Bagaimana Rasanya Menjadi Blogger dan Influencer

32 komentar

Blogger dan Influencer adalah kata-kata yang tidak asing buat saya saat ini, saya dan suami bekerja dibidang ini. Tidak pernah kemana-mana selain berada didepan komputer yang ternyata bisa sampai kemanapun.

Mungkin awal profesi ini bisa saya ceritakan bahwa, sejak tahun 2008 saat itu saya sudah berumur 18 tahun, saya baru mengenal apa itu komputer. Bukan karena saya ingin, namun karena keterpaksaan akan pekerjaan yang diberikan kepada saya, menjaga sebuah Warnet di daerah Rungkut Surabaya milik bos saya yang baik.

blogger dan influencer

Tidak seperti anak-anak sekarang yang masih usia dini sudah mahir menggunakan komputer, saya belajar otodidak dengan modal kemauan dan mau belajar. Dari sana, tepatnya tahun 2009 saya mengenal blog dan isinya. Saya menulis apapun yang saya sukai, curhat nggak penting, dan usaha-usaha lain untuk menyalurkan hobi saya, mengarang cerita :D.

Saat itu dunia blogger masih belum ramai seperti sekarang, teman-teman blogger masih sangat banyak dan selalu punya waktu untuk saling mengunjungi. Saling membaca cerita antara blogger satu dengan yang lainnya. Saling memberikan hadiah di dunia maya berupa link-link yang sekarang makin jadi perhitungan, "kalau kamu apus linkku, tak apus juga linkmu" haha. Entahlah, saya bahkan nggak menyadari sejak kapan dunia blogger ini berubah seperti sekarang :D.

Yang bahkan blog sayapun isi postingannya ya mengandung pundi-pundi rupiah, Alhamdulillah. Bukan hanya itu, tahun-tahun awal ngeblog juga saya jadi kenal sama calon suami saya dulu. Kalau yang ini bukan lagi Alhamdulillah sih, udah wajib ribuan kali mengucap syukur kepada Allah. 

Blog adalah hal Luar Biasa dalam Hidup saya

Ya.. blog ini bukan hanya blog biasa, bagi saya blog adalah hal yang luar biasa yang harus saya rawat dan pertahankan. Blog mengubah banyak sekali garis-garis adat yang bisa ditebak semua orang. Sebagai orang desa, saya akui itu hal yang menyebalkan.

Jika diurutkan, saya memulainya dari seorang anak lulusan SMP -> Kemudian menjadi Pembantu rumah tangga -> kemudian menjadi Baby Sitter -> lanjut lagi menjadi penjaga warnet, tepatnya penjaga warnet yang suka menulis di blog -> kemudian saya sempat beberapa waktu enggak fokus di blog karena pekerjaan saya waktu di Bali dan sampai sekarang, saya enjoy menjadi ibu rumah tangga sekaligus sebagai blogger dan influencer. 

Btw ini Bakat yaaa.., bakat ndekem ndek rumah yang kesampaian hahahha.

Jadi, Gimana Rasanya Menjadi Blogger dan Influencer

Bhaik... izinkan saya bercerita tentang pekerjaan saya ini. Sudah jelas ya.. saya lebih senang berada di depan laptop dari pada di depan bak cucian piring di dapur, itu jelas. Tapi, mau nggak mau saya juga harus berada di dapur yang kemudian mau nggak mau juga ternyata saya menyukainya.

Saya mau kok dikatain kalau perempuan itu urusannya cuma tiga, dapur-sumur-kasur, tapi boleh nggak kalau ditambahin satu, nglantur! Ya.. anggep aja ini ngelantur gitu, ngetik sana sini, mainan hape gak mari-mari. 

Orang pikir saya sedang nggak bisa pisah sama gadget, nyatanya saya lagi ngejar deadline ataupun ngejar trending topik di twitter. 

Orang kira saya lagi nonton maraton drakor, nyatanya saya lagi ikutan webinar. 

Orang kira, saya nggak ada kerjaan tapi nggak pernah main kerumahnya, gak pernah kumpul sama tetangga, padahal saya hampir nggak bisa membagi waktu yang pas buat nyelesaikan deadline influencer dan deadline tumpukan baju menggunung yang nyaris meledak! gak ada yang tau kan?

Kemudian ada lagi nih, saya sering banget nerima paket dan pak kurir selalu datang kerumah saya. Orang pikir, saya banyak uang dengan belanja ini itu di online (ya kadang-kadang aja sih saya belanja online-nya, member platinum shopee bisa masih bisa dibilang kadang-kadang khan hahahha). Nyatanya, itu produk endorsan yang harus saya ulas di blog dengan banyak sekali syarat. Apalagi yang ngira kita melihara babi ngepet, duduk dirumah aja bisa makan dan belanja belanja, kan luuuucuuuuu.

Saya tak Sekaya Itu!

Saya juga sering sekali share artikel-artikel saya di media sosial, lebih tepatnya artikel berbayar. Ataupun foto-foto dengan produk di akun instagram saya, yang lebih tepatnya foto bareng produk endors'an. Dengan itu, orang mengira saya banyak uang, catat ya.. Saya tak Sekaya Itu!

Produk-produk yang saya posting, bisa jadi saya dapat bayarannya 2 bahkan 3 bulan kedepan. Meskipun ada beberapa brand yang ngasih bayaran didepan, tapi gimana kalau semua kerjaan yang saya kerjakan belum dibayar semua? 

Bener banget, saya gak punya uang, bahkan seribu rupiahpun yang terlihat (kecuali nyari recehan yang nyempil-nyempil) :D. Ya.. ini sering banget sih, dan saya cuma bisa ngetawain aja hal-hal yang kayak gini. Kami sadar, pekerjaan sebagai influencer bukan seperti pekerjaan kantoran yang nerima gaji tetap dan sudah pasti ada. THR aja saya gak dapet lhooo, apa yang mau di iri'in? wkwkwkw.

Kami memang punya pekerjaan, tapi bayaran juga sesuka-sukanya brand ngasihnya kapan, kecuali sudah ada pemberitahuan di awal kalau bakal dibayarin selama 2 bulan atau 3 bulan bahkan pernah ada yang sampe 6 bulan gak dibayar-bayar. Ini kita udah kerja, duit kita, kita tagih, malah kita yang kayak pengemis minta-minta, yo lucu kan jadinya haha. MasyaAllah pokoknya.. 

Saya Harus Maju dan Bisa Lebih Baik

Karena kejadian-kejadian seperti inilah, saya dan suami dtuntut untuk berpikir lebih lagi untuk mengatasi hal-hal yang pas butuh duit malah nggak punya duit. Menurut saya lagi, itulah mengapa kita kalau sudah berumah tangga itu harus belajar tinggal di rumah sendiri. Biar bisa mandiri dan nggak ngandelin orang lain untuk makan.

Kalau ada ya kita makan, kalau nggak ada ya kita nggak ngrepotin orang lain termasuk orang tua. Pemikiran mandiri seperti ini yang menuntut kita untuk bisa maju, berusaha mencari cara agar bisa bertahan dan memiliki sesuatu yang lebih. Apalagi jika sudah ada anak-anak yang memiliki kebutuhan yang harus dicukupi orang tua, setidaknya.. kita harus berusaha lebih banyak dan lebih keras.

Terus terus.. Kapok Nggak jadi Influencer?

Ya nggak dooonkkkk... karena ini sudah menjadi pilihan pekerjaan yang paling aman dan sesuai prinsip hidup kami, kami akan tetap menjadi blogger dan influencer. Dengan pekerjaan ini, kami bisa memilih dari mana saja uang yang harus dan tidak boleh kami ambil. Brand-brand mana saja yang boleh ada di blog kami, dan topik-topik apa saja yang boleh dan tidak boleh kami tulis saat mengerjakan job menulis dari JualBeliArtikel.com.

Dengan menjadi Blogger, Penulis konten dan Influencer, kami bisa memilih pekerjaan yang sesuai aturan agama, prinsip hidup dan idealis kami. Seperti awal memulai pekerjaan ini dan meninggalkan pekerjaan lama, itu semua dengan niat menghindari hal-hal yang syubhat dan abu-abu menurut kami.

Jadi, godaan bayaran yang banyak pas lagi nggak punya duit, dan itu dari brand yang gak boleh kami ambil juga sering terjadi, galau kan. Tapi semuanya kembali sama kejujuran diri sendiri sih. Dan ini, peran pasangan juga sangat dibutuhkan untuk saling mengingatkan dalam segala hal baik. 

Pekerjaan ini, juga tidak semudah yang orang-orang pikirkan, dan sepertinya memang tidak ada yang mudah dalam menjalankan pekerjaan. Yang ada, bagaimana kita menikmati pekerjaan kita dan melakukannya dengan baik. Jadi yaaa... kerja sesuai hobi dan kesenangan itu adalah caranya, coba aja deh :D. 

So... Masih mau jadi blogger dan Influencer gak nih? Kalau sekarang udah jadi influencer, Apa alasan yang membuatmu senang dan mau menjalankan pekerjaan ini? Share yaaa.. ^^

Husnul Khotimah
Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

Related Posts

32 komentar

  1. Pekerjaan bloger dan influencer ini adalah pekerjaan menyenangkan yang dapat duit ya mbak. Kalau aku sih nyebutnya hobi yang dibayar. Tapi aku lebih seneng menyebut diriku bloger aja. Soalnya jarang ngepost IG dan ngetweet. Mulai nulis sejak 2003 tulisan gaje di blogdrive saat itu. Trus 2007 sampai 2009 nulis di MP. Abis itu ngekuis di FB. Lumayan mendapatkan pundi pundi rupiah di jamannya. Hahaha...Mulai serius ngeblog beli domain 2014 dan keterusan sampai sekarang. Tapi karena pakai niche jadi gak berani daftar job di luar niche.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog saya kayak gado-gado hhahah.. sampe saya sendiri aja bingung nichenya apaan :)). Kayaknya semua memulai nulis dengan hal yang remeh ya mbak.. ^^

      Hapus
  2. Mba Inueeell, dirimu sungguh inspiratif banget!
    Yap, dunia content creator belakangan ini banyak "jebakan betmen" ya.

    yg kmrn sempat happening tuh #JudiHalal wkwkwk ya ampuun, beneran deh, butuh iman yg kuat dan izzah utk bisa jadi mukmin yg ttp patuh pd ajaran Islam.

    Makasiii udah nulis ini, ya.
    Kapan2 aku mau juga dong, join campaign-nya jualbeliartikel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Nurul selalu rame, asyik haha.. Yang penting tetep pengangan sama prinsip hidup masing-masing ya mbak.. Di web JBA cuma nerima pesanan artikel hhihii, doain bisa jadi besar (padahal males apdet blognya juga haha)

      Hapus
  3. Rasanya kalau aku seneng banget, karena sebagai blogger kita juga bisa berbagi informasi untuk teman-teman dan juga pembaca yang mencari dengan kata kunci tertentu. Alhamdulillah blog dan instagramku sudah menghasilkan pundi-pundi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. bisa beli gamis kesayangan hihi

      Hapus
  4. aku inget banget kalau dulu lumayan rajin ikut giveway kecil2an dari temen2 blogger. seru bangettt ya, mbak. sambil gendong anak, pegang gadget yaa udah biasa kalau mamak2 blogger, yaa. bukan karena apa, tapi ya itu, ada deadline. sukses selalu buat keluarga ya, mbakk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gadget everywhere Everytime, jadinya butuh perjuangan lebih sekarang buat ngejauhin anak dari gadget, oalnya liat emaknya hengpunan terus hahaha. Kangen masa dulu atau lebih seneng sekarang ?

      Hapus
  5. masih mba.. blogger..
    aku suka sharing hal yg aku alami dan orang siapa tau butuh itu, berharap bermanfaat.
    hehe
    ngumpulin amal >.<
    iyaaa mba, tetap selektif ya mba, insya Allah rejeki dari arah mana ajaaa

    BalasHapus
  6. Wah..luar biasa perjalanannya dari dulu hingga sekarang. Bener-bener menginspirasi, Mbak. Dan saat ini bisa disebut sebagai influencer yang banyak sekali barang endorse-an. Kalau saya sendiri untuk barang-barang endorse-an belum banyak. Hanya beberapa kali saja, itu pun karena harus direview di blog.

    Semangat ngeblog ya, Mbak.. semoga makin berkah, lancar dan sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Aamiin.. Sukses berkah juga buat mbak Eri yaaa,,, yuk cari endorsan lagi yuk ihihih

      Hapus
  7. Walaupun menerima fee-nya gak jelas kapannya, jadi blogge rdan influencer itu selalu menyenangkan ya Mbak Inuel :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bener mbak, yang penting dibayar haha

      Hapus
  8. Mba Inuel baca dari awal Kisahnya, ternyata menulis itu jadi berkah, ya. Ketemu suami juga lewat menulis. Saya salut sih, saya juga senang jadi blogger dan influencer. Soal job juga, setuju untuk berhati-hati nerima endorse. Ada topik dan brand yang engga boleh ada di blog. Saya juga setuju dengan ini.

    Saya pun sering dapat paketan, padahal Kan itu bukan beli, ya, dari brand. Hehe ... tetangga nyangkanya gimana gitu, ya engga apa-apa, biarlah mereka dengan pemikirannya. Senengnya baca pengalaman pribadi kaya gini, sekalian sharing juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak Lia, Semua ada godaannya sendiri ya mbak hahhaa.. Selamat menjadi blogger yang baik ;)

      Hapus
  9. Suka duka menjadi blogger dan influencer itu pasti ada. Kita berhenti atau bertahan, tergantung seperti apa kita menganggap pekerjaan itu. Jika hati kita ada di situ, apapun yang terjadi, kita akan terus jalan. Kayak aku, nulis, foto, dan traveling, itu hobi. Ketika ketiganya kusatukan, jadilah konten di blog, youtube, dan IG. Apakah nanti konten yg kubuat menghasilkan uang atau enggak, aku akan tetap melakukannya. Alhamdulillah sih selama ini meski sedikit, ada hobi yang dibayar.

    Do what you love, love what you do.

    Semoga pekerjaan-pekerjaan baik selalu menghampiri kita dalam keadaan baik ya mbak. Keep sharing and inspiring!

    BalasHapus
  10. Inspriring sekali pancen Mbak Inuel ini.

    Pun, aku lihat sekarng udah banyak kemajuannya nulis di blog (terutama jumlah katanya). Udah nggak medhit kayak biyen cukup 300 kata :p

    Kayaknya ada yang kurang Mbak Inuel tulis deh, merambah jadi KOL para buzzer.

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah. Jadi bisa dapat income ya Mbak. Yang penting kerjaan halal deh Mbak dan incomenya juga berkah. Aamiin ya rabb.

    BalasHapus
  12. maasyaallah banyak sekali hal menarik dan membahagiakan yang didapat saat menggeluti peran menjadi blogger dan influencer, semoga terus membawa berkah ya

    BalasHapus
  13. Tahun 2008 masih kinyis2 ya hahaha aku udah kepala 3 trus barapa selisih umur kit? kenapa jadi matenatika. Ada berkah ya setelah jaga warnet jadi makin ahli di dunia maya. Bener banget kalau ga ngerti orang mikirnya kita ngapain gitu pegang hp trus atau laptop ya.. Dari dunia maya dapat banyak hal termasuk teman hidup hahaha eh sama maksudnya

    BalasHapus
  14. Mbkkk.. Keren banget
    Nggak bakal nyangka ya mbk, nulis di blog bisa seberkah ini.. Bisa jadi cring cring berkat menulis.

    Luar biasa mbk pengalamannya ^^

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, saya senang banyak penulis blog atau yang lebih populer disebut Blogger, namun saya juga merasa sedih. Sering sekali menemukan blogger yang belum menerapkan kaidah penulisan yang benar di blog-nya. Meski katanya lebih personal, namun alangkah baiknya juga bisa belajar menerapkan kaidah penulisan yang benar :)

    BalasHapus
  16. Menjura liat postingan iniiii!
    Mewakili sekali perasaan hatiku, pengen nulis tentang ini juga *mesem-mesem

    Sesungguhnya semua pekerjaan itu high risk mbak Inuel, so.....
    you choose the right job!

    BalasHapus
  17. Kangen juga dengan saling BW di blog temen tanpa pamrih kayak jaman dulu. Iya sekarang udah beda tapi aku gak sampai menghapus link milik teman, hahahaha. Lha punya brand aja banyak lupa nya kalo udah lewat periode kerjasama.

    BalasHapus
  18. AKu sejak nulis blog juga lebih suka ndekem di rumah.
    Hehhee..secara di rumah itu sagala aya. Kalau ke cafe, aku kudu ganti baju dulu.
    Huhuu...belum lagi mata ini suka gak fokes.
    Hehehe...jadi blogger dan influencer ini memang pilihan yang paling pas untuk seorang Ibu.

    BalasHapus
  19. menjadi seorang influencer memang nggak seindah yang orang bayangkan ya mbak
    ada usaha dan kerja keras juga yang harus dilakukan

    BalasHapus
  20. Orang kira, saya nggak ada kerjaan tapi nggak pernah main kerumahnya, gak pernah kumpul sama tetangga, padahal saya hampir nggak bisa membagi waktu"

    Duh, ini aku banget mba. Pdhl jarang juga sih dapet job cm sesekali bs barengan gitu. Cm emg anaknya males kumpul2 n mmg most kerjaan lain di rumah makany sering dibilang gak kerja. Gak kerja hrsnya anaknya banyak bleh bleh. Ya ampun lingkungan aku gitu amat

    BalasHapus
  21. Hehe aku jd keinget sampai ada yg mau ngutang krn dilihatnya endorsean berderet, pdhl kan kenyataannya dibayarnya entah kapan wkwkwk
    Ya nikmatin saja, pd dasarnya aku suka ngeblog, ini seperti hobi yang dibayar :D

    BalasHapus
  22. Keren banget mbak, berawal nggak kenal komputer, lalu belajar otodidak dan kini sukses jadi blogger dan influencer. Kalau saya ngeblognya masih buat seneng-seneng aja, selingan di antara kerjaan utama

    BalasHapus
  23. MasyaAllah ya Mba, aku juga setelah resign menggantungkan hidup dari menulis. Barokallah ada aja jalan rejekinya. Semangat kita mba.

    BalasHapus
  24. Menjadi blogger dan mapan memang keinginan kita tapi memang harus berkorban dulu ya mba,

    BalasHapus

Posting Komentar