Thursday, March 21, 2013

The Pursuit of Happyness, Sebuah Perjuangan Hidup!


The Pursuit of Happyness, Sebuah perjuangan hidup, dan mungkin ini aneh karena saya menulis sesuatu yang enggak berhubungan sama sekali sama hati haha.. Begitu terlalu lebaynya blog jombloku ini karena itu, tapi ya sudahlah.. Biarkan saya yang tahu tentang semua ini, saya bahkan merasa sangat nyaman dengan apa yang saya tulis, Cinta.

Namun, film ini membuat saya merasa tidak sendiri, The Pursuit of Happyness yang menceritakan perjuangan hidup seorang ayah yang bernama Chris Gardner yang diperankan oleh Will Smith Pria yang menurut saya kurang beruntung pada awalnya, pria yang begitu mencintai anaknya Christopher ( Jaden Smith ). Dalam film ini juga digambarkan kalau kehidupan rumah tangga Chris tidak semulus dan sebahagia yang orang lain miliki.


Istrinya pergi meninggalkan dia karena Crish yang tidak memiliki banyak uang dan hanya bekerja sebagai amm yang saya tahu kemanapun ia pergi selalu membawa Alat Scanner Tulang. Begitu banyak hal buruk yang dia alami, namun satu yang membuat saya terhenyak.. Ketika sang Istri meninggalkan dia, anaknya tetap mau bersama dengan Chris. Dari kehilangan appartement, yang memaksanya untuk tinggal dimanapun, toilet sebuah stasiun hingga rumah singgah yang diperbutkan oleh ratusan orang yang senasib dengannya, hanya untuk tidur!

Perjalanan Bapak anak sebagai tunawisma yang juga awalnya menjadi seorang  salesman, menjual 6 mesin scannernya untuk bertahan hidup selama 6 bulan sebelum dia diterima di perusahaan pialang saham. Dalam moment ini, hal yang begitu menyentuh saat Chris di terima di perusahaan Pialang saham, ia meneteskan air mata sambil berlari keluar dengan bergumam "Inilah yang disebut Kebahagiaan".

Hah.. setiap kehidupan itu tidak selamanya mengalami masa sulit. Masa sulit dan kebahagiaan adalah sama-sama merupakan sebuah ujian, bahkan saya bilang, Kebahagiaan adalah ujian tersulit yang manusia hadapi. Mudah lupa bersyukur.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15) 

Dan.. sikap yang ditunjukkan oleh istri Chris adalah sesuatu yang menurut saya kurang mengasah kesabaran. Dalam kehidupan rumah tangga, ketika kamu menyetujui seseorang  menanggung kehidupanmu, menanggung bagaimana nasibmu dan bagaimana kamu kelak. Maka kamu juga siap menanggung bagaimana keadaannya kelak ketika dia mengalami masa-masa sulit, karena kehidupan tidak semulus jalan tol, tanpa liku-liku dan tanpa ada batu kerikil di tengah perjalanannya. 

Jadi.. Film ini tu... awalnya emang ngebosenin, but.. akhirnya kamu akan dibuat tersenyum dengan kata "Happyness". Sebuah Perjuangan Hidup yang berakhir Kebahagiaan!



No comments:

Post a Comment