Wednesday, February 17, 2016

Lombok, Tunggu ya..

Liburan,identik dengan bersenang-senang dan menghabiskan uang :D. Ya.. Saya sendiri gak begitu sering liburan karena memang belum punya uang lebih untuk liburan. Meskipun, sebenarnya liburan itu hal yang diperlukan juga sih, cuma kalo gak ada uang ya mikir-mikir kan.

Mau ini itu jadi gak bebas karena masih memiliki beban di kepala, besok makan apa? Haha... Maklum saja, berumah tangga bagi pasangan baru memang butuh perjuangan. Kecuali bagi mereka yang udah kaya sejak lahir :p. Mau kemana aja bisa dan kapan aja oke. Tapi, hal-hal seperti itu bukanlah sesuatu yang perlu saya irikan. Saya hanya iri dengan orang-orang yang lebih baik dari saya di aliran agama dan kehidupan rumah tangganya yang baik dalam hal keharmonisan.

Liburan ke Lombok

Emm... sebenarnya, rencana ke Pulau Lombok bukan yang saya rencanakan karena budget sudah diatus dan direncanakan untuk mudik si Mas ke Kalimantan guna ngurus banyak hal. Jadi, gak ada uang lebih untuk yang lain. Ke Kalimantan butuh budget yang gak dikit, belum lagi urus ini urus itu. Jadinya, saat bulek di Lombok ngasih kabar kalau anaknya akan menikah tanggal 25 besok, kita woles aja :D. Eh tapi.. tiba-tiba mama mertua telpon dan tanya,

"Gak ikut ke Lombok besok?"

Saya spontan jawab " Gak punya uang ma, gak ke Lombok jadinya"

"Masaaakkk gak punya uang, -mertua saya gak percaya haha-"

"Iyaaa.. uangnya mau dipake pulang ke Kaltim, jadi gak ada lagi"

"Berapa tiket ke Lombok, orang dari Juanda tinggal lurus aja" -Wahhh.. mama mertua tanya tiket, jangan-jangannn.. hahaha-

"Gak sampe 300 ribu, jawab saya"

Beli aja sudah, nanti mama kirimkan uangnya..

Dan benar, besoknya ada uang masuk dari mama mertua untuk beli tiket ke Lombok. Alhamdulillah..

Sebenarnya, saya gak mengharap minta sama mama mertua, pasalnya kami belum bisa ngasih lebih karena masih banyak yang harus diselesaikan. Keuangan kita belum stabil. Jadi ya.. malu rasanya kalau harus sering dikasih. Tapi apalah, kita jadikan ini sebagi pinjaman tersembunyi. Meskipun, kita gak bakaln bisa bayar ke orang tua dan mertua dengan seberapa banyakpun uang.

Mendadak Banyak Kebutuhan

Traveling juga butuh uang, gak cuma berangkat. Saya membutuhkan beberapa peralatan seperti tas traveling, handuk mandi extra, baju untuk Kinza karena gak pernah saya belikan baju sebelumnya, bukan gak pernah dink, jarang-jarang karena sudah dibelikan banyak dari saudara-saudara. Sayang kalau beli baju banyak, anak balita cepat tumbuhnya, jadi ya kita bersikap untuk tidak boros saja. Gaya selalu menuntut berapapun uang yang kita punya tanpa banyak manfaat, kan?

Selain itu, saja juga harus ngecilin gamis yang sudah saya beli beberapa waktu lalu karena sangat kepanjangan. Perlengkapan Kinza sih yang lebih banyak, kalau kami berdua, seadanya saja.

Jadi.. InsyaAllah rencananya, tanggal 24 kita akan pergi ke Lombok. First time untuk saya jalan ke sana. And.. I think, setelah menikah, saya merasa jauh lebih bisa membeli apa saja yang saya inginkan. Saya bisa merawat diri dengan kosmetik yang gak biasa dan saya bisa keluar kemana-mana. Jadi, memanglah benar menikah itu membuat kita kaya, tinggal bagaimana menyikapinya saja, bersyukur.. itu yang harus selalu dipelajari dan dijalani.

10 comments:

  1. Yosa Inuel, semangat -test komentar hahaha-

    ReplyDelete
  2. Selamat jalan-jalan ya Inuel, benar banget... pasangan muda memang harus mengatur segalanya dari awal spy nanti kehidupan berjalan baik sesuai harapan. :)
    Ditunggu cerita2nya dr lombok ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap Mbak, InsyaAllah nanti kumpulin foto-fotonya :v..

      Delete
  3. Asyk... aku juga pengen punya Ibu mertua yang baik seperti itu ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anaknya yang jadi suamimu nanti punya sikap kayak gitu, kayaknya mirip deh sama mamanya :D, Aamiin yaaa

      Delete
  4. Wah aku juga merasakan hal yang sama. Setelah menikah malah jadi sering jalan2 , haha.

    ReplyDelete
  5. Hihihihi. Rejeki emang dateng Dari mana aja ya mak.
    Selamat berlibur ke Lombok ya:)

    ReplyDelete
  6. Kelombok ceritanya, kenapa ga bilang2 kalau ke lombok? Lombook.com siap membantu lho... Hehehe

    ReplyDelete