Tuesday, February 17, 2015

Uang? Tidak Selamanya

Rasanya.. Sudah sangat lama saya tidak membiarkan hati kembali melukiskan rasanya. Karena dia yang menjadi penggoyah segala macam pemikiran sudah berpindah menjadi dunia nyata. Inilah yang disebut dengan ketenangan batin yang tidak pernah tergantikan oleh apapun, termasuk uang. Mereka bilang, uang bisa membeli kebahagiaan, dengan uang segalanya mudah, tapi hati saya terus belajar tentang seberapa besar nilai uang dalam sebuah kebahagiaan.

Uang tidak dapat membeli senyum, kecuali untuk mereka yang menginginkan senyuman palsu dan jauh dari ketulusan. Melihat bibirnya menyungging senyum tanpa beban, adalah sebuah bahagia yang mungkin tidak dimiliki oleh mereka yang memiliki banyak uang.

Contoh lain adalah, uang tidak sebanding dengan kesederhanaan. Bukan berarti saya tidak mau uang, saya juga seneng cari uang, karena dengan uang juga saya bisa membahagiakan anak serta orang-orang yang saya sayangi termasuk saya sendiri. Tapi, kesederhanaan ternyata mampu mengakahkan uang. Alih-alih ingin membahagiakan anak saya Kinza, saya belikan dia mainan dengan uang pastinya ya.. Tapi ternyata apa, Kinza tidak begitu menyukai mainannya.

Malah, ketika ia bermain air saat dimandikan serta masuk didalam tong cucian sambil gebukin galon, kebahagiaan dan senyumnya lebar sekali. Bahkan, aktivitas ini tidak pernah membuatnya bosan dan selalu mampu mengalihkan perhatiannya saat sedang pengen nangis.

Begitulah sebenarnya peran uang dalam kehidupan. Jika niatan memiliki banyak uang hanya untuk ditumpuk dan ditumpuk, saya yakin.. haus akan memiliki banyak uang semakin menggelora. Suami saya bilang, "semakin kaya seseorang, semakin sulit mengeluarkan uang untuk bersedekah" ya gak si?. Jadi.. sebelum kaya kudu membiasakan sedekah, terutama dengan barang-barang yang disukai. Nanti kalau jadi kaya biar nggak kaget hahhaa... #moduessss#.


No comments:

Post a Comment