Thursday, December 15, 2016

Karena Kita Memang Berbeda

Banyak orang-orang selalu meributkan hal-hal yang gak penting sama sekali. Mendekati pilkada, banyak sekali orang-orang ikut komentar yang sama sekali gak mutu. Malah, mereka jadi hakim yang seenak udelnya menghakimi orang yang bahkan lebih pintar dari mereka. Kekurangannya mungkin hanya satu, mudah banget klik share dengan berita yang belum tentu kebenarannya. Mudah sekali mengomentari politik yang banyak sekali lika-likunya.

Setidaknya.. Jika kita gak ngerti masalahnya, ya gak usah dikomentari, apalagi harus ditunjukkan sama orang lain, terlebih lagi orang lain itu orang yang mudah sekali menyimpulkan dan begitu seterusnya. Jadi, informasi yang didapatkan bukan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Bukannya selalu ada sebab akibat?



Dan sekarang, mulai mendekati hari natal, nanti bakalan banyak banget orang yang meributkan tentang ucapan natal. Boleh.. asal niatnya aja. Begitu kata mereka!

Saya sendiri adalah orang yang tidak  mengucapkan ucapan selamat kepada teman-teman yang beragama lain dengan saya. Saya adalah salah satu dari banyak orang muslim yang meyakini, untuk tidak memberi selamat kepada teman-teman non muslim yang sedang merayakan hari besar mereka. Meskipun dia sahabat dekat saya.

Yang paling terbaru dan terhot adalah kasus salah satu gubernur ibu kota yang banyak menyita perhatian semua kalangan. Tidak sedikit orang yang menilai kasus ini mentah-mentah atau bahkan mendalami kasus ini sampai dalem banget. Bahkan, di grup chat WA keluarga besar saya, kasus ini juga jadi perdebatan. Meskipun begitu, kakak beradik yang sempat saling berpendapat ini semoga tidak merubah keindahan keluarga harmonis yang kami miliki sebelumnya dan sampai sekarang. Karena keluarga tetaplah keluarga, tidak bisa ditawar meski berbeda pendapat dan pandangan.

Netral menilai apapun


Setidaknya, kita seharusnya netral dalam menilai apapun, apalagi sudah menyangkut masalah politik. Kita gak ngerti juga apa rencana para politisi tingkat atas. Bisa jadi kita dimanfaatkan atau gimana gimana kita kan gak tau. Memang, pengaruh lingkungan dan doktrin yang kita dapatkan akan banyak memberi perubahan dalam kepribadian yang kita miliki.


Bagaimana dengan saya?


Emm... berhubung saya juga gak ngerti masalah politik dan lain sebagainya, jadi saya cuma jadi pembaca dari pr dan kontranya aja. Lebih-lebih baca komentar para hakim maya yang lumayan menghibur kwkwkwkw. Semoga saja persoalan segera selesai tanoa harus ada permusuhan mendadak antara sahabat, saudara, temen social media ataupun yang lainnya.

3 comments:

  1. Kadang baca yang saling nyengit tur kemlinthi itu hiburan juga ya huahahhahah
    Klo ditanya kitanya berpendapat yang mana, klo aku milih rahasia wkwkkwkw

    ReplyDelete
  2. Bahkan sampai dibuatkan meme, "Daripada emak-emak naik motor matic lebih menakutkan emak-emak yang berbicara politik."

    ReplyDelete
  3. HUahaha..kabeh berusaha diem nuel. Daripada fenomena follow unfollow merajarela..

    ReplyDelete