Saturday, November 8, 2014

Budaya Menyuguhkan Kue Kering

Aneka kue kering seperti kastengels ataupun nastar biasanya menjadi kue yang disajikan tidak hanya pada saat Hari Raya Lebaran tapi juga pada hari-hari biasa. pasalnya kue kering semacam itu memang nikmat menjadi kudapan. Menjai teman ngopi atau ngeteh sambil santai. Sepertinya ada yang kurang jika di atas meja ruang keluarga kita tidak ada kue kering seperti itu. selain untuk dikonsumsi sendiri kue seperti itupun selalu menarik hati apabila disajikan jika ada tamu yang berkunjung. Karena itulah adanya kue kering dirumah selalu dibutuhkan.

Begitu juga pada saat Hari Raya Lebaran dimana tamu-tamu, baik itu tetangga maupun saudara datang bersilaturahmi, kue kering sudah seperti kewajiban untuk disuguhkan. Pasalnya menurut saya kastengels dan nastar adalah pasangan kue kering yang sempurna. Yang satu rasanya asin dan yang satu lagi rasanya manis. Jadi, apapun preferwnsi rasa kue kering anda, baik itu asin maupun mansi, dapat terwaikili oleh dua kue tersebut. Bukan saja terasa kurang jika di rumah tidak ada kue kering.
Tapi jika yang ada hanya slah satu pun rasanya akan tetap kerang. Karena itulah pada umumnya orang menyediakan aneka kue kering berupa kastengels dan nastar. 

Kebiasaan menyuguhkan kastengels dan nastar sudah menjadi budaya bagi kita pada setiap kesempatan. Padahal pada awalnya bukan kitalah yang menciptakan kedua kue tersebut. Tapi saya yakin kita menikmatinya bukan karena kita ikut-ikutan bangsa Belanda yang dulu tinggal di Nusantara, namun semata-mata karena memang rasanya enak.

No comments:

Post a Comment