Saturday, April 8, 2017

Cara Bijak Dalam Membaca Berita Politik

Belakangan ini dunia jagad maya diramaikan dengan semaraknya pemilihan kepala daerah serempat di beberapa tempat di Indonesia. Namun, nampaknya yang menjadi sorotan paling tajam adalah pemilihan gubernur di Ibu Kota, Jakarta. Bagaimana tidak, ada banyak sekali drama yang terjadi di dunia politik yang entah apa yang sebenarnya dimainkan oleh pelaku-pelaku politik. Tak cukup di putaran pertama, yang paling banyak dicari oleh netizen belakangan adalah tentang Pilkada putaran kedua Ahok Djarot Okezone.

Image credit: okezone.com

Diakui ataupun tidak, mengikuti berita politik di berbagai media online kadang membuat kita  bisa kecanduan. Secara tidak langsung kita menyimpulkan si calon A begini dan calon B begitu. Padahal, yang memilih calon pemimpin mereka ya hanya warga Jakarta aja hihi.


Jangan Mudah terprovokasi


Sebagai orang yang awam politik, terkadang saya juga suka heran sendiri dengan teman yang dengan mudahnya share informasi yang belum tentu kebenarannya. Apalagi dalam politik yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah. Semuanya pakai ilmu politik yang kita tidak tahu dalamnya.



Oleh karenanya, alangkah baiknya jika kita tidak mudah terprovokasi mekipun hati kita memihak kepada salah satu pasangan calon gubernur di Ibu Kota negara. Saya menyadari betul, bagaimana orang-orang dengan mudahnya membully salah satu pasangan calon gubernur DKI di putaran pertama. Karena salah satu pasangan yang baru saja memulai karir di dunia politik, dengan entengnya pembaca mengomentari dengan kata-kata yang pedas.  Mungkin itu juga yang jadi penyebab belakngan ini saya jarang sekali membaca berita tentang Pilkada putaran kedua Ahok Djarot Okezone ataupun Anies-Sandi. Takut terbawa suasana aja haha.


Diam dan Mengamati


Meskipun saya adalah pendukung salah satu calon di Pilkada DKI misalnya, tetap saja saya tidak bisa menyalurkan suara saya untuk paslon dukungan saya. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh ornag diluar Jakarta ya hanya diam dan mengamati saja. Kalau kita koar-koar di akun sosial media, ya percuma. Malah bisa menjadi sebab kita dihapus dari pertemanan karena beda pilihan. Padahal, memilih calon pemimpin itukan bebas dan RAHASIA! Catet ya..


Tips Memilih Situs berita


Nah, tidak jarang kita temui, banyak sekali situs-situs provokasi yang secara terang-terangan menjatuhkan pasangan calon gubernur satu dan yang lainnya. Sudah bisa ditebak, pasti situs tersebut adalah pendukung salah satu calon misalnya Ahok-Djarot atau Anies-Sandi. Dan komentar-komentar pendukung yang lain, semakin membuat panas suasana di artikel yang terposting disana. Oleh karenanya, memilih situs berita yang netral seperti Okezone.com akan membuat kita tidak membenci pasangan calon gubernur yang notabene tidak kita kenal.

Dengan media yang netral, kita bisa menilai semua calon gubernur dengan otak yang netral pula, tanpa memihak. Dan yang kita tahu, keberpihakan kita kepada sesuatu pasti akan menjadikan yang sebenarnya itu salah aakan dianggap benar semuanya, karena kita berpihak.


Politik itu perlu gak sih?


Nah ini tentang pandangan saya pribadi tentang politik. Sebanrnya, politik itu perlu gak sih? Semua kebijakan-kebijakan yang ada dinegara ini ya karena politik, jadi politik memang sangat diperlukan. Namun, jika kita tidak memiliki kuasa, tidak memiliki jabatan di dunia politik, mau teriak sekeras apapun juga gak akan bisa terdengar. Nah bagi orang awam seperti saya, dari pada menduga-duga yang tidak-tidak dan akhirnya jatuhnya nanti jadi fitnah ataupun ghibah, sebaiknya saya diam dan mengamati saja.

Jikapun kita harus terlibat dalam pesta politik seperti pemilihan presiden atau pemilihan kepada daerah ditempat tinggal kita. Mencari tau informasi sesuai dengan ajaran agama Islam serta memantapkan pilihan yang menurut kita itu adalah pilihan terbaik yang kita yakini bisa membawa kebaikan bagi negara, why not! 

Jadi.. Gimana politik menurutmu? Bukan cuma di Pilkada DKI aja ya.. Tapi kalau kamu pengen tau updatean terbaru tentang Pilkada DKI ini, bagaimana kelanjutan para pasangan calon berupaya menjadi yang terbaik, gak ada salahnya kok kamu kunjungin Okezone.com.

3 comments:

  1. Aku nggak suka bicara tentang politik. Betul kata mbak Khusnul, dalam politik, yang benar bisa jadi salah, pun sebaliknya. Cuma bisa berharap, siapapun yang jadi pemimpin, semoga bisa amanah. Aamiin ^^

    ReplyDelete
  2. Thank you sharingnyaaa mbaak, haruss sangat bijak menanggapi masalah politik skrng. Semuanya penuh intrik. Banyak yg hoax pula dan syarat akan provokasi. Hmmm

    ReplyDelete
  3. kalau ada yang bicara politik terus disangkut pautin sama SARA, langsung skip...
    aura negatif menguap

    ReplyDelete