Friday, November 10, 2017

Teh Manis Untuk Pria Berkaos V-neck

Impian membuatkan secangkir teh manis untuk seseorang yang jauh lebih manis dari rasa teh itu sendiri sudah terwujud sejak 4 tahun silam. Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat hingga saya tak menyadari sudah 1000 malam lebih saya menjalani kehidupan bersamanya. Ada banyak sekali hal yang saya kagumi darinya. Dari hal yang paling sepele sampai hal yang paling serius yang gak semua orang pikirkan.

teh manis


Ya.. Sesepele ketika ia memakai baju V-neck berwarna putih, atau hanya sekedar menggunakan topi ala anak muda. Saya menyukai caranya berdandan dan berpakaian. Adakalanya ketika ia mengeluarkan celana jeans satu-satunya yang ia miliki dari dalam lemari, saya sangat suka saat dia berpakaian seperti itu meski perut sudah tak selangsing dahulu :D.

Masih ingat saya ketika pertama kali menyuguhkan segelas teh manis untuknya. Nampaknya ia kurang suka dengan teh tersebut, dan terakhir saya baru tau, bahwa ia gak suka manis :D. Maklumlah,  sebagai pasangan baru tentu saja saya juga memiliki kecanggungan sendiri ketika bersama seseorang yang baru saja saya kenal. Meskipun saya sudah tahu sejak tahun 2009, namun perkenalan antara saya dan dia  yang sesungguhnya adalah setelah kami menikah. Sekedar tahu aja sepertinya gak menjamin seseorang untuk mengenal kepribadian orang lain. Dan ya.. seperti yang sudah saya katakan di banyak tulisan di blog ini, Saya bahkan menjadi orang yang tidak pernah dilihat sedikitpun olehnya meskipun dulu saya ingin sekali mengenalnya. Kasian ya hahaha..


Perbedaan Menjadikan kita lebih mengenal satu sama lain


Tidak seperti dia, saya yang lebih menyukai hal-hal yang manis seperti ketika membuat teh atau minuman lainnya, membuat kita saling tau bahwa ada banyak perbedaan dalam hubungan ini. Katanya, ia sengaja menghindari banyak gula adalah salah satu ikhtiarnya menerapkan dan membiasakan kehidupan yang sehat.  Sebenarnya bukan hanya suami saja yang menghindari banyak gula, ia juga sering sekali mengingatkan saya untuk mengurangi gula. Dan saya itu, kalau masak gak pake gula rasanya aneh. Jadi kita memang kadang-kadang berbeda dalam beberapa hal. Tapi, untuk tujuan berumah tangga, prinsip kami sama. Mungkin karena itu kami menikah? Gak juga sih, karena saya juga baru tahu prinsip hidupnya setelah menikah haha.

Karena menikah bukan hanya tentang cinta


Sebenarnya,  postingan ini tidak nyambung nyambung banget sih sama hubungan seseorang. Namun seperti yang tau lah, ternyata menikah itu bukan hanya tentang cinta yang di obrolkan sana-sini oleh semua orang atau kebanyakan orang yang lagi senang-senangnya berpacaran. Mereka cenderung hanya menampakkan kebaikan dan kebahagiaan yang seolah dibuat-buat. Padahal di dalam pernikahan itu banyak sekali hal yang tak terduga dan semua itu bakal dirasain ketika kamu menjalaninya sendiri.

Menurut saya sih begitu, kebanyakan pasangan-pasangan yang belum menikah, mereka hanya memperlihatkan kebaikan-kebaikan dirinya.  Apa yang dia sukai apa yang tidak dia sukai rasanya masih abu-abu dan sulit dibedakan. Namun setelah menikah seperti mengetahui tentang Apa kesukaan dia yang sebenarnya seperti walau hanya secangkir teh manis tentu saja semua itu tidak bisa ditutupi. Kalau tidak suka ya bilang tidak suka begitulah, gak ada tutup menutupi. Jadi sebenarnya kali ini saya mau ceritain aja sih, kalau saya itu mulai menyukai pria berkaos V-neck ini dengan sebenarnya dan apa adanya dia setelah menikah.

Jadi, kapan kamu nikah?

4 comments:

  1. Waahhhhh.....lama ndak baca disini.....kerennnnn

    ReplyDelete
  2. Kalimat penutupnya spesial nih buat para jombloers. Hehe. Kirain mau nanya apaan.

    Menikah memang proses belajar tiada henti ya mbak ^^

    ReplyDelete
  3. cieeee...kirain mau sharing tentang cowo2 korea mbak, hehe nggak taunya sedang merayakan 1000 hari kebersamaan ya. :D Nice story mbak. Semoga langgeng sama mas berkaos vneck mu itu ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. sudah, kemarin.
    iya, jadi tahu baik dan buruknya.
    Jadi, kapan nikah lagi? #eh

    ReplyDelete