Saturday, January 4, 2014

Sulitnya Memahami Diri Sendiri


Dan.. akhir-akhir ini memang saya sedikit bingung dengan apa yang harus dilakukan dan apa yang sebenarnya harus menjadi tanggung jawab saya. Tiba-tiba aja saya kehilangan banyak energi, kehilangan banyak ide, kehilangan banyak, bebek, ayam, angsa, bangau dan hewan-hewan lainnya.

Sikap saya yang selalu mudah -iri- kepada orang yang lebih pinter, lebih kreatif, lebih bisa, lebih paham, lebih sholeha, leebih berjilbab lebar, lebih tertutup, punya apa yang tidak saya punya. Adlah sikap yang begitu kekanak-kanakan, padahal anak-anak aja  bisa bersikap dewasa dan mengerti ya.

Sejak saya menjadi seorang yang punya nama Inuel -yang sebenarnya tidak pernah saya setujui- saya seolah memiliki hal yang sedikit aneh. Mungkin karena saya yang belum dewasa atau memang kedewasaan itu punya waktu kapan dia dateng dan kapan dia pergi, atau mungkin memang jadi dewasa itu hal yang paling merepotkan dalam sejarah perduniaan yang gak akan pernah saya pahami.

Yang saya pahami dengan keadaan saya sekarang hanyalah, saya belum menemukan diri saya yang sebenarnya. Saya masih mencari siapa saya yang sesungguhnya dan bagaimana saya harus menyikapi semua perbedaan, semua kelebihan orang lain dan milik orang lain yang tak akan pernah menjadi bagian dari hidup saya.

Ah... Jadi dewasa memang sulit, sulitnya adalah tidak bisa melepaskan kesulitan dengan keihlasan. Penerimaan diri sendiri menjadi kurang yang berakibat enggak adaanya lagi rasa Percaya diri, dan enggak semakin mengecilnya ke-minderan yang ada dalam jiwa seseorang.

Tugas saya sekarang sudah berbeda, saya adalah seorang istri dari orang yang saya sayangi, bagian hidup saya, belahan jiwa saya, tambatan hati dan penumpah segala ke-tidak-stabilan jiwa saya sekarang. Dia gak pernah lupa, dan dia orang  pertama dan satu-satunya yang paling special dalam hidup saya.

Saya bahagia punya kamu, saya bahagia karena kamu, dan kebahagiaan itu semakin lengkap ketika kamu melupakanku untuk sesuatu yang aku sukai. Saya.. Mencintaimu, dan terimakasih untuk penerimaan ini, sebuah penerimaan yang mungkin saya sendiri belum bisa menerimanya.

Saya memang belum bisa menjadi wanita yang sempurna buatmu, tapi saya akan berusaha untuk menjadi jauh lebih baik untuk kita, keluarga kita dan nanti.. Anak kita #saya sudah sudah sudah sangattt pengen segera menggendongnya dan memanggilmu dengan sebutan yang begitu mengagumkan, Ayah#.

7 comments:

  1. Semoga apa yang diinginkan segera di kabulkan oleh Allah, Aamiin!
    Masa kedewasaan cepat atau lambat pasti datang, masing-masing orang berbeda!

    ReplyDelete
  2. semoga dengan keinginan yang kuat bisa memacu menjadi seorang muslimah seperti siti fatimah azzahra atau wanita dizaman para sahabat serta bisa menjadi mendewasa sifat sifat yang ada pada diri mbak

    salam kenal

    ReplyDelete
  3. Siapapun orangnya pasti pernah mengalami hal semacam itu mbak Inuel...dulu aku juga mengalami sampai pertengahan di kuliah. Menurutku yang dapat menuntunku ke arah diriku yang sebenarnya adalah ketika aku mulai menekuni belajar Qur'an dan Hadist Nabi secara tekun. Alhamdulillah, Semakin lama semakin mantap pada diri sendiri. Salam...

    ReplyDelete
  4. menginspirasi mbak, semoga mereka yang kesulitan dapat terbantu :)

    ReplyDelete
  5. Terbaca jelas, anda orang yang punya kepribadian dan keinginan kuat, tapi juga mau muhasabah diri dengan tulus. Tentang iri pada masalah kebaikan, itu justru dianjurkan agama. Seingat saya, Rasulullah saw. pernah bersabda: "Tidak diperbolehkan seseorang irihati, kecuali pada tiga perkara: pada orang kaya yang dermawan, pada orang yang pandai/rajin menuntut ilmu dan.... (maaf lupa)". Semoga anda tetap istiqamah dan tawakkal, amin...

    ReplyDelete
  6. Memhami diri sendiri memang sulit, terkadang kita disibukkan untuk mencari tahu tentang orang lain. Sehingga klita lupa dengan diri kita sendiri. Bertafakur kepada Allah, bersyukur, istiqomah dan tetap tawakal. Allah Maha besar, yakinlah semua yang ada pada diri kita seharusnya kita gunkakan untuk beribadah pada Nya

    ReplyDelete
  7. Sebagai mahlukNya, kita harus mampu menjawab 3 pertanyaan dasar

    Darima kita, untuk pa kita hidup dan mau dibawa kemana hidup kita ???

    Hehehe, mbak inuel tetep istiqomah ya, Allah selalu bersama kita. Aamiin

    ReplyDelete