Tuesday, November 14, 2017

Belajar Menjadi Istri yang Bahagia

Siapa yang gak bahagia, angkat tangan...

Siapa yang sibuk mikir ini itu dan ngerasa gelisah gak henti-henti? Ayooo.. Cung jugaaaa...

Dan ya... Menjadi orang yang bahagia terutama seorang wanita yang menjadi ibu bukan hal yang sulit sebenarnya. Bukan hal yang mudah juga sih haha. Ada banyak hal yang jadi penyebabnya. Kebanyakan ibu bahagia adalah ibu yang hidupnya sederhana. Bersyukur dengan yang ada meskipun sedikit dan tidak banyak menuntut.



Ada banyak cerita yang saya miliki akhir-akhir ini. Kadang, kalau kamu punya tetangga yang tembokny nempel sama rumahmu, cerita rumah tangga bisa jadi sangat banyak. Kadang, kamu ngerasa gak enak sendiri sama tetanggamu yang lagi berantem sama suaminya. Kadang kamu juga ngerasa risih sendiri ketika seorang istri ngumpat-ngumpat suaminya bahkan gak peduli ada orang banyak.

Saya membayangkan, bagaimana perasaan sang suami yang notabene adalah seorang imam, pemimpin bahtera rumah tangga diperlakukan seperti itu. Haruskah lagunya mbak Nella Kharisma "Bojo Galak" menjadi kenyataan dan harus dijalani?


Jangan lawan suamimu..


Dan entahlah.. dari cerita rumah tangga memgapa selalu wanita yang menjadi-jadi menyerang suaminya dengan kata-kata yang gak baik. Bagaimanapun keadaannya.. bukankah menyimpan rapat hiruknpikuk rumah tangga adalah kewajiban kita. Suami adalah pakaian untuk istri dan istri adalah pakaian untuk suami.

Pakaian yang tentu saja untuk menutupi seeemuaaanyaa... Baik buruknya bahkan kekesalan yangbada didalam hati. Semogaa... Kita sebagai wanita gak jadi dalam bagian kayu bakarnya neraka karena melawan suami.

Belajar bersyukur.. belajar berterimakasih


Memang sih, wanita kadang keinginannya itu buanyakkk banget, sampe bikin pusing kepala suami. Kepentingan-kepentingan yang kadang bikin wanita murka saat keinginan itu tidak bisa tercapai. Tapi bukankah kita tahu dan sangat tau seberapa besar kemampuan suami tercinta? Mengapa kita tidak belajar saja bersyukur dengan apa yang ada. Belajar berterimakasih kepada suami karena sudah banyak menanggung kehidupan kita. Bukan cuma didunia lo.. InsyaAllah sampai akherat beliau akan menanggung kita.

Tapi, kebanyakan istri juga ngeyel pengen kerja diluar rumah padahal suami jelas-jelas melarangnya. Jika suami mengizinkan, semoga pekerjaan itu menjadi sebuah keberkahan dan sedekah jariyah untuk keluarganya. Namun jika suami tidak ridho tapi tetap ingin bekerja, sebenarnya apa sih yang sedang dikejar? Uang apa ridho suami?

Ada yang dengan bangganya bercerita dengan saya kalau dia berani sama suaminya. Berani dalam artian melawan dan menentang semua argumen suaminya. Lalu saya bertanya dalam hati, apa yang dibanggakan? Merasa mejadi wanita hebat dan gak lemah. Menurut saya itu adalah kesalahan.

Saling berbagi, saling memberi


Begitulah rumah tangga.. setidaknya, saya bisa mengambil banyak pelajaran dari mereka. tanpa harus mengalaminya sendiri. Benarlah sebuah hadist, berkatalah baik atau diam. Dan itu memang benar-benar sulit dipraktekkan hehe..

Kebahagian apa ini? Ya kebahagiaan menjalani sesukanya saja.. Gak tergantung orang, gak membuat telinga orang penuh dengan suara kita, gak mendengarkan orang yang mencoba ngasih komentar gak baik dengan prinsip hidup kita, gak mengganggu kehidupan orang lain, juga gak menggunjing tentang mereka. Fokus aja sama pasangan, berbagi dan saling memberi juga memahami dan mematuhi mereka.

Lah ini bukan menggunjing?

Bukannn.. ini curhat ;)

4 comments:

  1. jangan sampai kita jd istri yg hanya ngaku bahagia, tapi gak bener-bener bahagia ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. Bahagia itu saat kita bebas melakukan apapun ya mbak, termasuk curhat walau lewat tulisan ^^

    Banyak bersyukur aja deh saat merasa ada kekurangan pada diri maupun pasangan ^^

    ReplyDelete
  3. hmm aku bahagia gak ya. Kayaknya sih bahagia, soalnya udah jauh dari orang2 rese, wakakaka

    ReplyDelete
  4. Allah berfirman, “Para istri kalian adalah pakaian bagi kalian, dan kalian adalah pakaian bagi istri kalian.” (Q.S. Al-Baqarah:187). Intinya saling melengkapi ya mbak.. Nikah, MenjalaniKehamilan dan Punya Anak.

    ReplyDelete