Thursday, September 13, 2012

Komentar Dari Penggemar Rahasia

Sebuah kebetulan, ketika membuka blog sejak kemarin saya ingin sekali menulis dan menulis, tapi tidak ada satupun bahan ide yang singgah dalam benak saya. Kali ini saya ingin membahas tentang komentar seseorang di blog saya. Komentar yang lucu, aneh, dan saya pikir komentar yang membuat saya ingin marah tapi yang keluar adalah gelak tawa.

Ada banyak sekali orang yang berkomentar dan mengusulkan karya tulis pendeknya di blog jombloku. Dari sahabat blogger yang sungguh-sungguh ingin menyambung silaturahim, spammer, penggemar #*puke!, sampai orang-orang yang sebenarnya mau bilang saya ini cantik tapi mungkin waktu nulisnya sedang ngelindur :D.

Ini nih komentar dari penggemar rahasia saya yang mungkin sudah sering saya cuekin :D,

klik gambarnya biar kliatan gede

Eh.. ada yang aneh gak sih, dia bilang saya seperti waria tapi dia tidak menampakkan dirinya seperti apa. Pilihan untuk menggunakan Anonymous adalah kesalahan terbesar yang saya anggap adalah sikap munafik dan tidak bertanggung jawab.

Dan sangat kebetulan sekali saya barusan membaca novel ayat-ayat cinta dan di dalamnya ada kalimat, Allah saja memuliakan semua makhluknya sebagaimana telah di tulis dalam Al-Qur'an, Wa Laqad karramna banii Adam. Dan telah kami muliakan anak keturunan adam! Jika Allah saja telah memuliakan manusia , kenapa masih ada manusia yang mencaci dan melaknat sesama manusia? Apakah ia lebih tinggi martabatnya dari pada Tuhan ?

Jikapun memang dia harus berkomentar seperti itu, setidaknya saya di beri kesempatan untuk berkunjung balik ke blognya, facebooknya, twitternya mungkin, hanya untuk mengucapkan terimakasih saja karena dia membuat saya semakin bersyukur kalau Allah masih memberi kesempatan saya untuk di perhatikan orang lain.

Tapi masak sih saya kayak Waria hahahha... Saya ingin menganjurkan juga untuk memakai kacamata kuda, siapa tau nanti pandangannya kepada saya berubah lagi jadi kuda haha.. karena dia memakai kacamata kuda. Ketahuilah wahai Anonymous.. saya itu orangnya cuek, enggak ngurus, dan kebal apalagi dengan orang tanpa identitas yang jelas, percuma deh..

Sudah itu saja :D. Koreksi diri sendiri sebelum mengoreksi orang lain, jalan satu-satunya untuk tidak berkata buruk. Berkatalah baik, atau diam, Syukron.. :).

17 comments:

  1. tipikal orang pengecut...
    ngatain orang tapi anonim...

    sabar ya mbak inuel... masih ada Allah :)

    ReplyDelete
  2. wew, parah banget tuh orang,
    sabar yah mba Nuel :)

    ReplyDelete
  3. yang kaya gitu bukan orang. kalo orang itu bisa menghormati dan menghargai.

    ReplyDelete
  4. pengecut bgt ya org kayak gitu. Padahal kan bisa dibicarakan baik2, sebagai masukan or saran, jgn jd org yg iri begitu :D

    ReplyDelete
  5. Ah itu mungkin kerjaan orang iseng aja mba,jangan terlalu dimasukin di hati,salam kenal ya.

    ReplyDelete
  6. ahahaha,, iya ya.. lucu juga komennya. tapi, gak usah dianggap serius klo org yg ngomong gak serius. santai aja mbak ya :)

    ReplyDelete
  7. Hello.......... cwek imut, menurut gw sich u cantik, srs dech......... gw ga lg mimpi, bisa dibilang ok lah kalo jadi temen special u, eittttt........... jangan marah loch..........

    ReplyDelete
  8. seorang penghina memang ada di mana-mana karena memang mereka harus ada sebagi ujian dan juga cobaan untuk menaikan derajat,, sabar aja yah ba :)

    ReplyDelete
  9. enak punya penggemar rahasia ..
    coba ento orang brani sedikit mungkin bakal lebih bagus :d

    ReplyDelete
  10. legowo aje deh mbak, nyang sabar . . .
    untung saya anti pake anonim mbak

    ReplyDelete
  11. well, kalo dikatain waria sih mungkin aku juga ngga terima ya..., tapi kalo cantik ya ntar dulu ya....?? ;p

    ReplyDelete
  12. sabar yagh Mba Nul,,anggap aja anjing menggonggong kafilah berlalu..jalan2 ke blogku http://adhabeautywhitening.blogspot.com

    ReplyDelete
  13. beuh...
    kata"nya ga ngenakin banget >.<
    semoga Tuhan mengampuni dosanya..
    yg sabar ya mbak :)

    ReplyDelete
  14. dasar tidak mengerti sopan santun, tuch orang kayanya ga sekolah.

    ReplyDelete