Wednesday, November 14, 2018

Terimakasih, Karena Dia Adalah Kamu

Jadi begini.. biarkan saya bercerita tentang kami....

Dulu pas kerja, mereka udah pada pake Android dan saya masih make Nokia. Gak ada rasa kepengen punya kayak mereka. Selain gak ngerti, alasan utama ya masalah dibeli pake apa wkwkwkw..



Tapi sekarang, punya suami yang ngikutin terus perkembangan teknologi, jadi siapa yang untung 😂😂. 5 tahun selama ini kita bersama yang hampir tak pernah pisah sebentarpun,  itu rasanya kayak masih kemaren aja kita menikah. Bukankah waktu yang terasa sebentar itu menandakan kita sedang bahagia. Allah... Terimakasih untuk dia yang menjadi jodoh saya. Terimakasih karena dia yang menjadi imam dalam kehidupan saya.

Paketan yang begitu sempurna. Mencintai kelebihan terutama kekurangannya. Menjadi penyeimbang dari sisi kanan dan kiri. Pengingat akan kebaikan serta alarm saat keburukan mulai menghampiri. Setidaknya saya berkaca, seperti inilah saya ketika ada ketidaksamaan pemikiran. Saya sadar kami berbeda. Tapi kesamaan antara kita sangatlah banyak. Keinginan yang kita miliki juga sampai tak bisa terhitung yang sejalan. Visi misi hidup? Jangan dipertanyakan lagi, apapun yang menurutnya baik, akan saya lakukan tanpa bertanya.

Dulu mungkin saya sering bertanya ini dan itu, semakin lama saya mulai sadar, bahwa ada hal yang harus terjadi tanpa penjelasan. Bersamanya.. sungguh saya sampai lupa cara membuat puisi saking tak pernah galaunya. Bersamanya.. saya juga lupa kata-kata lebay, alai bin sedikit menjijikkan karena kami lebih suka tindakan nyata.

Selamat tinggal para mantan -yang satupun saya tak punya- selamat tinggal masalalu, selamat tinggal kenangan buruk beserta manisnya. Tapi saya tak pernah melupakan bagian dari hidup yang membuat saya mengarah padanya. Jalan kebaikan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Untuk apa ini? Hingga Allah menjawab semuanya dengan tindakan nyata.

Dia, begitu penyayang, jujur, baik kepada ayah ibunya dan juga ayah ibuku serta semua saudaraku dan saudaranya. Masihkan ada alasan untuk saya tidak menyeimbangkan semua tingkah laku baik ini.

Dia, sangat terbuka dibalik sikap paling tertutupnya. Masihkah ada alasan untuk saya tidak menjadi pakaian baginya ketika dia melindungi saya dengan segala keburukan ini.

Pernikahan adalah kehidupan yang gak bisa dibayangkan sebelumnya. Menyeimbangkan antara untuk tidak terlalu mencintai dan ingin memberinya cinta setiap saat sangatlah mudah sebenarnya. Asal.. kembalikan semuanya kepada niat awal, Lillah, Hanya Karena Allah.

Soo.... Apa inti cerita ini, gak ada sih, saya tadi mau nulis status di FB, tapi kayaknya bakalan jadi satu artikel, yasudah.. blog aja ^^. Intinya saya sedang jatuh cinta sekarang, abisnyaaa... Dia barusan mbanyol garing sih, pengen marah tapi gak jadi gara gara banyolan garing haha.

Pssstttt.. menikah juga bikin saya makin makmuurrr.. hahaha.. hayuk nikah 😁.

Cara Mengatasi Tubuh yang Pegal Setelah Beraktivitas Sepanjang Hari

Aktivitas yang Anda lakukan sepanjang hari seringkali membuat Anda lelah dan merasakan pegal di beberapa bagian pada tubuh Anda. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan Anda juga dapat melakukan relaksasi otot agar tubuh dapat kembali fit dan tidak lagi pegal. Untuk mengatasi tubuh yang pegal usai beraktivitas sepanjang hari, ada berbagai hal yang dapat Anda lakukan. Berikut ini beberapa diantaranya:

Melakukan pijat


Aktivitas yang melelahkan sepanjang hari tentu membutuhkan waktu untuk mengatasi agar otot kembali lemas dan tidak lagi tegang. Untuk mengembalikan otot ke bentuk terbaiknya, maka melakukan pijat dapat menjadi cara yang tepat untuk dilakukan. Karena, dengan melakukan pijat, maka Anda dapat merelaksasikan otot agar tidak lagi tegang dan dapat kembali lemas seperti sediakala. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat karena dengan melakukan pijatan pada area yang tepat rasa pegal dapat hilang dalam seketika dan Anda dapat beraktivitas lagi secara normal keesokan harinya. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi tubuh yang pegal setelah beraktivitas, meluangkan waktu untuk pijat dapat menjadi solusi yang jitu.

Southgate Residence: Pilihan Apartemen Mewah di TB Simatupang

Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki tempat tinggal sendiri adalah impian yang paling diharapkan untuk segera tercapai. Bahkan, ada beberapa orang yang sudah merencanakan dan mencari tempat tinggal sebelum dia menikah. Dan ya... Seperti yang kita tahu para pasangan yang sudah menikah, tinggal bersama kedua orang tua ataupun mertua sangatlah tidak nyaman. Tentu kita sudah memiliki pemikiran yang berbeda diandingkan ketika masih sendiri.



Dan sebenarnya sih, saya itu ada keinginan untuk bisa datang ke Ibu kota, main. Apalagi sepertinya  tinggal di Jakarta memang menyenangkan. Selain lapangan pekerjaan yang banyak, Ibukota Indonesia ini juga menyediakan hampir semua yang kita inginkan. Mulai dari pusat hiburan, kuliner, shopping center, dan lain sebagainya.

Tapi sayang, jumlah penghuni Jakarta yang terus meningkat membuat lahan semakin sempit. Akibatnya, harga tanah sangat mahal dan jumlah tanah yang diperjualbelikan pun sangat sedikit. Karena hal tersebut, untuk membangun rumah yang besar dan luas secara vertikal hampir hampir tidak mungkin kecuali dengan biaya yang sangat besar.