Friday, September 30, 2016

Mereka, Pernah Ada Menemani Hari-Hari Saya di Bali - 3

"Jika kamu menebar ketulusan, maka cintalah yang akan kamu dapatkan"

Yang saya bicarakan ini bukan cinta ala-ala ya.. Banyak sekali orang mencintai tapi ketulusannya gak dapet. Saya selalu menyukai orang-orang yang apa adanya dan menebarkan ketulusan juga dengan hati yang ringan. Setidaknya hal itu yang pernah saya rasakan di Bali, ditengah orang-orang yang tak saya kenal dan mereka tak mengenal saya. Setidaknya.. saya tidak hanya membawa cerita tentang pantai Kuta, tentang Sanur atau pantai-pantai indah yang ada di Bali saja kepada keluarga dan sahabat saya saat kembali ke Jawa. Saya memiliki cerita yang lebih menyenangkan dan memberi banyak kesan penuh cinta, persahabatan dan keluarga baru. Setelah mengulas Mereka, Pernah Ada Menemani Hari-Hari Saya di Bali bagian 1 dan bagian 2, sekarang saya akan menceritakan orang yang juga telah banyak membantu dan menemani hari saya di Bali dalam bagian 3 ini.

Keluarga Murobbi, Ummi Reni


Saya mengenalnya, ketika sahabat saya mengajak saya menghadiri sebuah pengajian rutin setiap akhir pekan. Saya mengenalnya.. sebagai sosok yang lemah lembut, penyabar dan sedikit mellow. Ummi Reni adalah sosok ibu yang santun dan sedikit sensitif. Sabarnya beliau merawat buah hati kadang membuat saya iri, apakah saya bisa seperti beliau kelak saat menjalani rumah tangga dan memiliki seorang putra. Ummi Reni juga sering menyebabkan saya menangis dengan kata-katanya saat liqo'. Entah saya yang terlalu menghayati atau memang beliau memang pandai sekali memasuki jiwa-jiwa kosong seperti jiwa saya saat itu.

Setiap tindak tanduk, selalu ia minta izin sang suami, patuh dan tunduk. Meski sudah memiliki 5 buah hati saat itu, ( sekarang 6 ) saya melihat tidak ada yang berubah saat saya berada disana. Beberapa bulan tinggal dirumah murobbi, saya bahkan gak bisa memberikan yang terbaik untuk beliau, sebuah pengabdian seorang murid kepada gurunya. Yang seharusnya adab ini saya junjung tinggi dan mengutamakan beliau dari yang lain, apapun itu.

Keluarga yang Menyenangkan


Alya, Bilal, Oncha, Hani, Hafidzah.. Putra-putri murobbi yang menemani hari-hari saya di Bali waktu itu. Mereka sudah seperti adik-adik saya yang sangat dekat dengan saya. Bahkan saya merindukan bagaimana saya bercanda dengan mereka.

Gambar dari Alya, Dibuat untuk saya saat akan pergi dari Bali, menikah ;)
Disana, rumah Murobbi saya, saya tidak merasa sebagai orang lain, perlakuan kepada saya seperti perlakuan kepada anaknya sendiri. Bahkan Ummi selalu mengingatkan saya dan menyuruh membawa bekal saat akan berangkat ngantor, cieh ngantor kwkwkwk.. Tapi betulan lho.. baru di Bali itu saya pergi ke kantor, sesuatu pokoknya.


Abi Johar yang Pandai Memasak


Abi Johar adalah suami Ummi Reni, meski beliau orang sibuk, abi ternyata juga pandai memasak. Saya selalu diejeknya karena masakan Abi jauh lebih enak dari apa yang saya masak. Tapi memang benar, masakan yang dibuat Abi bisa berfariasi bahkan saya gak pernah nemu makanan kayak gitu sebelumnya. Mungkin karena beliau dan keluarga semua suka jalan-jalan dan suka wisata kuliner kali ya makanya jadi tahu rasa-rasa masakan yang enak-enak. Iri deh pengen bisa masak enak dan macem-macem. Sementara sampai saat ini, variasi makanan yang saya buat cuma sayur bening wkwkwk.

Anak-anak yang Lucu 


Setiap anak memang berbeda, begitu juga dengan keluarga murobbi saya di Bali, mereka memiliki sifatnya masing-masing. Yang saya inget banget adalah, saya suka sekali saat menjemput mereka pulang mengaji. Menjaga mereka bersama teman saya kak Aisyah saat Ummi Reni harus dirawat dirumah sakit, saat melahirkan Hafidzah, rasanya seperti saya diberi kepercayaan aja, menjaga pasukan terkeren di Bali itu ;). Kalau saja saya bisa lebih baik, pasti mereka saya ajak jalan-jalan atau membelikan sesuatu yang bikin mereka bahagia ;), saat itu.. saya masih.. ammm sudahlah haha. Dan saat ini Alya posisinya sedang di Sidoarjo, tapi beberapa kali saya hubungin lewat handphone yang nomernya dikasih kesaya gak bisa. Pengen jenguk dia, tunggu waktu yang tepat dulu. Semoga Alya betah di Jawa dan bawa ilmu yang banyak saat pulang ke Bali nanti.

Akhir yang kurang Menyenangkan


Kesan yang kamu tinggalkan adalah kesan yang terakhir kali kamu perlihatkan kepada orang lain, dan selamanya mereka hanya mengingat kesan terakhir tersebut. Hal yang paling saya sesalkan adalah hari terakhir saya di Bali yang mungkin membuat Murobbi saya sangat kecewa. Sebenarnya, saya gak pengen mengingatnya kembali, saya bahkan menangis sepanjang perjanan menuju Jawa, tak henti hentinya dalam travel itu saya menangis. Berperang dengan perasaan bersalah, perasaan membela diri dan perasaan yang lainnya.

Sekarang, saya memutuskan untuk tidak ingin lagi pergi ke Bali selama hidup saya, namun alasan itu saya buat setelah saya menikah. Bukan karena masalah akhir yang tidak menyenangkan berada di Bali, tapi masalah yang lain lah pokoknya, yang lebih secreet :)). Setiap hari saya selalu berharap bisa memperbaiki kesalahan yang mungkin saja saya buat dengan sengaja tersebut. Saya merasa sangat kaku dan merasa gak enak hati saat akan menghubungi beliau. Namanya manusia.. penuh dengan kesalahan tapi saya mencoba untuk tetap biasa saja dan melupakan semuanya, meskipun sulit.

Toh sekarang saya sudah jadi orang lain, pribadi yang lain dan kehidupan yang lain. Saya gak akan pernah melupakan kebaikan-kebaikan orang-orang baik seperti keluarga Murobbi saya sampai kapanpun. Meski akan saya coretkan melalui curhatan gak mutu lewat blog, setidaknya saya punya sesuatu yang akan saya ingat, Ukhuwah.

Semoga, dilain kesempatan saya bisa kembali bertemu dengan beliau sekeluarga, dengan kondisi yang jauh lebih baik dan dalam keadaan yang menyenangkan. Semoga anak-anak Ummi semua menjadi anak sholih sholeha.. Alya, Bilal, Oncha, Hani, Hafidzah dan putra yang keenam, saya tidak tahu namanya :D. Beliau sekeluarga, sudah memberikan banyak kenangan berharga dalam hidup saya selama di Bali. Semoga Allah selalu menaungi kehidupan Beliau dengan penuh rahmat dan barokah serta kebaikan.. Aamiin.. InsyaAllah..

Terimakasih sudah membaca Part 1, tentang Rini  dan  Part 2, Tentang Mbak Yuli. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya..  Mereka, Pernah Ada Menemani Hari-Hari Saya di Bali - 4.

3 comments:

  1. Aiss..kalian mba Nining sama mba Khusnul janjian ya, jiahhhh sama sama Bali nih temanya

    ReplyDelete
  2. wuahh ini curhatan ya, ntar ah kalau mau bobo baca2..hehehe

    ReplyDelete