Tuesday, November 8, 2016

Sebuah Kisah, Perencanaan Keuangan yang Tak Pernah Beres

Akhir-akhir ini, saya selalu kebingungan dengan agenda menyisihkan uang untuk ditabung. Ada saja hal-hal yang membuat uang itu terus diambil dan akhirnya habis. Kebutuhan yang mendadak membuat perencanaan keuangan saya berantakan. Sebenarnya, ada yang salah dengan management keuangan yang saya lakukan. Tapi, kalau dipikir-pikir, gak juga, saya bahkan gak pernah belanja macem-macem atau untuk ini dan itu. Semuanya murni karena kebutuhan pokok.

Pernah sampai tinggal seribu


Sebagai orang rumahan dan bukan orang kantoran, saya memang kadang bisa sampai kehabisan uang sama sekali, bahkan pernah uang tinggal seribu perak. Disitu saya belajar, saya bakalan nabung, kalau-kalau ada apa-apa dengan anak saya, gak mungkinlah harus merepotkan orang lain, apalagi orang tua yang tinggal di Desa dan notabene gak selalu pegang uang. Saya sebenarnya sangat sedih, bagaimana bisa seorang ibu gak nyimpen uang sama sekali didompetnya. Bukan karena dompet suami terus ya yang saya pegang, tapi memang kosong wkwkw.


Selalu diambil dan diambil


Bukan.. bukan.. jangan salahkan kebutuhan atau orang yang membutuhkan. Saya kerap sekali ketika memiliki sedikit uang, bukan menabung dalam pikiran saya, tapi ngasih mertua atau orang tua saya. Entahlah, seperti gak peduli dengan diri sendiri. Saya ingin memberi beliau-beliau sesuatu yang saya ingin beri. Sesuatu yang membuat mereka tersenyum meski sudah berkali-kali saya diingatkan untuk menabung dan menyimpannya sendiri. Tapi justru saya membelanjakan uang dengan mudahnya, tanpa menyesal haha..


Suka bingung kalau sudah abis beneran


Memang sih, kadang saya bingung gitu kalau uang udah abis beneran, meski.. saya gak pernah sampai kesusahan. Ditangan abis, tapi pasti ada transferan dari mana gitu, Ah.. pusing juga urusin barang satu ini. Selalu kejar-kejaran gitulah, kayaknya saya musti kaya ini, biar bisa beli ini dan itu. Etapi... kaya aja gak cukup, cukup diberi kecukupan aja deh, nah lhooo haha..

Kaya, gak menjamin orang bisa tentram dan bahagia. Beneran serius, kadang nafsu terus memburu kurang dan kurang. Semoga saya bisa memanagement keuangan dengan abik kedepannya. Saya sedih kalau harus cari cari receh, haruskah saya beli celengan ayam lagi? sementara ketiga celengan saya sudah pada bolong perutnya haha.

Ah.. andai saja bon-bon belanjaan dari indomaret atau alfa atau bahkan struk dari BCA bisa saya uangin lagi, enak kali ya.. Dalam mimpi aja gak mungkin, apalagi dalam nyata wkwkwkw.. dah lah.. dijalani saya dengan penuh syukur ;).

1 comment:

  1. Mengatur keuangan memang skill yang harus di pelajari terus meneerus.

    ReplyDelete