Wednesday, July 29, 2015

Sudah Diputuskan, Jalan Halal Yang Kita Pilih

Banyak sekali tawaran menggiurkan dalam kehidupan ini masalah perniagaan yang mengiming-iming kesuksesan. Dari hal yang sepele tersembunyi, sampai yang besar terang-terangan. Mungkin, dulu saya adalah orang yang tak pernah peduli dengan hal tersebut karena memang saya kurang menyerap banyak ilmu agama, tapi semuanya berubah ketika saya menjalani kehidupan rumah tangga.

  • Meninggalkan Bajakan
Beberapa hal yang sudah suami saya ajarkan tentang bagaimana harus menjalani hidup dengan jalan halal, tentu saja membuat saya mentaati semuanya. Meski di awal-awal ada rasa tidak rela dengan semuanya. Seperti salah satu contoh, meninggalkan Windows bajakan dan beralih ke OS Free seperti Linux, suami saya butuh waktu untuk menjelaskannya kepada saya. Sepertinya saya tidak rela meninggalkan Windows. Padahal, setelah memakai Linux, saya masih tetap bisa melakukan aktifitas saya di dunia online seperti biasanya.


Bukan hanya menyuruh, tapi suami saya memberikan contoh, bahwa dia juga telah lama menggunakan Linux pada komputernya.

  • Meninggalkan Pekerjaan yang meragukan
Hal kedua yang ia tinggalkan adalah masalah pekerjaan. Bekerja ikut orang memang tidak pernah enak. Harus taat aturan dan rela bekerja dibawah tekanan. Ya.. meskipun kadang-kadang, bekerja dirumah ada tekanan dari saya haha. Tapi paling tidak, mendingan dapet tekanan dari istri dari pada dari bos kan haha. Bekerja di kantor notaris, dengan agenda membantu orang mengurus jaminan pinjaman ke bank, suami saya sudah merasa gelisah dan tidak nyaman. Saya tetap mendukungnya, apapun yang ingin ia pilih, keluar.

Pandai memilih pekerjaan dan memilih mana yang jelas kehalalannya atau masih diragukan dan masih banyak yang dipertanyakan, tentu saja akan berdampak banyak hal yang tidak pernah kita sadari. Jika hasil jerih payah itu masuk ke daging anak-anak kita, bagaimana jadinya? sebuah kesia-siaan, rugi meskipun memiliki banyak uang.

  • Menjauhi Praktek Riba, apapun bentuknya
Jangan salah, meskipun bekerja di dunia interne, ternyata banyak juga praktek riba. Situs-situs yang menawarkan pinjaman dengan bunga tertentu banyak berhamburan. Beberapa kali ditawarin review situs-situs tersebut dengan bayaran yang lumayan, tapi akhirnya saya belajar untuk tidak lagi menerima review situs riba. Jika dulu pernah, mulai saya cari satu per satu artikelnya untuk di hapus. Yang jelas, kita sudah tau hukumnya, hanya saja tinggal memulai dan istiqomah karena godaan bisa datang kapan saja.

Saling mengingatkan, itu yang sedang saya dan suami lakukan, karena kami sudah memutuskan sejak awal menikah, untuk memulai kehidupan yang baru ini dengan jalan yang halal dan baik.

1 comment:

  1. Ha ha ..
    keren artikelnya gan. kita selaku anak muda harus sudah bisa menentukan jalan hidup yang akan kita pilih dan tentunya baik. Mulai dari pekerjaan, gaya hidup, makanan, dll.

    ReplyDelete