Friday, February 12, 2016

Nyinyir Masalah Sayur Bening

Ya.. memang, yang namanya manusia selalu ada aja yang diomongin. Gak peduli itu orang lain ataupun saudara sendiri. Saya adalah tipe wanita yang gak suka ribet. Suami saya sendiri pun tidak memperbolehkan saya melakukan hal-hal yang ribet, termasuk juga dalam masakan. Menu utama kami adalah, sayuran yang banyak.

Di Jawa ini, sayuran super murah meriah dengan kwalitas yang bagus. Pedagang sayur pun banyak, jadi tinggal pilih aja yang barangnya bagus-bagus. Meskipun kadang saya juga belanja di tempat yang kurang bagus karena alasan tertentu. Nah.. kesukaan saya adalah beli sayuran hijau seperti bayem, kangkung, kacang panjang, sawi dll.

Kebetulan, rumah kontrakan saya berdekatan dengan rumahnya Om saya, adeknya ibuk. Mesti tiap mampir kesana, saya ditanyai:

"Masak opo nuel?"

Sayur bening, jawab saya jujur. Dan kadang malah dia sendiri yang langsung jawab petanyaannya karena memang selalu itu jawaban saya ehehehe. Dan masalah sayur bening ini ternyata dibawa sampai kerumah nenek saya di desa. Ibu saya sendiri juga kalau masak simple banget, sayur bening every day, every time. Dan mereka beralasan,

"Pantes, sayur bening terus, keturunan ternyata "

Hahaha.. saya sih gak ngurusin ya apa kata orang-orang itu. Yang saya tau, saya masak sayur yang sehat dan mengandung banyak gizi. Lauk seadanya, tahu tempa dll. Tapi mereka menyebutnya biar cepat kaya ^_^. Aminin aja deh ;).

Saya berpikir, sayur bening lebih baik dari pada enggak masak. Membiasakan keluarga menyukai sayuran dan hidup dengan sederhana akan membuat mereka gak sombong dengan makanan-makanan ribet yang pernah ada. Ya.. bolehlah sesekali masak yang aneh-aneh. Tapi mungkin bukan sekarang ya.. prioritas saya sekarang masih cari uang bersama suami, bukan masak yang macam-macam. Bisa sih.. gampang aja bikin kayak gitu mah.. Jadi gak usah ikutan nyinyir maslah sayur bening ;)).

Note: bahkan dihari ini pun, saya masak sayur bening bayam kok :)).

No comments:

Post a Comment