Sunday, May 22, 2016

Rahmah Chemist, Si Lesung Pipi yang Bikin Mupeng

Rahmah Chemist, satu hal yang melekat dalam benak saya ketika saya menyebut teman blogger baru saya satu ini, lesung pipi. Entahlah, sepertinya manusia berlesung pipi itu gampang sekali diinget dan ditandai #berasa kayak sonya depari haha. Dan sepertinya, blogger asal Makassar ini sudah jadi blogger kawakan yang terlihat dari banyaknya blog TLD yang ia punya. Sebenarnya, saya juga penasaran sama blognya lo..

Selain dari gudang blog yang ia punya, nampaknya foto-foto sejak tahun 2012 lalu, mbah Rahmah sudah sering mondar-mandir ikut berbagai event blogger. Dimana, pada tahun-tahun itu, saya baru saja mengenal blog dan bisa dibilang saya adalah seorang yang masih baru tau blog hingga sekarang.

Hal lain yang membuat saya menebak sendiri kalau Mbak Rahma Chemist adalah seorang blogger kawakan, terlihat dari domain dengan DA yang gede, bikin ngiler dan bikin baper :D. Tapi, nampaknya mbak Rahmah adalah orang yang low profile, gak nyangka lah kalau dia dah pengalaman dalam dunia blogger.

Sisi Lain Rahmah Chemist

Ada hal yang menarik perhatian saya, header blog. Header yang terpampang foto senyum yang aduhai.. #sayang lesung pipinya gak kena di vector# menggambarkan kepercayaan diri. Saya pernah sih buat header juga dengan foto diri, dulu, karena saya ngerasa sangat percaya diri dengan diri saya sendiri. Gak takut dinilai sama orang lain, dan cuek. Mungkin itu juga yang mbak Rahmah maksud, kalau bukan ya... identitas lah, ciri khas :p.

Unsur Kimia

Entah saya bisa menyebutnya apa itu gambar di pojok kanan header mbak Rahmah. Buku yang ada tabung percobaan yang menggambarkan kalau mbak Rahmah adalah seorang yang dekat dengan Ilmu Kimia. Sebenarnya, saya penasaran, pas temen-temen di grup langsung nyambung dan ngrespon tanya jawabnya dengan kata:

"Pantes ada Chemist-nya"

Saya gak nggeh sama sekali, maklum ya.. sekolah saya cuma sampe SMP hahahaa.. Ternyata itu ilmu kimia to, #ilmu anyar :)).

Gambar Lain

Selain 2 gambar utama diatas, saya menemukan gambar lainnya, keybord, pensil, busur, penggaris. Mungkinkah itu juga peralatan yang dikape saat kuliah di jurusan Ilmu Kimia? Atau kesenangan akan ngeblog? Ah.. pertanyaan saya sebnarnya sangat mudah dijawab, tapi memang kebodohan atau ketidaktahuan membuat orang bingung dan blank.

Memilih Jalan Terkeren

Mbak Rahmah dan lesung pipinya
Mungkin, bagi saya menjadi seorang ibu rumah tangga yang berdiam diri dirumah tanpa harus bekerja adalah pilihan mutlak karena minimnya pendidikan yang dimiliki. Namun, berbeda dengan seorang yang sudah menempuh jenjang pendidikan hingga S2. Memilih untuk merawat anak dan suami adalah hal yang paling keren. Saya lebih salut dengan profesi yang ia sandang sekarang. Meskipun diluar sana selalu jadi pro dan kontra, antara bekerja diluar atau menjadi IRT.

Tetap saja, pernikahan mengikat seorang wanita untuk tidak keluar rumah tanpa izin suaminya. Soal rezeki, sudah ada suami yang menanggung nafkah tersebut, dan itu memang kewajibannya. Tapi kembali lagi kepada individu masing-masing ya..

Salam kenal Mbak Rahmah Chemist, semoga saya bisa ketularan ilmu ngeblognya yang jujur membuat saya mupeng, lebih dari apapun hahaha..

Ps: Maaf mbak, sya izin ngambil foto ya.. ;)

8 comments:

  1. iya ya Mbak.. terlepas dari pro dan kontra, yang merasakan baik atau buruknya adalah kita sendiri, bukan orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasan yang gk ada habisnya ya mba, namanya juga prinsip dan jalan hidup ya. Satu dengan lainnya pasti beda :)

      Delete
  2. Mba Rahmah keren. Aku ingetnya sama namanya itu yang beda dibanding yang lain. Chemist. :D Jadi gampang diingetnya. hehe. Semoga selalu semangat ngeblog dan dimudahkan rezekinya lewat ngeblog ya, mba.

    ReplyDelete
  3. Iya, nama Chemist nya itu yang bikin terngiang-ngiang, hihi.. Punya lesung pipit to? Waa.a..pantes manis. :D

    ReplyDelete
  4. Aihh saya baru engeh juga kalau ada lesung pipi nya hihihi

    ReplyDelete
  5. Baru tahu lesung pipinya.... saya gak perhatiin.... ☆_☆

    Lepas dari prokontra lulusan sarjana (S2 pula), semua kembali ke personalnya.

    ReplyDelete
  6. Aku salut lhoh sama ketelatenannya nulis tentang Salfa. Mau ngikut jejaknya, tp sulit konsisten. 😂

    ReplyDelete
  7. Biasane susah ya menggabungkan kepandaian kreativitas dan logika, tapi kayane mbak Rahmah berhasil di kedua hal tersebut.

    ReplyDelete