Saturday, October 1, 2016

Belajar Menghargai Masa Transisi Orang Lain

Melihat dengan tidak sengaja album foto saya dahulu, membuat saya heran sendiri dengan apa yang saya jepret waktu itu. Ternyata, saya juga pernah melewati masa transisi menuju ke hal yang InsyaAllah lebih baik. Foto-foto itu mengingatkan saya kembali, bahwa manusia memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk  mengetahui lebih banyak kebaikan-kebaikan. Bersyukurnya saya, karena hidayah Allah masih saya dapatkan dengan banyaknya perubahan yang saya rasakan hingga saat ini. Setidaknya, saya harus mengingatkan diri saya, bahwa.. jangan pernah memandang remeh orang lain, apalagi sampai merendahkannya.



Melalui Masa Transisi


Bisa jadi. mereka sedang bertransisi seperti seekor kupu-kupu, awalnya terlihat sangat menjijikkan, yang mungkin akan mendapatkan banyak sekali hujatan karena ia hanyalah seekor ulat. Namun, siapa sangka ketika ia telah berubah menjadi kupu-kupu, justru banyak sekali orang yang mengaguminya. Disanalah kita sebagai manusia yang memang ingin selalu lebih baik ini, harus menghargai orang lain, jangan merendahkan apalagi menyombongkan diri karena kita merasa lebih baik dari mereka.

Butuh waktu yang panjang


Dan dalam masa transisi ini, tidak semua orang bisa melewatinya dalam waktu yang relatif sebentar. Mereka termasuk saya membutuhkan banyak waktu untuk melakukannya. Mungkin, sebelum melakukannya, mereka hanya belum mampu untuk memulainya.

Adanya artikel ini dan tentang foto yang saya maksudkan, dulunya saya juga seorang gadis yang menyukai pakaian minim dan terbuka. Ingin terlihat cantik dan menarik di depan lawan jenis. Baju-baju yang serba kecil juga pernah saya kenakan meski dalam hati saya selalu ingin lebih baik. Saya, selalu berniat untuk bisa menutup semuanya, saya ingin memakai kerudung namun rasanya beraaattt sekali untuk memulai. Saya membutuhkan keberanian dan saya ingin keberanian itu muncul dalam benak saya. Ya.. saya lebih peduli dengan kata orang dari pada harus menuruti kata Tuhan. Namun akhirnya.. Tuhan telah memberi saya banyak kemudahan untuk memulai segalanya, ringan sekali.. sangat ringan, bahwa.. berjilbab memang sangat membuat nyaman dan ringan. Terasa berat jika kita memikirkannya begitu.

Saat ini, menghargai masa transisi orang lain, adalah tindakan terbaik yang harus bisa saya lakukan, jika tidak bisa membantu, setidaknya jangan pernah merendahkan, bukankah itu bisa melatih hati kita untuk jadi orang baik? InsyaAllah.

5 comments:

  1. Kalau kata ayahku mba, dalam tiga tahun kehidupan kita selalu berbeda. Dan kita akan selalu menyesuaikan dengan keadaan dihadapan kita

    ReplyDelete
  2. jangan gampang ngejudge orang gini gitu juga ya mbak, kan siapa tau dia sedang berusaha berubah

    ReplyDelete
  3. Iya terkadang kita suka gemes lihat orang yang berada di masa transisi.

    Tapi bisa saja kita di masa transisi yang sebaliknya.

    Iman itu sulitkan menjaganya agar tetap istiqomah...

    ReplyDelete
  4. jangan menyepelekan usaha orang juga mungkin yah? siapa tau suatu saat nanti dia menjadi orang lebih besar dari kit "bukan lebih besar badanya" hehehee :)

    ReplyDelete
  5. Menghargai orang lain dan memaafkan diri sendiri dgn masa lalu (masa transisi) yg penuh dgn dinamika di dalamnya

    ReplyDelete