Tuesday, November 17, 2015

Jangan Ragu Ketika Memilih Untuk Diam

Betapa senangnya seseorang ketika kamu mulai menjalani kehidupan yang tak baik. Melihatmu tak beres dan berantakan serta tidak mendapat kebahagiaan. Kira-kira, orang seperti apa yang menginginkan kehidupan orang lain tidak baik kemudian secara sengaja dan disadari dalam diam, dia bahagia dan merasa senang. Kira-kira juga, orang yang bagaimana yang memiliki sikap seperti itu. Pasti ada banyak orang diluar sana yang memilikinya, atau mungkin, salah satunya adalah saya.

Ketika ego sangat-sangat membuat saya berpikir keras untuk menghentikannya. Itulah mengapa saya lebih suka berbicara melalui tulisan yang ada diblog ini, karena saya tidak membatasinya. Saya meluangkan apa yang menjadi beban pikiran saya dengan cara rahasia. Bahkan, mungkin yang tidak sengaja membaca tulisan ini pun akan sulit mencernanya. Ya.. itulah blog ini, sejak dulu. Rahasia dalam rahasia.


Beberapa kali mungkin saya pernah merasakan hal-hal yang sudah saya tulis diatas. Itu dulu, ketika saya masih sendiri dengan seribu perasaan tak menentu. Tapi apakah semuanya sudah tidak ada sekarang, masih! Hati ini sudah saya latih sedemikian hingga untuk terus mempelajari hal-hal yang baik setiap harinya. Melakukan hal-hal baik dan menghilangkan kedengkian yang masih saja hati ini punya. Semuanya tidak mudah, hanya terbesit saja saya sudah merasa harus menghentikannya.

Pikiran dan orang macam apa yang bahagia ketika orang lain sedang menangis. Saya bahkan tidak bisa berpura-pura memakai topeng wajah yang menyembunyikan wajah asli saya. Saya juga memiliki sisi buruk yang mungkin tidak orang lain tau. Sisi dimana hati saya menyimpan kebencian, ketidaksukaan serta cibiran-cibiran yang lain. Setiap orang memiliki sisi gelap yang harus mereka lawan setiap harinya.

Tidak mungkin tidak seseorang hanya memiliki hati yang berisi kebaikan saja. Mungkin mereka tidak pernah mengakuinya. Jika terlihat baik saja, saya pikir seperti sinetron yang sedang menjalani perannya. Yang jahat hanya terlihat jahat tanpa ada sisi baiknya sedikitpun, kebalikannya yang baik hanya melakukan kebaikan dan tidak ada sisi jahatnya sedikitpun. Bukankah itu sudah seperti sinetron Indonesia saat ini?

Padahal, manusia memang memiliki dua sisi yanga berbeda dalam dirinya, dua sisi yang terus berseberangan, tinggal bagaimana kita berusaha selalu memenangkan sisi yang baik dalam melakukan segala hal, itu yang sebenarnya kita perjuangkan setiap hari. Dalam hal ini, mungkin cerita dalam film Inside Out mewakili segalanya. Jiwa dan hati kita memiliki berbagai macam perasaan. Marah, sedih, gembira, bahagia, konyol semuanya ada didalam diri kita. Mereka harus dikeluarkan sesuai posisi dan kondisinya, mereka harus ada ketika dibutuhkan.

Ketika salah satu komponen menghilang dalam diri kita, keseimbangan itu akan hilang. Kita butuh sedih untuk melunakkan sesuatu, kita butuh sedih untuk menyadari sesuatu, dan kita butuh marah untuk alasan agar kita bisa bersedih. Tidakkah itu semua berhubungan? Jika tidak ingin marah, kehilangan juga bisa menciptakan kesedihan. Kebahagiaan tanpa kesedihan, hanya sebuah omong kosong belaka. Kita butuh menghadirkan kesedihan, maka bahagia itu akan ada setelahnya.

Jika keseimabangan dalam diri kita tersebut mulai kacau dan menghasilkan pemikiran-pemikiran negatif, jangan ragu ketika hatimu harus memilih untuk diam. Dengan begitu, ia akan kembali berpikir, bahwa manusia memang begitu adanya, memiliki dua sisi yang berseberangan dan harus dijaga keseimbangannya. Bukahkan hidup akan terasa jauh lebih bermakna ketika kita menghargai perasaan-perasaan yang ingin hati kita ungkapkan? Terimakasih telah menjawab iya :)

3 comments:

  1. Aku kalau marah pengennya diem tapi gatel kadang pengen ngerusak sesuatu

    ReplyDelete
  2. Diam itu emas, jika diam digunakan utk aktif mendengar dan mengolah apa yang didengar.

    ReplyDelete