Wednesday, October 25, 2017

Cara Melindungi Luka dari Infeksi dan Pencegahan Kuman  

Terluka bisa dialami oleh siapa saja dan tanpa mengenal tempat. Luka-luka yang tidak terlalu parah bisa dirawat atau ditangani sendiri. Namun proses penanganan yang tepat dan benar harus diterapkan untuk mencegah infeksi. Untuk itu, kita harus tahu apa saja yang dapat menyebabkan luka mengalami infeksi dan pencegahan kuman agar kondisi luka tidak bertambah parah.

Infeksi dan Pencegahan Kuman  


Walaupun sudah berusaha berhati-hati, kadangkala tetap saja kita bisa mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lain seperti anak misalnya, ketika mereka aktif bermain, mereka kadang-kadang tidak peduli dengan bahaya yang sedang menunggunya. Sehingga, tidak mengherankan apabila anak-anak sering pulang dalam keadaan luka-luka, entah itu akibat terjatuh atau akibat bermain dengan teman-temannya.

Berbagai luka yang kita dapatkan akibat goresan benda tajam, gesekan, terbakar, atau yang lainnya, harus ditangani secara tepat dan benar. Karena apabila luka mengalami terinfeksi, proses penyembuhannya bisa menjadi lebih lama dan bahkan, luka tertentu bisa mengalami komplikasi yang serius.


Namun sebelum kita membahas lebih jauh mengenai cara mencegah agar luka tidak infeksi dan cara mencegah agar kuman tidak menyebabkan berbagai macam penyakit, terlebih dahulu kita harus mengetahui jenis atau macam-macam luka.

Macam-macam luka

  1. Luka gores. Apabila permukaan kulit robek
  2. Luka lecet. Adalah luka yang menyebabkan kulit terkelupas. Biasanya akibat tergesek saat jatuh di permukaan yang kasar. Luka lecet biasanya tidak dalam namun kadang-kadang cukup lebar.
  3. Luka robek. Yang dimaksud dengan luka robek adalah terputusnya jaringan permukaan kulit dengan lapisan di dalamnya yang diakibatkan oleh benda tajam. Luka semacam ini biasanya membentuk garis lurus.
  4. Luka tusuk. Luka tusuk adalah luka yang diakibatkan oleh tusukan benda tajam maupun tumpul seperti jarum, paku, dan termasuk juga luka yang diakibatkan oleh gigitan.
Semua jenis luka di atas bisa mengalami infeksi apabila tidak ditangani secara tepat. Misalnya, menangi luka dengan menggunakan benda-benda yang tidak steril.

Salah satu jenis infeksi yang serius dan bisa berakibat fatal adalah tetanus. Untuk mencegah tetanus, biasanya kita akan diberikan suntikan (serum) anti tetanus jika belum mendapatkan imunisasi anti tetanus.

Cara mencegah agar luka tidak infeksi


Semua luka tidak boleh dianggap remeh. Walaupun hanya goresan kecil atau luka lecet, setiap luka harus ditangani dengan benar. Untuk mencegah agar luka tidak infeksi, berikut adalah langkah-langkah menangani luka.

  • Cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun sebelum menyentuh luka atau membersihkannya
  • Cuci luka dengan menggunakan air mengalir. Pastikan tidak ada serpihan atau benda-benda asing yang menempel pada luka.
  • Selain dengan menggunakan air mengalir, kita juga bisa mencuci luka dengan menggunakan campuran air dan cairan antiseptik seperti rivanol atau iodium
  • Saat membersihkan luka, sebisa mungkin hindari kontak langsung antara tangan dan luka.
  • Setelah dibersihkan, luka kemudian diberikan antiseptik seperti iodium atau yang lainnya. Setelah itu biarkan mengering atau bisa juga dibalut dengan kain kassa dan plester.
  • Jika tidak bisa memberikan penanganan langsung, pastikan luka di balut dengan menggunakan kain kassa atau kain steril untuk mencegah agar organisme penyebab infeksi tidak mengkontaminasi luka. Dan bermanfaat juga untuk menghentikan pendarahan.
  • Untuk luka lecet, kita dianjurkan membalutnya dengan menggunakan kassa steril dan perawatan sebaiknya diulangi setiap 2 kali sehari.
  • Pada luka lecet, setelah dibersihkan luka harus ditutup dengan kassa antibiotik atau dikompres menggunakan larutan iodin.
  • Luka gores yang tidak terlalu besar bisa ditangani dengan cara yang sama seperti pada poin-poin di atas kemudian dibalut. Kain kassa yang digunakan untuk membalut sebaiknya diganti setiap hari.
  • Luka robek yang lebar sebaiknya dibalut dengan menggunakan kain kassa, namun, hindari menggunakan kapas untuk menghentikan pendarahan. Hindari mengikat luka pada bagian bawah luka. Sebaliknya, cukup menekan kain kassa saja. Kemudian, segeralah meminta bantuan dokter atau ahli kesehatan dengan mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau rumah sakit untuk menjahit jaringan yang terluka.
  • Untuk luka tusuk, entah itu luka tusuk akibat benda tajam atau gigitan, sebisa mungkin segeralah minta bantuan medis.

Ciri-ciri luka yang mengalami infeksi

  1. Tubuh demam
  2. Terjadi pembengkakan di sekitar luka
  3. Kulit memerah pada sekitar luka
  4. Luka terasa panas
  5. Luka terasa nyeri bila disentuh

No comments:

Post a Comment