Thursday, December 11, 2014

Hemat Energi dengan Pemanfaatan Tumbuhan Eceng Gondok

Slogan hemat energi akhir-akhir ini semakin gencar digalakkan oleh Pemerintah melalui media elektronik, media cetak hingga media sosial. Hal ini dikarenakan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar fosil sangat tinggi. Ketersediaan bahan bakar fosil di alam sangat terbatas sedangkan penggunaan bahan bakar ini terus meningkat sepanjang tahun. Akibatnya harga bahan bakar fosil dunia semakin meningkat.

Untuk mengatasi hal ini Pemerintah dan banyak lembaga swadaya masyarakat melakukan managemen energi dengan mencari energi alternatif pengganti bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memakai tumbuhan eceng gondok. Tumbuhan ini banyak tumbuh di waduk yang sering dialiri air. Salah satu daerah yang banyak terdapat tumbuhan gulma ini adalah danau Rawa Pening yang terletak di kabupaten Semarang. Tumbuhan eceng gondok menutupi 2/3 dari luas danau tersebut.

Banyak dari warga sekitar yang memanfaatkan tumbuhan ini sebagai bahan pembuat kerajinan tangan atau alat rumah tangga seperti tikar. Selain manfaat tersebut enceng gondong juga dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang dapat membantu kampanye tips hemat energi. Kandungan selulosa yang banyak pada eceng gondok dapat diubah menjadi gas methan. Cara pembuatan biogas dengan eceng gondok juga cukup mudah. Tumbuhan ini dipotong-potong kemudian masukkan kedalam tabung penampungan. Setelah tumbuhan menghasilkan gas methan makan siap disalurkan ke rumah penduduk.


1 comment:

  1. PERTAMAX!! :D

    enceng gondok masih banyak dicuekin tuch mbak.. klo bersihin bendungan atau empang, paling2 cuma dikumpulin terus dibakar kalo dah kering..

    ReplyDelete