Saturday, August 19, 2017

Balada Anak Ikut ke Masjid

Kalau kamu udah punya anak yang udah mulai pinter nglakuin ini itu, pasti kamu bakalan sedikit kewalahan dengan tingkahnya. Inget dia pas masih imut-imutnya, masih diem-diemnya dan bahkan nempel sama kita terus, rasanya saat itu pengen si anak bisa main sendiri biar ibunya bisa ngerjain yang lain. Tapi pas dia udah besar, udah ngerti main sendiri bahkan melakukan dan meminta hal-hal yang membuatnya seneng akan dirinya sendiri, ibunya khawatir karena harus melepas dia sendirian. Serba repot ya...



Dan inilah kisah anak saya Kinza yang berusia 3 years month! 

Perkembangan anak saya Kinza Alhamdulillah sangat baik dan tidak ada kendala apapun. Tubuhnya yang terkesan kecil memang, tapi tak membuat aktifitasnya melembek. Seharian penuh kalau dibiarkan main, dia akan terus bermain tanpa kenal lelah. Keseharian Kinza sama dengan anak seusianya lah ya.. Sudah mulai berani kesana kemari sendiri. Meskipun kadang saya gak tega karena takut diculik orang dan lain sebagainya, tapi pernah Kinza saya lepas bermain sendiri pergi kerumah kakak-nya, ya.. sekitar 5-6 gang dari rumah kontrakan kami.


Bayangin aja, anak lucu gitu main sendiri, jalan sendiri dan pulangpun sendiri. Ya.. saya pengen sih dia mandiri gitu, cuma hanya satu kali saya melepas dia main sendirian. Biasanya, saya gak tau kalau Kinza keluar rumah tiba-tiba sudah nyusulin Abi-nya ke Masjid atau sudah sampe rumah kakak-nya. Karena sedikit hafal sama kebiasaannya yang suka lepas sendiri, sebenarnya saya gak begitu khawatir. Cuma kalau lepasnya pas maghrib, saya kepikiran juga, hikz..

Dan karena kondisi saya yang sedang hamil juga, saya gak bisa segesit Kinza lari-lari kejar dia. Dan memang, cara jalan dia itu gak jalan, tapi lari dan selalu lari. Makanya kakinya banyak sekali goresan batu jalan yang sampe sekarang susah hilangnya, duh.. Nak.. dulu kamu muluss banget kaki dan tangannya. Kok sekarang jadi bores semua.

Semangat Ke Masjid


Anak-anak pergi ke Masjid memang menjadi perdebatan yang gak pernah ada habisnya. Ada beberapa kelompok yang melarang anak-anak datang ke masjid karena alasan-alasan tertentu. Dan ada beberapa kelompok yang menentang bahwa larangan anak-anak datang ke masjid akan membuat generasi selanjutnya mau jadi apa. Mereka berpendapat, larangan anak pergi ke Masjid akan membuat mereka mendatangi tempat lain yang punya banyak mudhorot seperti game online atau sejenisnya. Dan ya.. sepertinya kami menjadi keluarga yang melihat dari situasi serta kondisi terlebih dahulu sebelum memutuskan si Anak boleh ikut ke masjid atau tidak.

Dan menurut situasi serta kondisi anak saya Kinza yang gak bisa diem serta rame dimanapun dia berada. Abi Kinza memilih untuk tidak mengajak Kinza pergi ke masjid diusianya yang sekarang. Alasannya tentu saja dia pasti akan menganggu Abi-nya saat solat, dari naik-naik ke punggung sampai teriak-teriak sesukanya, seperti layaknya dirumah. Karena masjid adalah tempat banyak orang yang ingin beribadah dengan khusyuk, makanya Kinza selalu diberi pengertian untuk tidak ikut ke masjid sementara waktu sebelum dia ngerti dan gak rame saat di masjid. Dan yaaaa.. menurut saya itu pilihan yang baik.

Melarang anak ke masjid bukan berarti dia gak boleh ke masjid. Saya juga meyakini, teladan tetap nomor satu yang akan ia tiru kelak nanti saat dia sudah besar. Karena kalau ngajak anak ke masjid saat dia belum bisa membedakan mana baik dan mana buruk, sama saja menganggu orang lain yang ingin beribadah dengan khusyuk disana. Jadi, kita memang gak boleh seenaknya memutuskan dan menilai orang lain karena anaknya yang gak pernah diajak kemasjid atau yang lain sebagainya ya.. Semua orang tua memiliki pertimbangan dan pendapatnya sendiri tentang baik dan buruknya sesuatu.


Berbeda boleh, Jangan Menyalahkan


Gak mungkin kan semua orang otak dan pemikirannya sama gitu, gak mungkin banget. Pernah suatu saat saya dapat satu omongan dari teman saya tentang cara saya mendidik anak saya sendiri. Dia bilang "Coba sama saya, lebih berpengalaman" begitu katanya. Karena mungkin ya.. dia sehari-hari dengan anak-anak dan saya kan baru dengan anak saya sendiri. Sebenarnya saya tersinggung sih, kenapa harus sombong gitu. Seolah dia lebih ngerti cara mendidik anak yang bener itu kayak gimana. Kenyataannya, sampai saat ini Allah belum juga menganugerahi seorang anak untuk dipercayakan kepada dia. Apakah itu karena Allah belum percaya kalau dia mampu mengurus anak atau entahlah, hanya Allah yang tahu alasannya kan.

Sikap-sikap menyalahkan dan sikap yang sepertinya dia paling mengerti itu janganlah diberikan kepada orang lain, bisa tersinggung lho. Cukup dalam hati saja kan cukup, untuk pengingat diri dan koreksi diri jika suatu saat nanti ada kejadian yang sama saat mendidik anak-anaknya sendiri. Seperti kasus anak pergi ke masjid ini lah... berseberangan dan berbeda itu boleh boleh aja kok, sah. Yang jelas, menyalahkan dan merendahkan orang lain itu sama saja memelihara sikap sombong yang ada didalam hati, Pengingat diri sendiri juga sih ini hehe..

Seperti pro dan kontra imunisasi juga kayak gitu lah, ada pihak yang menyalahkan orang lain karena ini dan itu. Ah pokoknya.. dunia tanpa perbedaan dan sedikit nyinyiran memang kayaknya bakalan sepi deh haha...

No comments:

Post a Comment