Sunday, September 17, 2017

Daftar 7 Pengusaha Muda Inspiratif dari Indonesia

Orang terkaya di dunia (Bill Gates) adalah seorang pengusaha yang punya latar belakang IT, tidak mengherankan, karena teknologi (IT) adalah salah satu bagian dari keseharian kita yang hampir tidak pernah lepas dari sendi-sendi kehidupan. Mulai dari internet, smartphone, televisi, blog atau website, telekomunikasi, dan masih banyak yang lainnya.

Pengusaha Muda Indonesia
Makin murahnya harga smartphone membuat pengguna internet makin marak. Ditambah lagi dengan harga paket data yang semakin murah serta jangkauan jaringan yang luas, menyebabkan banyak orang berusaha mencari celah bisnis. Tidak heran apabila banyak strat up yang digawangi oleh enterpreneurs muda pun bermunculan.

Mereka yang punya jiwa-jiwa kreatif dan inspiratif, adalah orang-orang yang bisa kita jadikan sebagai motivator sekaligus guru untuk melakukan hal yang sama atau bahkan lebih. Berikut adalah daftar pengusaha muda Indonesia yang melahirkan berbagai start up yang kemudian akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, yang tidak hanya membantu membuka lapangan pekerjaan baru dan menyediakan lowongan pekerjaan, melainkan banyak membantu memutar roda ekonomi sekaligus mempermudah kita dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.


Daftar pengusaha muda berikut ini adalah orang-orang yang sukses membuat usahanya berkembang setelah dimulai dari nol.


1. William Tanuwijaya adalah cofounder sekaligus CEO Tokopedia


William Tanuwijaya mendirikan Tokopedia bersama dengan Leontinus Alpha Edison. E-commerce ini merupakan bisnis utama William sebagai seorang pengusaha sekaligus CEO. Didirikan pada tahun 2009, e-commerce ini sukses menjadi salah satu toko online terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai $ 147.000.000 di awal tahun 2016 lalu.


2. Achmad Zaky Co Founder dan CEO Bukalapak


Pada awal kemunculannya di tahun 2011, Bukalapak pada awalnya hanya berkonsentrasi menjual produk tertentu seperti sepeda, kamera, komputer, dan berbagai peralatan musik. Namun pada perkembangannya, Bukalapak menyediakan berbagai macam produk mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga teknologi.


3. Diajeng Lestari folder sekaligus CEO HijUP


Diajeng Lestari adalah istri dari Achmad Zaky (CEO Bukalapak). Diajeng secara khusus menggeluti dunia fashion (hijab) karena melihat pangsa pasar Indonesia yang lumayan menjanjikan. Melalui HijUp, pengusaha muda wanita Indonesia ini menjual aneka macam item fashion untuk Muslimah. Selain mengandalkan website, Diajeng juga mengandalkan YouTube untuk memasarkan start up yang ia miliki.


4. Benny Fajarai adalah CEO sekaligus Co Founder Qlapa


Pengusaha muda yang satu ini sukses mendirikan bisnis yang bergerak di bidang pemasaran handmade. Namun Selain itu, Ia juga mendirikan sebuah platform bernama Kreavi yang dimaksudkan untuk membuka peluang kerja freelance baik individu maupun bisnis.


5. Fransiska Hadiwidjana, Founder dan CEO Prelo


Fransiska memiliki latar belakang IT yang ia maksimalkan sebagai ladang bisnis. Fransiska sebelumnya bekerja sebagai pengembang aplikasi mobile di kantor kepresidenan (Indonesia). Pada awalnya ia mendirikan start up bernama Kleora. Yaitu sebuah aplikasi yang berfungsi untuk mengumpulkan item fashion dan feed penjualan Instagram, yang sayangnya mengalami kegagalan.

Tidak menyerah, Fransisca kemudian mencoba membangkitkan Kleora dengan mengubahnya menjadi Prelo. Yang menjual items berupa perlengkapan fashion, elektronik, hobby, mainan anak, hingga keperluan baby, baru maupun bekas.


6. Nadiem Makarim CEO dan Co Founder Go-jek


Internet membuat banyak orang berpikir kreatif. Salah satunya adalah Nadiem Makarim yang dengan jeli melihat sebuah peluang usaha dari kebutuhan masyarakat akan transportasi (ojek). Yang sebelumnya hanya berbasis offline/konvensional dan kemudian diubah menjadi online.

Sejak dikembangkan pada awal tahun 2010, Go-jek merupakan salah satu start up paling sukses di Indonesia yang nilainya mencapai lebih dari satu miliar dolar.


7. Ferry Unardi Co-founder dan CEO Traveloka


Ferry Unardi pernah mengenyam pendidikan di Harvard Business School yang sayangnya tidak sempat ia selesaikan. Namun, drop out tidak membuatnya menjadi gagal, justru sebaliknya, ia sukses membangun bisnis online travel agent (OTA) yang belakangan kita kenal dengan nama Traveloka.

No comments:

Post a Comment