Tuesday, August 14, 2018

Sudah Berobat Kemana-mana Tapi Belum Sembuh? Coba Berobat ke Penang

Saya teringat pada cerita tetangga di sebelah rumah kami yang tiba-tiba jatuh sakit. Badannya demam tinggi tanpa diketahui penyebabnya. Membuatnya tak kuasa menegakkan tubuh. Keluarga yang khawatir kemudian membawanya ke Rumah Sakit (RS) populer di kota kami untuk diperiksa. Oleh dokter, ia didiagnosa sakit tipes (demam tifoid) dan dianggap terlalu capai bekerja, lalu diminta untuk beristirahat setelah dibekali obat.

Setelah berminggu-minggu, ternyata sakit yang ia alami tak kunjung sembuh. Bahkan semakin parah.

Lam Wah Ee Hospital Street

Apakah dokter salah mendiagnosa dan memberinya obat yang salah? Betul!

Karena tak kunjung sembuh. Seorang dermawan (sahabat tetangga kami) merujuknya ke dokter yang lebih berpengalaman yang dilengkapi dengan alat kesehatan yang lebih baik di luar kota untuk medical checkup. Dengan biaya ditanggung oleh sang Dermawan tentunya.

Setelah melalui serangkaian test. Hasilnya sangat mengejutkan. Jauh dari perkiraan awal yang mengatakan, ia hanya kecapaian dan tipes-nya kumat. Lebih parah dari itu, tetangga kami didiagnosa mengalami pneumonia (paru-paru basah). Paru-paru yang mengalami infeksi dan penuh cairan menyebabkan ia demam tinggi dan sulit bernafas.

Monday, August 13, 2018

Terimakasih Karena Menjadi Anak Ummi, Mas

Kinza... Kinza.. Kinza.. lahir prematur dengan bobot cuma 2,2kg di Rumah Sakit Panglima Sebaya Tanah Grogot. Anak pertama saya dan suami saya kini sudah berusia 4,3 tahun. Alhamdulillah.. meski lahir prematur, Kinza jarang sekali sakit berat, paling hanya flu biasa. Selebihnya mungkin hanya gangguan kulit karena alergi. Oh ya waktu kecil pernah kena kudis karena lingkungan yang gak bersih serta sering berkontraksi dengan banyak orang.


Sejak kecil dia aktif banget, banyak tingkah namun masih normal. Badannya kurus tapi berisi dan kuat. Sejak lahir, ubun-ubun Kinza keras, gak ada detakan sedikitpun diarea kepala padahal dia prematur. Tidak ada gangguan kesehatan yang berarti sih Kinza. Hanya sekali disuruh masuk ruang gizi karena katanya anak ini kurang gizi, nyatanya.. timbangan di posyandu yang salah. Pengen tak balikin aja meja ahli gizinya waktu itu, saya terluka sebagai orang tua. Mungkin karena mereka menyampaikannya sangat kurang sopan.

Saturday, August 11, 2018

Cara Menciptakan Kantor yang Nyaman dan Menyenangkan

Dulu, saat saya masih berada di Bali, saya memiliki banyak pengalaman yang berbeda dari kebiasaan bekerja saya selama merantau. Selama di Bali, saya menemukan banyak hal yang saya sukai dan menuntut saya menjadi diri sendiri. Berbeda waktu berada di Surabaya, saya yang lebih menjadi orang lain dan berada di zona nyaman, menurut saya membuat pengetahuan kurang berkembang dengan baik.



Berbeda dengan mencoba bekerja di sebuah perusahaan di Bali, saya merasa seperti orang yang bebas. Apalagi kehidupan Bali yang gak bisa di bayangkan sebelumnya, membuat saya benar-benar menikmati hidup dari sisi yang lain. Ya... bekerja di sebuah kantor memang sangat menyenangkan. Selain memiliki banyak teman yang baik, bekerja di kantor juga rasanya seperti pekerjaan yang bisa dibanggakan haha.. ya meskipun aslinya sama aja :D. Berhubung ngomongin kantor nih, jadi biar betah berlama-lama di kantor, maka ia harus memiliki tempat yang nyaman dan menyenangkan.