Friday, September 23, 2016

Fakta Sebuah Pesta by Jombloku

Banyak orang mengartikan kondangan adalah sebagai ajang cantik-cantik, dandan sampai buang waktu lama banget dan pamer fashion terbaru. Ya.. Gak semua sih orang dateng kondangan kayak gitu, tapi saya merasakannya dan melihat secara nyata, bahwa kondangan identik dengan glamour di penampilan, hidangan dan tempat. Bukan seperti ajang silaturahmi, tapi sudah seperti ajang pameran busana di catwalk :D. Padahal kan, kita para wanita dandannya cuma boleh buat suami, ya gak?


Kegedean Gengsi


Selain itu, banyak orang gengsi dengan kondisi mereka. Kadang ingin pestanya terlihat sempurna dan dikagumi banyak orang. Dengan makanan dan minuman yang serba wow, belum lagi ditambah dengan souvenir yang juga kadang punya harga yang gak murah. Sebenarnya.. acara diadakan niatnya untuk apa sih? Pamer, menyambung silaturahmi, sedekah atau cuma mau hura-hura. Padahal, jika niatnya bener, kita gak akan sia-sia menghabiskan banyak dana, bahkan ketika acara dibuat semewah mungkin.

Sebenarnya sederhana juga bisa saja


Kesederhanaan tidak akan membuat orang terlihat rendahan atau dipandang sebelah mata. Justru karena kesederhanaan, seringkali membuat orang terlihat sangat bijaksana. Kesederhanaan ini bisa juga lho dipalikasikan saat kita mengadakan acara seperti pernikahan atau khitanan. Misalnya saja dengan menyediakan makanan yang tidak berlebihan, cukup dengan seporsi soto ayam sudah cukup. Selain itu, resep masakan dari ayam ini juga masih digunakan salam acara-acara yang ada di desa. Sebenarnya sih, kemaren saya abis dari kondangan juga, dan makan soto ayam juga hehehe. Meskipun soto ayam ini sudah biasa saya masak dirumah, tetap saja berbeda rasanya kalau kita makan ditempat hajatan tetangga atau saudara.

Silaturahmi Lebih penting


Andai saja, semua orang memiliki niat yang sama saat melakukan hajatan, yaitu sebagai ajang silaturahmi dan bersedekah, pasti semuanya akan jauh lebih bermakna. Jangankan silaturahmi, kadang kalau di desa, acara seperti ini juga sering digunakan sebagai majelis ghibah, dan itu pasti ada. Mungkin saya adalah orang yang sudah mulai tidak menyukai hal-hal semacam ini. Membicarakan orang lain, bagaimanapun bentuk dan caranya, entah baik ataupun buruk, intinya sama, Ghibah.

Harus pandai bersikap


Kita memang tidak bisa menghindari acara-acara hajatan seperti ini. Baik itu datang untuk membantu atau datang untuk hanya bertamu dan memberikan ucapan selamat. Hanya saja, kita harus pandai-pandai bersikap dan menjaga diri. Jangan sampai kita terjerumus dalam majelis ghibah atau hal-hal lain yang membuat hati kita kotor. Niatkan untuk bertemu sanak saudara, karena segala sesuatu tergantung dari niat yang ada dalam hati kita, kan?

No comments:

Post a Comment