Saturday, July 20, 2013

Aku adalah kamu, Kamu adalah aku

Bertahi lalat pas ditengah antara kedua alisnya, rambut tergerai indah memanjang memiliki badan yang enggak ada syarat untuk jadi artis dan.. hidungnya kecil, hanya seperti di tempel di atas pipi datar yang berjerawat, tepatnya bekas jerawat. Alis yang tebal itu melengkapi mata sipitnya yang memberi kesan apik di wajahnya yang bulat namun tak sebulat piring kotor bekas gado-gado ;).

Awal bertemu dengannya.. Dia begitu anggun dan cantik. Memiliki badan yang dulu sangat indah. Kaos ketat dan hot pants santai dan berteriak-teriak manggil-manggil anak asuhnya. Dia adalah seorang Baby Sitter senior dan aku datang sebagai seorang pembantu rumah tangga junior, didunia ini semua ada tingkatannya bukan? Anggap saja begitu.

Awal bertemu, saya kira dia adalah anak majikan yang akan merepotkan kerjaan saya, tapi ternyata kamarnya dan kamar saya sama yang terakhir kutau, mereka memanggilnya Endang. Orang yang pandai banget ngibulin orang lain tanpa kliatan kalo lagi ngibul ini bener-bener sampai sekarang masih menjadi sahabat saya. Saya gak tau.. kenapa orang pembohong seperti dia bisa membuat saya nyaman. Saya pikir.. dialah orang yang paling mengerti bagaimana saya luar dalam, apapun itu, dia tau bahkan sangat tau.

Saya gak tau bagaimana seorang sahabat itu bisa menjadi sahabat bagi orang lain. Bagaimana seseorang yang lain  menjadi bagian dari diri orang lainnya, aku adalah kamu, kamu adalah aku saya pikir kami bisa melakukan semuanya. Hah.. hanya tingga sebentar lagi, saya akan menemukan sahabat baru yang akan menggantikan posisinya atau bahkan jauh lebih baik dari dia. Juga Seorang sahabat yang akan jauh lebih mengerti saya suatu hari nanti, InsyaAllah.

Saya berfikir, Seorang sahabat itu harus membawa sahabatnya kepada kebaikan. Mungkin dia dan saya bukanlah orang baik, tapi kami bisa menjadi baik untuk orang lain. Sikap dan watak baik buruknya seseorang tidak boleh di tentukan dari bagaimana pendidikannya, bagaimana orangnya apalagi diukur dari status.

Beberapa jam terakhir saya membaca buku pernikahan yang di hadiahkan seorang teman dari Bali, Alhamdulillah bukunya bagus, menginspirasi untuk jadi bagaimana seorang wanita seharusnya bagi rumah tangga dan suaminya. Namun, satu yang saya kurang menyukai tulisan yang mengulas sisi-sisi buruk seorang pembantu, hanya sisi buruknya. Dalam buku itu, penulis dengan sangat terang menggambarkan, seorang pembantu yang memiliki sikap tak terpuji dan berkelakukan buruk.

Hey.. kamu mau jadi pembantu, mau jadi bos, mau jadi karyawan, mau jadi tukan batu, tukang semen, dan banyak lainnya. Saya tekankan, Tidak semua profesi yang identik dengan orang rendahan itu pasti memiliki sikap dan kelakuan yang kurang! Semua kembali kepada setiap individu, kamu mau jadi bos bisa saja memiliki sikap seperti orang yang kamu kira rendahan itu ataupun sebaliknya. Ah.. saya hanya sedang dan selalu emosi kalau mengulas bagaimana kaum saya dulu dilihat dari sisi buruknya, saya juga pembantu, saya gak malu, dan saya memiliki perilaku yang baik dan jujur, gak percayakan?? Ya Sudah, orang kita juga gak kenal haha..

Turu Ah.. wes bengi, c u .. *Penulis agak edan*


1 comment:

  1. garuk-garuk kepala baca tulisanmu ini sayy, ora mudeng :D

    btw, ramadannya di mana? jgn di kamar terus yaa :p

    ReplyDelete