5 Manfaat Menguatkan Bonding Ibu dan Bayi 3 Bulan

Posting Komentar

Sebagai seorang ibu saya tentu saja banyak belajar dari orang tua, lingkungan, dan berbagai sumber literasi lainnya dalam hal mengasuh anak.

Pengalaman saya dalam mengasuh anak sebenarnya tidak hanya saya peroleh setelah melahirkan dua “jagoan cilik” kami.

Tapi jauh sebelum itu, saya sudah banyak berkutat dengan rawat-merawat bayi.

Karena memang, ketika dulu mencari pekerjaan, saya sempat belajar menjadi baby sitter supaya punya keahlian.


Dengan keahlian tersebut saya sudah beberapa kali pindah-pindah tempat kerja yang sebagian besar mempekerjakan saya untuk mengasuh bayi.

Dari berbagai pengalaman tersebut saya mendapatkan banyak pelajaran yang menurut saya sangat bermanfaat buat diri saya sendiri dalam mengasuh anak sendiri.

Selain dari pengalaman-pengalaman tersebut, saya juga tentu saja mencoba untuk selalu menambah ilmu bayi melalui literasi yang banyak tersedia di internet.

Dari sekian banyak pengalaman yang menurut saya berkesan, menguatkan bonding atau ikatan antara ibu atau ayah dan bayi khususnya di usia 3 bulan adalah salah satu tahapan dalam perkembangan anak yang menurut saya sangat penting.

Meskipun bonding antara ibu dan anak sebenarnya tidak hanya terjadi dalam satu momen saja, melainkan bisa terjadi sejak anak masih bayi hingga mereka dewasa.

Akan tetapi, ketika memasuki usia 3 bulan, anak sedang memasuki fase atau tahap yang disebut sebagai usia emas karena,

  • Di usia ini bayi akan lebih banyak berkomunikasi dan bisa merespon
  • Pada saat bayi Anda berusia 3 bulan, ubun-ubun posterior (titik lunak di belakang kepalanya) seharusnya sudah menutup
  • Bayi juga sudah mulai menunjukkan apa saja yang ia sukai atau senangi, dan sebaliknya
  • Otot-ototnya Sudah mulai terbentuk sehingga ia mulai bisa melakukan banyak aktivitas
  • Mata dan tangan serta kakinya sudah mulai berkembang dan bisa berkoordinasi dengan baik
  • Begitu juga dengan pendengarannya yang bisa membantunya merespon saat ia mendengar suara apa ketika namanya disebut

Manfaat Menguatkan Bonding Ibu dan Bayi

Hubungan yang kuat antara Ibu dan bayi sudah pasti sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh seorang anak dari ikatan yang kuat antara iya dan ibunya, seperti 5 manfaat berikut ini.

1. Anak akan lebih akur dengan orang tuanya saat dewasa

Saya juga pernah membaca sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa, bayi yang dekat dan merasa nyaman dengan orang tuanya saat berada di tempat yang asing, akan lebih jarang bertengkar dengan orang tuanya ketika mereka memasuki usia 20-an.

Hal itu bisa terjadi karena, hubungan yang akrab dan perasaan aman dengan orang tua pada tahap awal perkembangan seorang anak akan memberikan dasar untuk kemampuannya dalam mencintai, mempercayai, dan menyelesaikan konflik dalam hubungan di masa dewasa.

2. Anak akan tumbuh lebih sehat

Seorang ibu yang setiap hari selalu menunjukkan perhatian dan cintanya kepada anaknya akan membuat anak tersebut lebih sehat secara psikologi.

Menurut penelitian, orang tua yang penuh perhatian dan selalu berusaha untuk melindungi anak-anaknya akan membuat anak-anaknya terhindar dari stres kronis yang memiliki beberapa dampak negatif seperti,

  • Menyebabkan gangguan tidur
  • Menyebabkan masalah pencernaan
  • Gangguan memori
  • Meningkatkan risiko mengalami depresi, dan
  • Dapat menyebabkan anak mengalami obesitas

3. Pertumbuhan mental dan fisik anak meningkat signifikan

Diantara cara menguatkan ikatan bonding antara ibu atau Ayah dengan bayi usia 3 bulan adalah dengan mengajak bayi tersebut bermain.

Menurut penelitian, seorang ayah yang sering mengajak bayi usia 3 bulan bermain dapat membantu meningkatkan musik dan mental anak secara signifikan jika dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh tanpa keterlibatan seorang Ayah.

4. Lebih sukses di bidang akademis

Anak-anak yang lebih banyak berinteraksi dengan orang tuanya, khususnya dengan ayahnya sejak usia dini, umumnya berpeluang lebih besar berhasil secara akademis.

Di samping itu, mereka juga umumnya akan akan lebih mudah menjalin hubungan yang baik dengan teman-teman sekelasnya serta tidak mudah terlibat dalam kejahatan maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang termasuk alkohol.

5. Mengurangi stres dan durasi tangisan serta membuat bayi tidur lebih nyenyak

Kontak antara bayi dengan ibunya atau anggota keluarganya yang lain seperti ayahnya atau saudara-saudaranya seperti sentuhan, pelukan, atau bahkan kontak tidak langsung seperti obrolan, nyanyian, serta saling menatap mata membuat otak bayi akan melepaskan hormon-hormon yang bisa membantu otak bayi tumbuh dan berkembang.

Hormon-hormon tersebut akan membuat otak bayi yang berkaitan dengan ingatan, pemikiran dan bahasa berkembang secara baik.

Penutup

Masa bayi, khususnya di usia 3 bulan merupakan salah satu masa krusial bagi perkembangan otaknya.

Perawatan dan berbagai bentuk perhatian yang diberikan oleh ibu maupun ayahnya akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan. Tidak hanya untuk perkembangan otaknya, melainkan juga untuk perkembangan mental dan pertumbuhan fisiknya.

Karena itulah, kita sebagai orang tua, wajib mengetahui bagaimana cara merawat bayi 3 bulan untuk menguatkan bonding (ikantan) dengan mereka.

Pasalnya, anak-anak yang memiliki ikatan atau hubungan yang baik dengan orang tuanya maupun anggota keluarganya yang lain kemungkinan besar akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia, mandiri, dan tangguh.

Husnul Khotimah
Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

Related Posts

Posting Komentar