Saturday, December 17, 2011

Pembantu Rumah Tangga

Pembantu Rumah Tangga
Pembantu Rumah Tangga! Seseorang dengan profesi gak penting, identik dengan kebodohan, sekolah yang rendah, pendidikan gak mutu, jorok, ingusan, dekil, bau, gak berguna dan sampah. Pembantu rumah tangga juga seseorang yang sukanya ngemis, mau di perlakukan gimana aja dan orang yang gampang di bodohin.

Hey,.. Sejelek itukah pikiranmu tentang seorang Pembantu Rumah Tangga. Seburuk itukah persepsi kamu tentang seorang PRT yang selalu identik dengan keburukan dan kebodohan.

Ok.. Kenyataan saja, Dimulai dari pembantu itu sendiri, dia adalah orang yang memang kebanyakan gak mampu untuk sekolah, gak melanjutkan sekolah, atau memang orang yang bercita-cita hanya sebagai pembantu rumah tangga. Kerja di rumah orang-orang yang membutuhkan seorang yang bisa membantu mengerjakan pekerjaan rumah yang mungkin gak bisa di kerjakan ketika orang tersebut sedang bekerja ke kantor. Yang perlu di catat adalah :

Pembantu Rumah Tangga adalan Orang yang membantu pekerjaan rumah tangga yang gak bisa di kerjakan oleh pemilik rumah karena terlalu besar mungkin, terlalu mewah mungkin, dan yang pasti gak bisa mengatasi sendiri pekerjaan tersebut.

Namun nyatanya tak begitu, Pembantu rumah tangga sering di salah artikan oleh majikan yang gak bertanggung jawab, majikan yang dengki, majikan yang malas, majikan yang gak tau diri dan majikan yang suka semena-mena dengan perlakuannya yang terkesan seenaknya sendiri.

Tunggu dulu.. Tahan emosi anda para majikan. Jika anda bukan termasuk kriteria yang saya sebut di atas, anda seharusnya tidak akan marah. Anda mengerti kan maksud saya, Terimakasih. Kenapa saya bialang begitu? Ini alasan saya :

Majikan yang malas:
Dia yang selalu menyuuuuuruhh appapun, appapun (saya sengaja membuat dobel tu huruf, jangan komentar dan baca penuh dengan amarah please :D) itu di kerjakan oleh pembantunya.

Contoh kasus :
 "Nem ambilin tisu donk" *inem yang lagi mengepel, naruk tu kain pel, ambil deh tisu. (dalam hati inem, ngapain pake tisu, biasanya juga pake kain pel :p.)

Dipikir pake logika saja, kenapa sih untuk hal hal sekecil itu enggak di lakukan sendiri, Pantas jika anda orang lumpuh yang gak bisa nggerakin tangan dan kaki, Hanya mulut saja yang bisa berucap, saya bisa memakluminya. Jangan marah, iya apa enggak ?

Majikan yang Gak tau diri:
Contoh kasus : ini dari pengalaman inem lagi.
Jam 11 malam, inem baru aja mau merebahkan dirinya di kasur sdtelah seharian bekerja ini itu tanpa tau sedikitpun dunia luar. Baru saja menutup pintu kamar dan dari luar ia mendengar.

"Inemmmmmmmmmmmmmmmmm..........." ni ada koko numpahin aer"

Astagfirullah.... Si Inem langsung duduk, berdiri dan bergegas  pergi ke kamar anak majikan, jam 11 malam itu ya, waktunya siapapun beristirahat termasuk pembantu, manusia itu, bukan robot yang kalo di banting gak bakalan nangis, manusia itu.. punya kesabaran, capek, kesal. iya itu manusia itu Inem itu (kok diulang-ulang, kok diulang-ulang :D).

"Nem itu yang bersih ya, jangan sampe ada airnya, nanti koko bisa kepleset! *majikan sambil pencet-pencet remot tivi*, sementara dalam hati Inem pengen bikin ambruk tu meja tivi :p.

Tunggu, jangan berfikir masak ada sih orang kayak gitu, Banyak!! Buanyak banget!! sudah jangan komentar dulu, biar saya lanjutkan nulisnya.

Hanya mengepel tumpahan air saja dia harus memanggil orang yang di anggapnya pembantu, sudah jangan banyak menyangkal, majikan itu jelas-jelas udah gak tau diri banget!. Saya yakin pembaca tahu apa yang saya maksud, kita sudah sama sama dewasa bukan :).

Majikan yang Dengki. Apapun kebaikan pembantu, ibadah, sholat, ngaji, baca, dan hal-hal yang membuat dia lebih maju, akan jadi sebuah masalah berat untuk sang majikan. Dia akan menyibukkan pembantu dengan pekerjaan rumah yang gak penting dan membuat pembantu gak ada waktu untuk itu. Atau tak pernah membiarkan koran, buku dan apapun yang bisa di baca sambil duduk istirahat itu sampe di pegang oleh pembantu. Emang masih ada orang kayak gitu, Banyak!! Buanyakkkk banget!!

Majikan Ngerti, Hehe.. gak baik donk saya nulis tentang karakter majikan tapi saya gak menganggap majikan yang baik dan mengerti. Beliau akan menyuruh apapun untuk membuat pembantunya maju. Al-qur'an dia kasih, mukenah di beri, koran di suruh baca, istirahat silahkan. Makanan sama sama makan, di ajak sharing, komunikasi, dan semuanya di cukupin. Emang ada orang kayak gitu, Banyakkkkkkkkk Banyakkkkk banget, dan Semoga Allah selalu menjaga rezeki majikan yang seperti ini. Menjaga kesehatannya dan menjaga semua yang ia miliki agar mendapat banyak keberkahan :).

Lalu kenapa saya hari ini menulis tentang Pembantu Rumah Tangga. Saya ini seorang pembantu lho.. *gak tanya ya.. ya sudah saya ngasih tau :p*. Saya orang yang dulu bodoh, gak ngerti komputer, gak ngerti mouse, gak bisa ini itu. Tapi saya mau belajar, saya selalu pengen tahu, dan saya ingin mengerti dan bisa hidup maju.

Gak semua pembantu itu bodoh, dia akan semakin bodoh jika nemu bos yang gak baik seperti itu. Hey Boss!! Jika anda memang orang yang pandai dan berilmu, anda tidak akan membiarkan pembantu anda tetap bodoh. Anda adalah bos yang gagal menjadi bos jika anda membuat pembantu anda keluar dari rumah anda semakin bodoh dan Oon, Selamat! Anda gagal menjadi seorang boss. Saya nemu 4 Boss yang gagal menjadi Boss, kasian mereka :D.

"Kenapa ? Saya bisa memimpin perusahaan dengan baik, memberi gaji mereka dengan cukup pantas."

Tapi anda lupa, anda tidak pernah memberi mereka ilmu kepada orang yang justru berjasa banyak untuk anda dan keluarga anda. Bagaimana mungkin baju bisa rapi sendiri, bagaimana mungkin makanan bisa mateng sendiri di rumah, jelaskan kepada saya, bagaimana mungkin ?!

Dan karena Orang yang berfikiran maju gak akan membiarkan kebodohan mewarnai negri. Boro-boro Negri deh, lah wong di dalam rumah saja kebodohan bertebaran dimana mana.  Pembantu seperti saya aja bisa bilang begini, Anda yang berpendidikan tinggi, yang berilmu tinggi, sekolah di luar negri, sudah  S2, S3, Doktor, Insinyur atau setinggi itu tidak jauh lebih mengerti andakan dari pada saya.

Jangan marah jika gak merasa menjadi seorang Boss yang gagal, Ini kenyataan, simpan emosi anda dan biarkan pikiran anda bekerja dengan baik, sudah bisa ? Trimakasih :). Jikapun anda kepengen marah, marah saja sama diri sendiri.

Menurut saya dan pengalaman saya, Pengalaman jadi pembantu maksudnya :D. Eh Inuel kok gak malu sih?. Saya gak akan pernah malu dengan kehidupan saya dan apa yang telah saya jalani, Pengalaman akan membuat kita belajar, mengerti dan memahami diri sendiri juga orang lain.

Pembantu dan Boss adalah satu kesatuan yang gak bisa di pisahkan. Gak bakalan ada seorang Boss tanpa adanya pembantu. Kita hidup saling membutuhkan dan seharusnya pula kita saling menghargai satu sama lain. Ok mungkin gak akan mudah bagi orang yang jiwanya itu terbiasa dengan hidup mewah, teman yang "wah" dan kumpulannya orang-orang hebat.

Masak iya sih kita aja bisa baik dengan orang lain di luar sana, orang-orang hebat yang ada di luar sana. Sedangkan dengan pembantu yang nyata-nyata banyak berjasa dalam kehidupan kita, kita gak bisa menghargainya. Dengan cara yang seperti itu, sama saja kita membohongi diri sendiri. Kita gak jujur sama diri sendiri, dan itu hanya akan berbuah percuma, Percuma kita baik dengan orang, karena itu hanya sebuah kepura-puraan belaka. dan banyak percuma-percuma yang lain  :).

Banyak kan kasus pembunuhan terjadi di rumah-rumah besar, dan yang melakukannya adalah orang yang berstatus mantan-mantan yang ada hubungannya dengan rumah tersebut. Mantan pembantu, mantan supir, mantan tukang kebun, mantan satpam. Itu karena apa coba? karena ada unsur sakit hati, balas dendam, dan banyak lainnya. Penyebabnya adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.

Saya menulis dengan penuh emosi hari ini, Saya menulis apa yang tak pernah saya sampaikan kepada bos-bos yang menjadi mantan bos saya. Karena saya takut, saya minder, dan saya gak berani. Sungguh luar biasa media Blog dan Internet ini. Saya bebas menuliskan apa yang menjadi unek-unek yang saya pendam lama. Saya sering menuliskannya, saya juga sering menyinggung dalam blog ini, tapi saya sendiri lupa apa judulnya hehe.


Surat terbuka untuk majikan,

Pak Buk boss yang terhormat, Saya tahu saya hanya bekerja di rumah mewah bapak dan ibu, saya juga tahu saya hanya seorang pembantu rumah tangga di rumah mewah ini. Saya tahu saya orang yang gak berpendidikan tinggi, saya hanya lulusan, SD, SMP dan pendidikan saya yang rendah di desa yang gak pernah maju sama sekali di banding kota yang bapak ibu  tempati.

Tapi, masak iya saya harus menerima perlakukan yang semena-mena, menghina, seenaknya sendiri, bentak saya sesuka bapak dan ibu inginkan. Saya hanya manusia biasa, saya sama dengan bapak dan ibu, saya juga ingin di hargai dan saya juga punya sakit hati. Bagaimana jika ibu dan bapak yang terhormat jika berada di posisi saya?

Dengan surat terbuka ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang gak pernah ibu bapak ingin tau. Apakah bapak ibu mengerti apa yang sedang saya rasakan ketika ibu bilang bodoh, mengomel, pembantu gak berguna dan selalu saja melakukan kesalahan.

Saya berfikir saat itu adalah neraka buat saya. Saya tahu saya hanya bekerja, saya juga tahu saya hanya ikut makan, ikut minum, ikut di rumah mewah bapak dan ibu tempati. tapi kenapa harus hal seperti ini yang saya terima. Kita sama sama membutuhkan bukan?. Saya minta maaf jika memang saya terkesan sangat bodoh, tapi tolong perlakukan saya seperti manusia lain yang berperasaan dan tak membuat sakit hati.

Terimakasih.

Saya hanya menyampaikan apa yang saya rasakan pada waktu itu, mungkin perasaan ini mewakili orang-orang yang sekarang berada di rumah-rumah mewah dan kurang beruntung dengan bos yang baik. Saya dan orang-orang yang pernah merasakan hal ini, merasakan betapa beratnya hidup yang sebenarnya, betapa kita harus bisa menjaga dan memahami orang lain. Dan begitu berartinya arti sebuah saling memahami kepada sesama. Meminta dengan penuh rasa hormat, Hargai orang yang anda anggap pembantu jika anda belum melakukannya.

Jika salah di tegur, namun tidak terlalu menyakiti, Ingat kehilangan sosoknya sebagai pembersih rumah yang baik, Penyiap baju yang rapi dan apapun itu sebelum kita benar-benar dibikin repot hanya untuk mencari pengganti pembantu. Itu gak mudah, Dan kadang kita memang terlalu sulit mengalahkan ego. Mari sama sama belajar, saya  dan teman-teman saya akan belajar menjadi pembantu yang baik, begitupun untuk anda para Majikan yang terhormat.

Saya gak sadar kalau udah menulis segini banyaknya, saya gak ingin di pahami, saya dan kaum saya cuma ingin sedikit di mengerti. eh.. podo ae yo haha.. ya gitulah kira kira, saya capek ternyata, dari sebelum isya sampai sejam setelah isya saya nulis ini huh.. Leganyaaaaaaaaaa ^.^. Malam Minggu yang sempurna dengan tulisan yang menurut saya Sangat Hebat!!

23 comments:

  1. baru tahu pernah jadi pembantu.untung aku gak punya pembantu.

    ReplyDelete
  2. wah untung saya bukan orang yang semena-mena sama pembantu.......meski sekarang saya gak menggunakan jasa pembantu lagi!!!

    yah....ada ibu sy yg saya ajak tinggal sekaligus bantu-bantu dirumah hehehehe......

    ReplyDelete
  3. Inem inem..
    pembantu juga manusia.
    Bener :)
    dulu sempat minta bantuan pembantu pas saya masih smp tapi semenjak sma sampai sekarang udah gak ada lagi.
    semoga para pembantu bisa lebih dimengerti.
    #nowplaying karena pembantu ingin dimengerti

    ReplyDelete
  4. yak! setidaknya.. di masa depan.. saat saya punya pembantu.. saya udah tahu gimana seharusnya saya bersikap.. XD

    ReplyDelete
  5. Waaaaw Panjang. Gak Banyak kalau kita berfikir baik kepada Majikan. Bilang Banyak karena kita Melihat Kejelekan Seseorang, tidak melihat Sisi Baik, Okeeeh jika Banyak KhuKhot, tapi itu udah Jalan yang dipilih kan.? :D Mau gak mau yah harus diterima.

    Mang iya Lu Pembantu.? Gak percaya Ah :P. Kalau bener, ke Kosan gw, gw Majikan yang baik kok, hahaha. *peace

    ReplyDelete
  6. sabar aja semua akan indah pada waktunya hehehe..

    ReplyDelete
  7. Ternyataaaaaaaaaa temen saya majikan semuanya hahaha,..

    Eh Yufik, emang bener bener kurang asem ni anak, wani pirooooooo haha

    ReplyDelete
  8. hehe...nice posting...Simpati n Empatinya tinggi juga....

    ReplyDelete
  9. intinya, pembantu juga manusia yg sama derajatnya di hadapan ALLAH SWT :) ya khan mbak he 3x

    ReplyDelete
  10. pembantu memang juga manusia harus bisa diperlakukan dengan baik dan layak, juga tidak seenaknya.. untung saya punya pembantu juga asik banget , baik banget lagi hhehe

    ReplyDelete
  11. Mirip dengan kisahqw nul. . .tp aqw pembantu di kantor^_^

    ReplyDelete
  12. Aku suka memanggilnya 'Uwa' (kakaknya orang tua dalam bahasa sunda) :)

    ReplyDelete
  13. tanpa pembantu orang kaya gak ada gunanya, bayangkan saja kalo kita sebagai orang kaya mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga cape dan repot bener. makanya hargai lah sang pembantu rumah tangga.

    ReplyDelete
  14. mbak khusnul yang manis
    aku terharu sekali membaca posting ini, menurutku memang seharusnya semua orang menghargai profesi "the maid" ini, soalnya merekalah para pahlawan rumah tangga tanpa jasa yang sesungguhnya.
    nah, tapi semua orang tidak merasakannya sampai para "the maid" itu hilang atau sedang cuti lebaran, baru deh pada pontang-panting semua !
    izin share artikel ini di fesbuk dan blog saya ya ?
    terima kasih banyak

    ReplyDelete
  15. terimakasih mba Susandevy, saya sudah baca artikel mba "the maid" saya gak bisa komentar disana hehe.. salam kenal :)

    ReplyDelete
  16. Anda seorang pembantu dan sekarang apakah anda juga telah merasakan suka duka menjadi seorang majikan?

    Pernahkah melihat dari sisi majikan ?

    Banyak lembaga pengaduan PRT thdp majikan di indonesia, tapi saya tidak pernah mendengar adanya lembaga pengaduan majikan thdp PRT....anda tahu mengapa? Apakah PRT yang krg pendidikannya akan berkurang juga sikap sosialnya?

    Jika anda seorang majikan yang sangat nyaman dengan keberadaan orang asing di rumah anda dan tidak bermasalah dengan keberadaannya di kamar anda pada saat anda sedang maaf tidur/mandi (melakukan hal yg pribadi) mungkin anda baru akan dibilang majikan yang sangat baik hati.... Ini adalah hal yang lumrah....

    Majikan juga adalah seorang pembantu di lingkungan kerjanya sendiri,tidak mungkin tidak para majikan yang bekerja tidak mengalami hal yang dialami para PRT....dibentak,dimaki,disindir,dipermalukan oleh atasan di tempat bekerja.....

    Padahal untuk bekerja saja harus keluar modal duluan (sekolah yang tinggii dan skill) tidak seperti para PRT....jadii apa yg membedakan majikan dengan PRT?

    Seharusnya setiap manusia sadar....tidak ada yang namanya perbedaan hak derajat berdasarkan ras, suku,agama, dan pekerjaannya...yang menjadi tolak ukur adalah diri manusia itu sendiri......pintarkah dia menempatkan posisi dan dirinya di lingkungan sekitarnya....jika anda pintar mengambil hati majikan tidak mungkin majikan tidak senang dengan anda

    ReplyDelete
  17. Andai saya tau kemana saya harus mengkonfirmasi komentar diatas :(, sayang banget... jangan pake anonymous donk

    ReplyDelete
  18. lho wong aku jam 12 bengi wae isih kerja kok...

    ReplyDelete
  19. Jika anda seorg pembantu yg baik tdk akan tersinggung dengan apa yg sy katakan,ini juga uneg uneg saya sebagai seorg majikan asal kalimanan barat.
    Rumah sy bukanlah rumah mewah,namun sy butuhkan seorg prt serabutan.
    Rumah sy hanya ukuran 18mx4m saja,pnya 4 org anak .didepan ada buka warung,dan kios kecil"an untuk nyambung hidup.
    Sy juga selalu mendapat pmbntu yg gk tau diri dan tidak tau bersyukur.
    Suka nyolong uang warung bahkan gak segan" sekali ambil berpuluh" ribu.
    Pernah dpt pmbntu org jawa,lumayan kerjanya n brtahan bbrpa bulan.tapi percuma juga,gk tau bersyukur semakin sy baikin semakin melonjak.
    Dari krj tdk pernah sy tegur ajar apalg marah bentak,nanti sy suruh jgn krj sesuai apa maunnya,paling 1x 2x diajar nanti kerja semaunya dia lg.
    Sdhlah,,,sy masa bodoh ajalah,nanti krjanya gk bnr sy yg bnrkan sendiri,krna ingat manusia tdk ad yg sempurna.liat dia kerjanya full setiap hari sy ksh libur,itu pun krjnya dtg jm8 plg jm6.gk nginap,dimnt nginap. Tkt kebnykn krja
    Eeeeh malah kurang libur sendiri ,setiap 2mgg gjian,selama 2mgg kdg 3 sampe 4hari gk datang tdk sy potong gj.msh kurang,padahal kita menganggap setiap pembantu itu seperti keluarga sndri.tidak ad beda"nya.tp apa yg ditls anda juga bisa dibalikan semua keseorg pembntu gk sadar diri,gk bersyukur,krja tdk bersungguh".itulah yg saya rasakan selama jadi majikan, .apakh sy ini msh kurang terhadap seorg pmbantu?sehingga tidak ad pembantu yg betah bkerja?

    ReplyDelete
  20. @Anonymous From Kalbar
    Iya bu.. setiap orang berbeda, mungkin ibu bisa menulis uneg-uneg ibu sebagai atasan. dan saya menulis uneg-uneg saya waktu masih kerja ikut orang. Tapi semua itu sekarang sudah menjadi masalalu yang hanya saya ambil hikmahnya bahwa

    " setiap saya keluar masuk kerumah orang untuk bekerja, berarti saya siap dengan pengalaman baru dan.. saya siap dengan segala resiko beserta bonusnya, sebuah pengalaman. Empati saya terasah dan semakin terasah"

    semoga ibu nanti ketemu pembantu seperti saya, :D,

    ReplyDelete
  21. punyapertanyaan punya pertanyaan ya... Dulu di rumah ortu saya, kami ada 2 org pembantu yg sudah kerja lama dan saya anggap adik sendir. Tapi begitu menikah, mereka pulkam ke kampung masing2. Dimulailah rentetan pembantu tidak benar dari ada yg pakai pelet sama punya 'bawaan' dan bawa laki2 pulang ke rmh saat kami liburan. Okey mungkin salah agen.
    Setelah berkali2 silih benganti slama 3 bln, kita ganti agen. Dapatlah mbak Ini. Baik, kayaknya polos dan bloon2 lucu gt, desa sekali. Tapi punya tetapi hobinya rusakin baju org. SudAh saya ajarkan kalau khusus baju saya, lebih baik tidak usah digosok jika tdk yakin bisa atau tdk yakin. Bukannya baik utk meringankan pekerjaan mereka dan juga mengurangi resiko baju rusak saya? Ehh sekali ok rusak 1-2. Saya ajarkan ulang... Sekarang rusak lagi 2 celana jeans. Jujur mnrt saya keterlaluan
    keterlaluan. Saya juga utk membeli baju menggunakan uang hasil jerih payah sendiri, bkn jatuh dr langit. Jadi kalau baju saya dirusakin org, saya sesungguhnya mengharapkan ganti rugi. Seperti istilah kita tabrakan, siapa yg salah bayar kan
    ka? Saya cm ingin tahu dr segi sebelah. Wajarkan untuk mengganti kerusakan yg ditimbulkan? Toh kesalahan di pihak kalian namun knp kami yg menanggung beban materi dan emosi? Ga adil kan?! Bilangnya majikan jahat dan suka mengomel, tetapi apa pernah dilihat dr sisi yg lain?
    Mungkin bs jadi masukan bahwa utk sampai di tmp bs menyewa pembantu, kami bekerja juga dgn jerih payah kami sendiri untuk dapat mengaji kalian. Bukankan enak jika ada rasa tanggung jawab untuk menjaga bersama barang2 yang ada?

    ReplyDelete
  22. Saya juga seorang majikan dan mantan pekerja dan tentunya saya tahu banget rasanya punya majikan. Majikan macam2 karakternya pernah saya hadapi
    bekerja dimanapun anggaplah kita memang sedang belajar, untuk maju tentu kita harus menghadapi tantangan .
    Bekerja pada majikan yg super kasar atau keraspun itu mungkin adalah proses yg memang harus dilalui setiap orang yg ingin maju dan naik level serta diperkuat mentalnya
    bekerja jadikanlah ibadah, anggap Anda bekerja buat Tuhan. Tidak mungkin Tuhan menempatkan anda tanpa alasan apapun, apapun pahitnyankondisis saat itu mungkin itu bagian dari rancanganNya.
    saya pernah mengalami kejadian serupa dan saya tetap tegar dan mau diajar, ditempa dan selalu memperbaiki kekurangan saya dg positif
    majikan anda saat itu mungkin anda nilai jahat, tidak berperikemanusiaan dll, namun setelah anda menjalani proses dan sudah belajar banyak, Patut disyukuri kita diberikan kesempatan Tuhan untuk bertemu majikan seperti itu untuk merubqh kita menjadi lebih baik
    saya yakin orang siapapun latar belakang pendidikan, jabatan dan pekerjaan tentu bisa sukses dan indah pada waktunya pernah melewati masa2 yg tidak menyenangkan
    Yg saya temukan semenjak jadi majikan, ternyata masi banyak orang/pekerja yang tidak mau belajar,tidak mau maju dan sayangnya tidak bertanggung jawab dan mnesyukuri pekerjaanya, padahal sebagai majikan saya berikan gaki di atas standar, waktu istirahat bebas, komunikasi dan toleransi.
    Mudah2n generasi dan pola pikir generasi tidak jadi cenderung "manja/cengeng" , namanya juga hidup itu penuh perjuangan. Kalo mau maju, ya harus berani ditempa dan bertahan . Tuhan ga tinggal diam kok, justru dia menguji seberapa pantasnya kita dijadikan orang sukses

    ReplyDelete
  23. pembantu kami...sudah kami anggap seperti keluarga sendiri..apa yang kami makan ..dia juga makan, jika bepergian keluar kota selalu diajak dan selalu diberi uang tambahan serta bonus2 yang lainnya...tapi lama kelamaan pembantu kami kalau diberi tahu seharus begini dan begitu...dia selalu membantah ...bahkan yang lebih parahnya lagi dia berani menyuruh saya ...parah kan? coba saya biarkan ..ingin tahu saya sampai dimana...tetap saya baikin....eee malah gaya dikampung halamannya diterapkan di rumah...contohnya...pintu rumah dibiarkan terbuka dari pagi sampai malam ( kalau dikasih tahu ..ada saja jawabannya ), selesai sholat mukena dan sajadahnya digantung dihalaman depan, kalau jemur bajunya dia sendiri juga dihalaman depan dia bikin dari tali rafia...setiap jenis pekerjaan tidak pernah tuntas...akhirnya dari depan sampai belakang atau sebaliknya saya sebagai majikan yang merapikannya kembali.....gimana tuuu kalau begitu...saya cukup sabar...sampai sekarang beliau masih bekerja ditempat saya

    ReplyDelete