Monday, July 10, 2017

Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Selama Kehamilan

Infeksi saluran kemih dikenal oleh masyarakat luas dengan istilah anyang-anyangan. Penyakit ini sebenarnya ada juga yang menyebutnya dengan istilah infeksi kandung kemih. Sebuah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri yang menyebabkan peradangan atau infeksi pada saluran kemih. Bakteri tersebut menempel pada dinding kemih dan wanita resiko lebih besar terkena infeksi ini dibandingkan dengan pria. Sedangkan kepada setiap wanita, wanita hamil memiliki resiko beberapa kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil terutama pada minggu ke 6 - minggu ke 24 kehamilan.



Saya sendiri, di kehamilan yang kedua ini memang sedikit sering mengalami beberapa gejala kehamilan yang sepertinya lebih banyak saya alami dari pada ketika hamil pertama kali dulu. Di kehamilan yang kedua ini, saya merasa lebih mudah terkena berbagai macam penyakit, lebih sensitif, dan bahkan morning sickness yang saya alami cenderung lebih panjang dibandingkan dengan wanita pada umumnya. Hal itulah yang memaksa saya untuk ekstra hati-hati agar tidak terkena berbagai macam komplikasi yang dapat membahayakan saya maupun janin di dalam rahim.


Mengapa ibu hamil rawan mengalami ISK


Penyakit ini sangat mudah dialami oleh ibu hamil karena terjadi sedikit perubahan di dalam saluran kemih mereka. Seperti yang sama-sama kita tahu,  rahim berada tepat di atas kandung kemih sehingga memberikan lebih banyak tekanan yang kadang-kadang dapat menyebabkan pemblokiran drainase urine. Hal tersebut bisa meningkatkan resiko infeksi.


Apa saja tanda dan gejala anyang-anyangan atau ISK?


Bagi yang pernah tenang anyang-anyangan, pasti tahu kalau gejala gejala atau tanda-tanda yang kadang-kadang muncul di antaranya adalah:

  • Terasa sakit atau perih ketika buang air kecil
  • Terus menerus pingin buang air kecil, tapi pas buang air kecil yang keluar urinnya hanya sedikit 
  • Terasa sakit seperti nyeri atau kram di perut bagian bawah

Pada beberapa orang, gejalanya bisa berbeda-beda. Bahkan ada yang lebih parah dari itu, diantaranya adalah:
  • Air seni atau urine biasanya mengandung darah atau nanah (lendir)
  • Pada mereka yang sudah punya pasangan bokap orang menikah), kadang terasa sakit saat melakukan hubungan seksual.
  • Bagi yang parah banget, biasanya merasa demam, berkeringat, menggigil, atau tidak bisa menahan pipis (Inkontinensia)
  • Urin terlihat keruh dan berbau sangat menyengat
  • Apabila bakteri sudah sampai ke ginjal, beberapa gejala yang muncul antara lain: sakit punggung, demam, mual muntah, dan menggigil.



Obat yang ampuh untuk mengatasi infeksi saluran kemih


Sejauh yang saya tahu, ada beberapa cara alami yang bisa kita manfaatkan untuk mencegah anyang-anyangan, diantaranya adalah:

  • Menghindari cebok dari belakang ke depan karena berpotensi menyebabkan bakteri penyebab anyang-anyangan pindah dari dubur ke saluran kemih.
  • Biasakan diri mencuci tangan dengan sabun setelah cebok BAB.

Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih



Selain mencegah, bagi yang sudah terkena ISK bisa mencoba memanfaatkan produk Uricran yang terbuat dari ektrak buah Cranberry. Buah Cranberry adalah salah satu buah jenis buah berry yang tumbuh liar. Sudah sejak lama, buah ini dikenal sebagai antioksidan serta sumber vitamin untuk kekebalan tubuh. Kandungan Cranberry dalam Uricran,  saya rasa adalah salah satu solusi alami terbaik untuk mencegah anyang-anyangan serta mengobati anyang-anyangan. Saya sendiri sudah mengkonsumsinya ketika hamil yang kedua ini untuk memelihara kesehatan kandung kemih.



Cara yang kedua adalah dengan minum air putih atau bisa juga dengan rajin makan buah yang banyak mengandung air agar lebih sering buang air kecil. Karena menurut para ahli kesehatan, semakin sering kita buang air kecil, maka akan semakin besar kemungkinan bakteri penyebab infeksi keluar bersama urin.

Minta bantuan dokter jika anyang-anyangan yang dialami terasa parah dan menyebabkan demam lebih dari 2 hari.


Apa bahaya anyang-anyangan dan pengaruhnya terhadap bayi selama kehamilan?


Penyakit ini bisa sangat berbahaya apabila tidak segera diobati karena bisa menyebabkan infeksi ginjal. Infeksi pada ginjal dapat mempengaruhi bayi yang ada di dalam rahim. Setidaknya ada 2 akibat yang dapat disebabkan oleh anyang-anyangan apabila tidak segera di atasi yaitu,

  • Dapat menyebabkan persalinan dini atau kelahiran prematur
  • Dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah (BBLR)

Selain itu, hal penting lainnya yang perlu diketahui oleh ibu hamil adalah, pengobatan ISK harus dilakukan dengan cara yang benar. Karena apabila tidak, obat yang kita gunakan untuk mengatasinya justru menyebabkan masalah tertentu pada bayi. Jadi, tetaplah meminta saran atau resep dokter jika ingin mengatasi anyang-anyangan dan hindari menggunakan sembarang obat termasuk antibiotik tanpa resep dokter atau yang belum teruji.


Saran untuk mencegah agar tidak terkena ISK selama kehamilan


Karena ibu hamil resiko lebih mudah terkena ISK, serta lebih tinggi mengalami komplikasi, maka kita para wanita  perlu mengantisipasi agar terhindar dari penyakit ini. Sejauh yang saya tahu, beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko antara lain:

  • Minum air dalam jumlah yang cukup setiap hari minimal 6-18. Jika memungkinkan kita dianjurkan untuk minum jus Cranberry tanpa gula secara teratur. Kalau tidak ada cranberry... alternatifnya ya minum produk Uricran 1 sachet setiap hari.
  • Kurangi mengkonsumsi kafein, makanan dan minuman olahan, termasuk juga jus buah yang banyak mengandung gula.
  • Konsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup antara 250-500 mg setiap hari. Selain vitamin C, kita tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi betakaroten setidaknya 25.000-Rp50.000 IU perhari, (mineral) seng 30-50 mg perhari. Manfaatnya adalah untuk membantu melawan infeksi.
  • Setiap kali ingin buang air kecil segeralah buang air kecil dan jangan ditunda-tunda.
  • Buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seksual.
  • Hindari menggunakan cream antiseptic atau sabun yang sangat keras termasuk pembersih bagian kewanitaan.
  • Ganti pakaian dalam secara teratur
  • Hindari menggunakan celana ketat
  • Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan-bahan yang baik seperti katun (kapas) yang dapat menyerap keringat dengan baik dan nyaman digunakan.
  • Hindari berendam di dalam bak mandi atau bathtub selama lebih dari 30 menit atau lebih dari 2 kali sehari.
Semoga bermanfaat ya..

.

No comments:

Post a Comment