Wednesday, June 3, 2015

Sabar atau Tidak, Akan Tahu Setelah Punya Anak

Kinza dan gudangnya haha..
Dahulu, setiap melihat status-status FB para muda-mudi yang selalu menggembar-gemborkan kesabaran karena perasaan yang gak jelas saya selalu risih. Dan, sekarang.. muda-mudi itu gak ada di list teman saya lagi haha.. Seenaknya saja mereka bilang sabar, padahal nikah aja belum, punya anak apalagi. Padahal, kesabaran itu bisa terbukti kalau sudah punya anak, punya suami, punya tanggung jawab besar terhadap keluarga. Memang sih, sedikit egois, soalnya menghadapi bos yang galak juga butuh kesabaran, dan itu gak harus nunggu nikah dulu :D.

Memang, punya anak itu sesuatu yang gak bisa dibandingkan dengan apapun. Ketika anak-anak sedikit agak usil, bukan nakal karena anak-anak gak tau nakal itu apa. Saya sebagai seorang ibu selalu berpikir, "begini saya dulu sama orang tua saya". Tapi, waktu agak besar dikit, disekolahin, dan agak pinter dikit, seringnya seorang anak "belagu" sama orang tuanya. Apalagi kalau sudah ngerasa punya banyak pengalaman, bahkan banyak anak yang menggurui orang tua, padahal bakti kepada orang tua jauh lebih utama dari apapun, menurut saya.

Dan sabarnya orang tua, bukan hanya anak ketika masih kecil, tapi anak sudah beranjak remaja, dan kesabaran itu akan terus bertambah dan bertambah. Ya... sekarang, saya sedang mengalami pembelajaran kembali, belajar bagaimana mengerti anak, suami, dan lingkungan. Kesemuanya itu, membutuhkan kesabaran yang gak ada batasnya. Intinya, posisi sebagai anak, harus selalu menghormati orang tua, bahkan ketika sang anak sudah jauh lebih pandai dari orang tuanya secara ilmu dan pengalaman, itu saja.

1 comment:

  1. Bener banget, kalau punya anak itu keliatan sabar apa gak nya :D
    Kalo sama bos sih derajatnya kita kan orang lemah jd mau gak mau sabar tapi kalau sama anak kita lebih "berkuasa" bakal keliatan sabar atau gaknya, haha

    ReplyDelete