Wednesday, November 5, 2014

Nampakknya, Saya Harus Memahami Mereka

Saya dan kedua adik saya
Punya adek itu rasanya seneng, bisa main bareng kalau ngumpul dirumah, terlebih lagi saat saya belum menikah dulu. Meski ia sudah beranjak dewasa, tetap saja saya menganggapnya masih anak-anak yang selalu membutuhkan pertolongan kita. Karena alasan itulah apa yang mereka lakukan selalu saya awasi dan komentari. Terlebih, masalah baik dan buruk menurut saya. Padahal, sang adek udah menganggap dirinya bisa membedakan itu, dia sudah dewasa kini.

Belakangan ini, saya melihat dia mengganti statusnya yang single itu menjadi In a realitionship with bla.. bla.  Dan setelah saya mengkonfirmasi hal tersebut, dengan mudahnya dia jawab..

"Wajar lah mba... orang sudah gede"



Ups.. Mungkin pertanyaan saya agak sedikit protes kalau dia itu -menurut saya masih kecil di usianya yang sudah 19 tahun-. Saya lupa, kalau adek saya bukanlah anak kecil lagi yang harus diatur dan ditunjukkan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan pagi tadi, saya melihat status adek ipar saya juga melempar kata-kata mesra untuk seseorang. Owalah... Saya kok ya jadi galau sendiri melihat tingkah mereka.

Dan mungkin, mulai sekarang nampaknya saya harus belajar memahami mereka dengan dunia baru yang mereka pilih. Meskipun ada ketidak relaan dengan apa yang mereka lakukan. Mungkin sebaiknya menjadi seorang kakak tidak egois dan tidak mengerti keinginan adek adeknya, mungkin menjadi kakak itu harus memahami apa yang mereka rasanya, bukankah seorang kakak juga pernah melewati usia yang kini mereka lalui? Nah.. gimana tuh rasanya :|.

1 comment:

  1. terus kalau udah gede pacaran gitu yah :D
    kalau itu adekku udah aku marahin, kalau punya pacar. harusnya mereka gak mengulangi kesalahan kakaknya ini yg pernah pacaran LOL

    ReplyDelete