Monday, September 29, 2014

Pasca Melahirkan, Jangan Percaya Mitos

Nyelfieh.. bareng Kinza
Moment hamil kemudian melahirkan adalah waktu-waktu yang sangat membahagiakan untuk pasangan suami istri yang baru menikah khususnya wanita yang menjadi seorang ibu baru bagi anak pertamanya. Dan moment bersama bayi mungil untuk hari-hari yang baru adalah moment yang gak bisa dilupakan oleh semua wanita yang baru menjadi seorang ibu. Tapi.. ada tapinya ya... biasanya, kalau orang baru melahirkan pasti disuruh pulang dulu kerumah ibu/mertua kalau berada dekat dengannya. Dan.. tau sendiri kan, orang tua yang berbau jaman dahulu pasti banyak kenal dengan mitos-mitos yang menurut saya tidak ada landasannya, malah terkesan sangat-sangat sangat aneh.

Waktu itu.. saya hampir 2 bulan tinggal dirumah mertua karena Kinza yang lahir prematur dan sangat kecil dan karena memang saya disayang mertua haha... Berhubung mertua saya orangnya lumayan terkenal di daerahnya, banyak yang datang menjenguk cucunya. Dan apa yang saya dapat, penasaran ? #MalesBangetDeh# :))

Pertama.. Saya mendapatkan banyak tambahan kosakata bahasa Lombok, karena suami memang sebenarnya memang keturunan orang Lombok. Ya... gak banyak sih.. tapi lumayan, tau dikit meski agak pengen ketawa gimanaaaa gitu dengernya, gak biasa soalnya haaahaaa...

Kedua, Tentu saja saya mendapatkan banyak pemberian dari tetangga mertua saya, dari sabun bayi, sabun cuci, diapers, tisu basah, kue, dan lain lain, dan lain lain. Umum sih begitu, di tempat saya Wonosalam juga begitu :D.

Ketiga, tentu saja yang paling berkesan.. saya mulai mengenal banyak orang dan mulai banyak nasehat. Ya iyalah.. secara saya ibu baru yang harus nerima banyak wejangan dan saya harus dengerin itu, pengalaman saya menjadi baby sitter-pun rasanya enggak di ketahui sama ibu-ibu atau nenek-nenek tetangga mertua saya.  Tapi, kecuali satu, kata-kata itu saya anggap sebuah mitos belaka, tidak ada landasan dan hubungannya dengan apa yang saya alami, saya hanya anggukkan saja tanpa menjalankan.

Sudah banyak saya nerima mitos-mitos waktu hamil, dan saya sudah menebak pasti lebih banyak lagi mitos-mitos pasca melahirkan. Bahhkan ibu kandung saya sendiri saja masih memberikan beberapa nasehat yang berbau mitos. Tapi ya sudahlah.. Saya yang muda, harus menghormati nasehat orang tua meskipun saya enggak pernah percaya dengan kata-kata yang saya anggap mitos. Beruntung ada tempat tanya yang InsyaAllah tau banyak tentang hukum-hukumnya, jadi saya gak perlu canggung :D. Thanks for you my Hubby :*

Intinya... jangan terlalu percaya dengan mitos jika tidak ada landasan hukum agama yang kuat. Orang tua tetap harus di hormati tapi untuk percaya lebih-lebih menjalani, jika kita tahu itu hanya mitos, jangan dilakukan. Kalau mau ya.. Monggo saja, kan hak masing-masing individu. Inikah tulisan saya.. jadi ya Hanya menurutku saja... 

1 comment:

  1. Sama kayak aku,
    waktu ngelahirin tinggal di rumah mertua juga kayak gitu.
    Mitosnya bener2 nyebelin sampai ada yg berbau syirik. Kalau udah sampai ranah syirik biasanya aku tolak mentah2.

    ReplyDelete