Saturday, October 20, 2012

Aku Benci Merindukanmu

Kepada semilir angin yang membuatku selalu mengingat bagaimana sejuknya rerintik hujan yang menyapu seluruh ruang rindu dalam peradaban yang berbeda..

Tidakkah mampu kau sampaikan kembali, bagaimana segumpal rindu ini tiba-tiba menyerangku dengan membabi butanya. Ia buyarkan aroma wewangian itu dalam butiran rintik hujan yang tanpa sengaja angin menyentuhnya dengan begitu manja.

Bagaimana keadaan burung camar yang dahulu kutitipkan kepadamu.. bagaimana disana burung camar itu mampu hidup lalu ia kepakkan sayap-sayapnya yang dahulu ringkih setelah pergi bersamamu. Tidakkah ia merasa separuh nyawanya terbawa olehku, tidakkah ia merasa bahwasanya separuh dari sambungan-sambungan jiwanya telah hilang bersama menghilangnya dirimu atas diriku.

Satu hal yang tak pernah mengerti, kenapa angin membawa rerintik hujan itu menyapu wajahku.. Wajah yang tak pernah tahu sebelumnya semua tentangmu, camar. Wajah yang tak pernah ingin tahu tentangmu, Camar.

Mata ini sudah terlalu sendu untuk terus menitikkan butirannya. Mata yang kau basahi namun tak pernah engkau membawakan sepucuk sapu tangan untuk mengusapnya. Mata yang masih mampu menampakkan kebahagiannya ketika ia menemukan mu, Camar.

Benci di tengah kerinduan ini sungguh membuatku tersungkur.. Aku.. yang tanpa menyadarinya telah menjadi Ahlimu.. Aku adalah spesialismu.. aku adalah bagian dari sebuah kehidupan yang ingin kutinggalkan, camar. Hadirlah kembali.. karena aku begitu merindukanmu ditengah rerintik gerimis manis yang kembali menyapu pandangku tentangmu.. Aku merindukanmu.. saat ini.. dan nanti.

18 comments:

  1. duh mba.. malem-malem gini galau... move on dong hehehe.. aku nih lagi merangkai kembali dan menyusun puzzle-puzzle yang tadinya berceceran.. semangat mba.. keep smile :)

    ReplyDelete
  2. cakep banget kata - kata nya :)

    ReplyDelete
  3. Dalaaaaaaaaaam sekali ni mantaaap

    ReplyDelete
  4. salam Kenal Keren Tuh, kunjungi saya juga ya di sini
    Salam Blogwalker

    ReplyDelete
  5. kebencian berujung suka...
    hati2 makanya nuel klo benci orang, tar lama2 jd suka lho, hihihi... Btw, camar skrg dmn yak??? *pura2 mikir..

    nuel, tulisanmu makin cakep nuel... salut saya,,,ttp menulis ya...

    ReplyDelete
  6. mba inuel blog saya ganti lagi , yang kemarin lupa pasword nya
    http://aguzarielfebriansyah.blogspot.com/
    ini blog nya
    Plisss kunjungi yachhhh
    makasih ...

    ReplyDelete
  7. mba inuel ni blog saya
    http://aguzarielfebriansyah.blogspot.com/
    resep masakan semua mba ..
    hehe
    kunjungi yachhhhh

    ReplyDelete
  8. Jinta sejati datangnya dari kebencian. jika benci itu ada terus akan memberikan ingatan kepada orang yg dibenci. bandingkan kebencian terhadap orang tersebut dgn kebencian selain orang tersebut.
    banci berarti memberi ingatan.

    ReplyDelete
  9. Hello nul, gw datang lg. Nich.... Mestinya judul artikel u di ganti jadi "Aku Kangen Padamu" hehehe......... kali, sory nich, apa u udah hijrah ke jakarta, ga mau tinggal dibali lagi, apa bali ga seindah wajah u nul, hahahahahaaa.........................

    ReplyDelete
  10. jadi teringat saat2 remaja dulu :)

    ReplyDelete
  11. Mengapa engkau membenci merindukanku, padahal aku juga disini merindukanmu, Kebencian mu menanamkan luka di hatiku,

    ReplyDelete
  12. ane setuju ama koment diatas ane.

    Benci benci entar jatuh cinta

    ReplyDelete
  13. Masih jaman mbak,, galau"an :P
    hehehe...
    tapi kata-katanya indah mbak,

    ReplyDelete
  14. benci seseorang dan terjadinya rasa suka itu cerita yang sangat menyentuh karena terjadi pada kehidupan nyataku sendiri walau ceritanya agak berbeda.
    semangat ya mba
    salam kenal
    http://serumpun23.blogspot.com/

    ReplyDelete
  15. setelah baca diatas .. hatiku makin galau/// :D tingkat dewa

    ReplyDelete
  16. puisi yang cukup sedih... semoga hati penulis puisi ini tidak sama galaunya :D

    ReplyDelete