Sunday, November 13, 2016

Menjadi Ibu, Jangan Mudah Panik

Sebagai orang tua, sebenarnya saya tidak mudah panik ketika anak saya Kinza mengalami hal-hal wajar seperti demam atau flu biasa. Berhubung sudah sejak masih gadis saya sudah pernah dan biasa merawat anak-anak, hal-hal seperti ini sering terjadi dan tidak membuat saya panik. Mungkin, sebagian ibu baru akan panik jika anaknya mengalami demam tinggi dan langsung mencari obat ini itu untuk anaknya. Padahal, seperti yang kita tahu, demam bukanlah penyakit yang harus segera diobati. Reaksi tubuh akan virus memang membutuhkan waktu untuk mengatasinya. Namun, kadang orang tua sudah panik duluan karena takut anaknya begini dan begitu :D.

Dan malam ini, Kinza saya bawa ke dokter pasalnya muntah terus ketika ada makanan masuk kedalam perutnya. Bukan pertama kali sih, saya juga gak begitu khawatir atau takut kenapa-napa. Karena sebelumnya juga Kinza pernah mengalami hal serupa. Sayangnya, apotek disekitaran Mojoagung sudah pada tutup jam 8 malam. Ada satu yang buka itupun tidak menyediakan obat yang saya maksud. Dari pada Kinza dehidrasi dan kehabisan cairan gara-gara gak bisa masuk makanan, saya bawa ke dokter saja, itu lebih baik dan bikin gak was-was.

Obat Kinza


Padahal, tadi siang Kinza masih lari-larian, namun nampaknya dia tadi gak makan siang hanya minum susu saja, kemudian tidur dari jam 13.30 sampai jam 16.30 dengan saya pake kipas terus. Jadi saya pikir dia mesti masuk angin atau sejenisnyalah. Tadi sore tiba-tiba saja muntah, sarapannya tadi pagi juga dimuntahin sama dia, kosong perutnya, karena saya beri beberapa cairan seperti madu, oralit juga semua kembali.

Ke Dokter, Jangan ragu bertanya


Saya dulu takut sekali saat memasuki ruang dokter, saya bahkan tidak mengajukan beberapa pertanyaan sama sekali. Saya ingat, waktu itu saya disuruh ke klinik oleh atasan saya waktu bekerja di Warnet. Saya diminta memeriksakan mata karena kebanyakan ada didepan komputer, akhirnya memang mata saya bermasalah. Yang sebelah kiri nyaris gak bisa melihat dengan maksimal. Gak silinder, juga gak min, entahlah.. sudah kurang maksimal. Diruang dokter, saya bahkan hanya menjawab pertanyaan yang beliau ajukan, saya diam dan gak meminta saran ini itu, bodoh. Dari sana saya belajar, kalau sudah masuk ruang dokter ya konsultasi, rugi donk kalo gak gitu, bayarnya mahal lagi hahaha. Di kasus Kinza, saya bukanlah ibu yang pemalu, saya cenderung antusias dan berani bertanya tentang apapun untuk kesehatannya. Mungkin, memang takdir ibu itu harus cerewet, serius!

Rajin mencari Informasi


Nah, berhubung saya juga suka baca, mungkin informasi-informasi seputaran merawat anak bisa saya dapatkan dengan mudah. Beberapa kali saya mengikuti Parenting club boots untuk mengupgrade ilmu saya akan mendidik anak atau menemukan jawaban atas pertanyaan yang tidak saya mengerti. Penting banget untuk ibu baru atau calon ibu dalam mencari informasi seputar anak, selain membentengi diri dengan wawasan, kalau terjadi sesuatu mendadak seperti kejadian Kinza malam ini, kita gak mudah panik.

2 comments:

  1. manusiawi jika seorang ibu terlalu khawatir akan kesehatan anaknya,,kepanikan adalah salah satunya yg kurang bisa di kontrol,,
    namun sebgai ibu yg baik harus selalu siap sedia n berusaha mencegah hal-hal yg tidak di inginkan,,dengan pola hidup sehat dan asupan gizi yg cukup,,

    ReplyDelete
  2. Bener itu mba kita harus tetap tenang dalam kepanikan, apa lagi calon ibu atau ibu baru yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan kasus yang menegangkan seperti adek Kinza. seandainya kita panik duluan baru memberikan pertolongan bisa tidak karuan penanganannya. peran ayah juga penting. apa lagi saya mau menjadi ayah nih, harus sering-sering dan standby bersama calon ibu..
    tulisan yang bermanfaat..

    ReplyDelete