Sunday, June 30, 2013

Empati? I Don't Care!



Tau Empati.. ? tau lahhhh.. itu yang jaringannya lancar *katanya*, provider terkenal di satu perusahaan komunikasi dan identik dengan warna merah serta merangkul ratusan artis yang tengah naik daun. Kamu pikir duit dari mana tu sampe bisa bayarin artis-artis papan atas untuk demi ngiklan, Eh masak sih itu namanya empati, bukan ya.. haha... ternyata saya salah. Inilah ke Nggak jelasan saya, bermula dari hal-hal yang gak jelas, dan inilah saya yang emang enggak pernah ada jelasnya sama sekali, biarin dah.. Kalo jelas bukan Inuel namanya :p.

Ok.. saya gak mau memperpanjang ketidak jelasan saya pada paragraf berikutnya, saya hanya akan menulis dengan dan apa yang pernah saya rasakan. Ada lo orang yang ngasih kritik sama saya kalo tulisan saya itu membosankan, gak layak baca dan sedikit aneh, isinya keluhan doank. lah saya jawabin.. kalo saya ini gak punya keluhan, saya gak pengen nulis'e.. gimana mennn.. dari pada enggak punya Blog, weeeekkkk... Yah.. Gak jelas  lagi deh di paragraf kedua haha.. I'm Sorry ^_^.

Begini, pada dasarnya.. Empati menurut kamus bahasa Indonesia  adalah Kondisi mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam perasaan yang sama dengan orang lain. Nah sekarang biar saya yang menjabarkan dengan apa yang saya ketahui, so.. jangan protes ya... Saya tipe orang yang males dengerin omongan-omongan yang sok penting dan belibet *siapa peduli*.

Sejak Umur 14 tahun, saya sudah berlatih bagaimana mengasah empati. dari sebuah keterpaksaan yang sangat tidak saya sukai, saya membencinya dan saya nggak ngerasa jadi diri saya sendiri yang kemudian Empati itu terasah dengan sendirinya. semakin tajam dan saya bersyukur karena pernah terpaksa melatihnya, walaupun dulu sangat menyebalkan plus menyakitkan. Emm... bisa di sebut.. itu hanya sebuah awal kemudian memberi buah begitu luar biasa dikehidupan saya selanjutnya.

Diumur yang sewajarnya anak-anak masih bermain dengan teman sebayanya, menikmati bangku sekolah, belajar, membaca, melihat guru-guru. Waktu-waktu seperti itu yang selalu saya bayangkan saya dapat mengulangi umur saya dengan keadaan yang baik. Ah.. andai saja.. Andai Saja... waktu bisa memberi kesempatan kepada saya, waktu memberi saya sedikit saja jedanya, memberi kelonggaran kepada pemikiran-pemikiran saklek yang bodoh, oon dan membelenggu, anda saja..

Tapi ya sudahlah.. semua orang punya jalan hidup yang jauh lebih berharga dari apapun jika dia mampu bangkit dan terus melangkah dalam kadaan yang semakin baik. Saya sudah lupa bagaimana caranya menyesali waktu-waktu yang kurang menarik dalam hidup saya sekarang, saya sudah sangat lupa karena begitu banyak hal baik yang saya dapatkan setelahnya.

Rasa Empati akan tercipta kepada sesama, mungkin.. adakalanya kita enggak nyaman dengan apa yang kita lakukan, kita ngerasa enggak jadi diri sendiri jika harus begini dan begitu, but... inilah kehidupan sosial, kehidupan yang tidak mungkin sendiri, kehidupan yang menuntut kepedulian, menuntut empati dan banyak lagi tuntutan-tuntutan lainnya.

Em.. Saya punya beberapa Fakta yang menurut saya unik, menarik dan kalau saya pikir-pikir... Sayalah pelaku utamanya dalam sandiwara ini. Ternyata.. Selama dalam kehidupan masih ada yang menanggung hal-hal kecil atas diri seseorang, dia tidak akan pernah menjadi dirinya sendiri. Ya.. Dia tidak akan pernah menjadi dirinya sendiri termasuk dalam hal waktu, Karena.. dalam kehidupan seperti ini, Empati kita benar-benar di uji, kita yang harus tahu bagaimana mendahulukan urusan-urusan orang lain di bandingkan urusan kita sendiri, berat, memang berat.. namun setelah kamu menjalani kehidupanmu sendiri, kamu akan tahu bagaimana nikmatnya menjadi dirimu sendiri.

Jika dalam masalah ini kamu tetep memaksakan diri untuk selalu mengikuti "apa maumu" dan mungkin istilah "Be Myself" saya yakin, orang disekitarmu tidak akan menganggapmu sebagai orang yang memiliki empati, dan.. mereka akan menganggapmu tidak peduli dengan urusan-urusan mereka.

Dari pengalaman yang sudah membuat saya belajar banyak, tidak usah ribet ngurusin Empati, bilang sama dia, Empati? I Don't Care! Tapi... bagaimana kalau kita mengoreksi tentang kata "tau diri" Yap... Empati itu gak penting, tapi Tahu Diri itu jauh lebih penting. Dengan tahu diri kita akan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan apapun, situasai bagaimanapun dan tempat seperti apapun. Dengan tau diri kita jauh lebih bisa ber-Empati dengan sesama, itu tujuannya :).

Sudah siap memberi pertanyaan kepada dirimu sendiri, "Aku.. Udah tahu diri belum sih dengan si ini dan si itu?" Jalan terbaik untuk seseorang adalah mengoreksi kesalahannya sendiri, bukan kesalahan orang lain. Belajar memperbaiki semuanya yuk.. saya juga sedang belajar :). 

No comments:

Post a Comment