Friday, December 23, 2016

Mengapa Harus Ibu?

Mendengar kata Ibu, apa yang terlintas dibenak kita? Makanan yang enak, omelan, kasih sayang, cinta atau ibu-ibu gendut berdaster yang selalu kita lihat dimanapun berada. Atau kita sudah mengingat beliau yang selalu ada untuk kita dalam kesempatan apapun. Orang pertama yang ada mendekat ketika yang lain menjauh. Orang pertama yang mengerti ketika semuanya gak bisa memahami kita. Ya begitulah sosok ibu bagi saya, tidak bisa dibagikan dan diungkapkan dengan deretan kata saja. Mereka, selalu memberi saya semangat baru.

Maaf yang dipajang foto Bapak haha

Saya kadang heran, mengapa beberapa orang berani sekali berkata kasar kepada ibunya. Membentak mereka bahkan gak nurut dan menolak jika dimintai tolong untuk sesuatu. Mereka gak merasakan gimana rasanya melahirkan yang sudah diambang batas kematian. Belum lagi setelah mereka dilahirkan, beribu-ribu hari ibu nemenin, menjaga merawat dan mengajarkan banyak hal yang kita tidak tau sama sekali. Mengenalkan banyak hal, dari yang remeh sekalipun seperti memakai baju, membimbing ke kamar mandi dan cara menjaga kebersihan diri sendiri setelahnya atau hal yang paling remeh seperti memasukkan sendok kedalam mulut, semuanya kita belajar dan ibu selalu ada untuk semua itu.

Kadang, mereka dengan sombongnya lebih memilih orang lain ketika mereka mulai beranjak dewasa. Pacar, mereka menyebutnya. Yang lebih mereka pilih dari pada ibu sendiri. Sudah banyak kasus dan contoh anak yang rela lari, membantah ibunya demi orang yang gak jelas. Padahal, ketaatan yang sesungguhnya dan bisa membuat hidup kita bahagia adalah ketaatan kepada orang tua, terutama Ibu.

Mengapa harus ibu?


Ya.. Mungkin kamu juga pernah mendengar, kenapa harus hari ibu, dan bukan yang lain. Selain perjuangan dan pengorbanannya yang luar biasa, seorang ibu tidak cukup diberi penghargaan hanya dengan peringatan saja. Pengabdian kita sepanjang hayatpun tidak bisa menebus semuanya. Merawat mereka ketika kita sudah beranjak dewasa, menghormati prinsip hidupnya meski tidak sama dengan apa yang kita pikirkan, hal-hal tersebut jauh lebih sulit dibandingkan dengan apapun. Selamat hari ibu, untuk kita semua, untuk kasih sayangnya.. Sebagai seorang ibu, saya tahu betul bagaimana rasanya menjadi Ibu.

2 comments:

  1. Selamat hari ibu (meskipun telat sih) :D

    ReplyDelete
  2. bagus artikelnya gan,, cocok untuk anak" bangsa yang NAKAL tuh agar dia INsaf
    BagiShared
    Stafa Yousuve

    ReplyDelete