan yang sering menyesatkan, sering membuat buta, sering jadi sumber utama sebuah gara-gara, Iya Uang!

Banyak sekali akhir-akhir ini saya punya ujian dengan uang, saya punya ujian tentang bagaimana saya harus bertahan tanpa uang. Bekerja tidak melulu dapat banyak uang, tapi bagaimana cara kita belajar bersyukur dengan apa yang kita dapat, banyak bahkan sangat sedikit.

Dulu, saya memiliki banyak uang ketika bekerja di Surabaya, karena memang orang-orang di belakang saya adalah orang-orang hebat dan selalu baik kepada saya. Namun, ketika berada di lain tempat, saya tidak memiliki banyak uang, saya bukan lagi saya yang dulu, tapi kenapa saya bertahan?



Nikmat hidup itu bukan semata karena uang, untuk siapapun  yang menganggap saya inginkan uang yang banyak, inginkan sebuah kedudukan, dan menginginkan saya ingin lepas dari pekerjaan yang selama ini saya tekuni, sesungguhnya.. Hanya ada satu jawaban, saya tidak hanya menginginkan uang, saya butuh ilmu, saya butuh sebuah penyegar iman, saya butuh orang-orang yang sholeha, saya haus ilmu agama dan saya pergi karena itu.

Jika alasannya adalah karena sayang, saya tidak pernah tidak menyayangi orang-orang yang saya kepada saya. Bahkan ketika ayah ibu saya tidak inginkan saya untuk kembali ketepmat ini, saya ingin memperjuangkan semuanya, saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa hidup dengan baik, jika bukan uang yang saya dapat dengan banyak, tapi Ilmu dan pengalaman begitu berlimpah dalam kehidupan saya.

Saya tidak tahu, saya harus bingung, mengeluh, ataukah bersyukur dengan begitu banyaknya tawaran kerja untuk saya, saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya, Uang.. Bukan satu-satunya kehidupan bagi saya. Begitu mudah dulu saya mencari uang, tapi Ilmu.. saya sulit untuk mendapatkannya. Namun sekarang, saya benar-benar tahu, bahwa hidup seperti ayam kampung yang mencoker makanan sendiri di kebun adalah sebuah usaha yang penuh dengan kenikmatan. Saya ingin merasakan sari pati kehidupan dengan gemblengan yang saya inginkan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 6)

Saya ingin meyakini segalanya, bahwa Allah telah membawa jalan hidup saya sedemikian rupa hingga saya mempunyai banyak pilihan yang tidak sia-sia.

1 comment: