Wednesday, August 17, 2016

Ketika Anakku Bertanya Ini dan Itu

Usia Kinza sekarang sudah menginjak 27 bulan tepatnya besok,  banyak sekali perubahan yang dimiliki oleh Kinza.  Dari pinter ngomong sampai rajin makan.  Bukan hanya itu, Kinza  juga sudah mulai banyak bertanya ini dan itu. Dan kadang, 1 benda bisa ditanyain sampai 10 kali. Kadang-kadang saya merasa lucu sih, karena harus mencoba sabar dengan menjawab terus dan terus pertanyaan anak saya.


Jangan di Bully


Ketika saya mulai lelah, dengan mulai mengomel kenapa harus itu terus yang ditanyakan. Saat itu juga Abinya mulai menegur saya.

" Dijawab aja, jangan dibully, nanti dia nggak mau tanya lagi dan menjadi anak yang pendiam"

" Oh iya bisakah, jawab saya"

Kadang, saya ngerasa, Abinya jauh lebih sabar dari pada saya dalam menghadapi Kinza. Ternyata memang benar ketika anak mulai banyak bicara dan bertanya hal ini dan itu kemudian kita membully dan bilang kepada mereka bahwa Bukannya tadi sudah Ummi bilang atau Ibu bilang,  justru hal ini akan berdampak pada anak malas bertanya dan cenderung menjadi lebih pendiam. Karena mungkin merasa tidak dihargai dan merasa tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan.

Kita sendiri Kalau sudah malas dengan sesuatu pasti kita akan menjauh dan banyak dia bukan. Bukan kita kali yah tapi saya hehehe..

Sabar dan Menjawab dengan cara yang Baik


Pernah saya melihat satu video yang bisa melalui Facebook ketika itu seorang anak duduk dengan ayahnya di depan sebuah gereja.  Saat itu yang bertanya kepada sang anak yang sudah dewasa. Ketika ia melihat seekor burung gereja berada di sebuah pohon.  Bertanya kepada anaknya apa itu?

 Kemudian sang anak menjawab " burung gereja, ayah" sampai beberapa kali anak bertanya terus dan terus hingga akhirnya sang anak marah karena merasa telah menjawab pertanyaan Ayah dengan kata-kata yang sama.

Kemudian, Sang ayah mengambil sebuah buku harian yang ia tulis, yaitu tentang masa-masa pertumbuhan anaknya. Disuruhlah buka anak tersebut pada bagian di mana ia terus bertanya dan bertanya apa itu dengan hal-hal yang sama beberapa kali bahkan puluhan kali. Namun, dengan sangat sabar dan penuh cinta menjawab pertanyaan anak tersebut.

Kita belajar bahwa, sebagai anak kita memang tidak bisa memberikan kasih sayang seperti yang orang tua kita berikan waktu kita masih kecil. Oleh karenanya, mulai saat ini saya  menyadari banyak hal bahwa kau menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah lebih membuat anaknya menjadi orang yang sukses berakhlak dan memiliki kepribadian yang baik.  Dan kesabaran memang adalah satu-satunya pegangan seorang ibu untuk merawat anak-anaknya selain ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang baik.

Selain itu, saya juga semakin sadar, bahwa ketika kita menjadi dewasa, bukan orang tua yang ada dalam pikiran kita setiap waktu, malah biasanya orang lainlah yang ada disana, Ah.. jadi menyesal, tidak memanfaatkan waktu remaja dulu dengan baik. Dengan memberikan yang terbaik kepada orang tua.

2 comments:

  1. Keingin tahuan anak yang begitu besar memang kudu diimbangi kesabaran untuk memberi tahu yang gak kalah besar. Saat anak berceloteh kadang gak kenal waktu, saat kita 'sibuk' kalo dia kepo ya langsung tanya...

    ReplyDelete
  2. memang anak banyak ingin tahu, alangkah baiknya kita beri tahu yang baik-baiknya

    ReplyDelete