Tuesday, December 2, 2014

Hidup Itu, Seperti Penjual Putu Ayu

image source:deram.co.id
Pernah mencicipi jajanan yang bernama putu ayu. Sepintas nama jajanan ini mirip sama nama teman blogger saya itik bali yang punya nama asli Ayu haha... Itik sendiri berasal dari Bali, dan putu sendiri adalah nama khas Bali yang kayaknya setiap orang bali perempuan rata-rata ada nama itu. Entahlah, saya sendiri lupa, putu itu nama untuk anak urutan keberapa, yang jelas, saya pernah hidup di Bali dan pernah menekuni dunia per-Bali-an yang gak pengen saya ulang lagi, jika tanya Why.. jawabannya, RAHASIA #lagian gak ada yang pengen tau juga haha#.

Kembali kepada Putu Ayu. Di depan rumah, setiap malam, saya sering sekali mendengar suara khas penjaja kue putu ayu ini lalu lalang di sana. Suaranya sangat tradisional, yaitu bebunyian yang keluar dari semacam corong yang mengeluarkan uap, dan sengaja dibuat seperti itu. berbeda dengan penjual lain seperti paklek pentol yang menggunakan alat yang berbunyi "tulit tulit" atau paklek bakso yang mengorbankan mangkok yang rela dipukuli sendok di setiap saat, atau paklek sayur yang menggunakan klakson motornya untuk menarik perhatian. Macam-macam pokoknya!

Nah.. kembali ke Putu Ayu, kebeutlan paklek putu ayu ini adalah seorang yang mengayuh sepeda, bermodalkan obor dan kotak pembuat suara yang juga kotak untuk membuat kue. Meskipun tidak ada pembeli yang memanggil namanya, setiap hari paklek ini selalu menawarkan jajanannya di daerah sekitar perumahan. Tanpa rasa lelah, Tanpa rasa malu, dan pantang menyerah.

Sesaat, seseorang di samping saya yang sibuk dengan komputernya nyeletuk ketika bapak ini lewat,

"Hidup itu seperti suara itu, selalu ada lewat di depan rumah meski gak ada yang beli, gak pernah nyerah dan terus berusaha. Mungkin tidak hari ini, tapi esok, jika esok pun tak ada, mungkin esoknya lagi"

Ah.. kamu... selalu saja membuat hal-hal baru, memperkenalkan sesuatu untuk dipelajari bersama. Aku bahkan tak pernah takut untuk menjalaninya, meski dari Nol dan mungkin bisa disebut, anak kita adalah obor semangat baru yang harus selalu menyala dan terus menyala. Malunya kita, jika sudah memiliki ilmu, kemampuan, dan pikiran yang jauh lebih maju untuk bermalas-malasan menunggu sebuah keberuntungan tanpa bertindak apapun. Jangan pernah lelah, untuk sebuah rizki yang halal dan barokah.


1 comment:

  1. suka bacanya ^^
    inspirasi dan motivasi hidup kadang datang dr hal2 sederhana ia...
    keep spirit ^^

    ReplyDelete