Monday, June 3, 2013

Pondasi ketulusan itu, Berat!

Dan tidakkah indah kupu-kupu yang menari-nari di bebasnya dunia itu dengan kilauan sinar mentari siang yang begitu memanas kecuali bulir bulir sayapnya yang tiba-tiba jatuh sedikit demi sedikit dan mengenai wajah kita.

Mereka bilang.. Cinta hanyalah sebuah kata tanpa apapun, hanya sebuah kata sampai seseorang datang memberinya makna. Begitu ajaibnyakah cinta itu. Mungkin seperti itu cinta yang diberikan Allah kepadaku, cinta yang unik, cinta yang aneh dan cinta yang hanya rasa, hanya kata dan hanya sebuah ungkapan yang berjejer rapi dalam barisan blogku, kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf bahkan hingga Post demi post sampai lelah tangan ini menorehkannya. Sampai hati ingin berhenti memikirkannya, sampai jiwa ini sering sekali menuntut mencari penggantinya.

Ah.. mungkin saja waktu itu aku hanya ingin menikmati semuanya, Rasa yang setengah hampa namun memiliki banyak nyawa. Jiwa yang sudah semakin lemah namun ternyata ia menuntut seberapa lama kekuatan itu akan datang. Dan hati yang ingin berhenti mencintai, namun disanalah ujian itu datang dengan sesungguhnya. Ujian dari sebuah ketulusan yang berpondasi putus asa dan keinginan untuk segera pergi dan lari dari perasaan yang lama terpendam, diam, membisu, tak bernyawa hingga kamu datang mempertanggungjawabkan semua rasa sakit yang telah kamu ukir dalam hidupku, Rasa sakit yang tak kamu sadari dan tak pernah kuungkapkan.

Ah cinta.. kini kamu begitu bermakna dalam hidupku, dan hanya lewat tulisan-tulisan inilah aku menyampaikannya. Aku yang romantis, aku yang bebas, aku yang memiliki banyak ruang untuk mengungkapkan perasaan, dan aku yang selalu melihat.. hanya melihat tanpa berkomentar hingga rapuh sampai mereka bosan. Dan memang.. membangun sebuah pondasi ketulusan itu memang berat, berat yang tak pernah kita tahu dimana berakhirnya. Semoga hanya bahagia.. seperti ketulusanku kepadanya.. ketulusan yang tak pernah mereka tahu.





1 comment:

  1. nyaman dan mengalir tulisan anda. anda memang berbakat.

    ReplyDelete