Monday, August 13, 2018

Terimakasih Karena Menjadi Anak Ummi, Mas

Kinza... Kinza.. Kinza.. lahir prematur dengan bobot cuma 2,2kg di Rumah Sakit Panglima Sebaya Tanah Grogot. Anak pertama saya dan suami saya kini sudah berusia 4,3 tahun. Alhamdulillah.. meski lahir prematur, Kinza jarang sekali sakit berat, paling hanya flu biasa. Selebihnya mungkin hanya gangguan kulit karena alergi. Oh ya waktu kecil pernah kena kudis karena lingkungan yang gak bersih serta sering berkontraksi dengan banyak orang.


Sejak kecil dia aktif banget, banyak tingkah namun masih normal. Badannya kurus tapi berisi dan kuat. Sejak lahir, ubun-ubun Kinza keras, gak ada detakan sedikitpun diarea kepala padahal dia prematur. Tidak ada gangguan kesehatan yang berarti sih Kinza. Hanya sekali disuruh masuk ruang gizi karena katanya anak ini kurang gizi, nyatanya.. timbangan di posyandu yang salah. Pengen tak balikin aja meja ahli gizinya waktu itu, saya terluka sebagai orang tua. Mungkin karena mereka menyampaikannya sangat kurang sopan.


Tapi yaa.. sudah lah ya.. Biar aja dikatain anak kurang gizi. Itu bukan prirotas kami sebagai orang tuanya. Yang saya yakini, saya sudah memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Makanan yang masuk kedalam perut anak saya makanan yang baik dan halal Insyaallah. Karena saya dan suami memang menjaga betul perkara ini. Jangan sampai ada sebutir pun nasi atau setetes air yang bukan hak kami, masuk kedalam perut anak-anak. Meski dulu kami sering begitu, karena kami khususnya saya, masih belum tau benar tentang betapa pentingnya menjaga hak orang lain.

Dan semoga Allah memberikan maafnya untuk saya karena kebodohan saya sebagai seorang manusia. Suamilah yang sebenarnya sangat getol memperjuangkan perubahan baik dalam hidup kami. Masa lalu yang buruk, tidak akan kami lakukan lagi, semoga Allah menjaga kami dari hal hal yang bathil.

Kinza kini sudah mulai pandai melakukan apapun, MasyaAllah... Dia anak yang cepat tanggap, mudah sekali memahami sesuatu. Kami baru mengajarkan dia iqro' hanya satu bulan dia sudah hafal Hijaiyah. Setiap kali dia mengeja, saya tersenyum, batin saya bahagia dan hati yang selalu mendoakan anak-anak saya menjadi orang-orang yang haus akan ilmu, sampai nanti, sampai mereka bertumbuh dan masuk ke liang lahat, kembali kepada Allah.

Sesekali kami juga iseng mengenalkan dia hurup alphabet, dan Masya Allah... Kinza gampang sekali nyantolnya. Sepertinya sekali ia dikasih tau, dia sudah bisa. Hal-hal seperti ini yang sebenarnya harus harus harus kita syukuri. Kesehatan, anak-anak yang cerdas dan kuat, kehidupan yang cukup. Meski kami tidak menggenggam banyak uang, memakai banyak perhiasan serta naik mobil yang bagus. Semuanya hanya hiasan.

Saya mencoba meyakinkan diri sendiri, bahwa saya tidak boleh kepengen kayak mereka yang glamor dengan kehidupan dunianya, saya harus iri kepada mereka yang berhasil mendidik anak-anak mereka dengan baik serta memiliki ilmu yang cukup banyak.

Apalah saya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba memberikan yang terbaik untuk anak-anak, membekali mereka dengan pelajaran akhlak dasar, mencintai sekitar, berbagi dengan mudah apa apa yang dia cintai serta menjadi pribadi yang percaya diri, bahwa mereka berharga, sangat berharga.

Trimakasih Mas, sudah jadi anak Ummi yang gak bisa diem, kadang ngeselin, pandai berargumen, kritis dalam skala kecil (mungkin karena memang masih kecil) dan juga selalu sehat dan kuat.

Kami hanya berusaha memberikan waktu yang banyak untukmu Mas, sesuatu yang mungkin kebanyakan dari orang tua gak bisa berikan karena banyak sekali alasan untuk itu. Mereka harus iri kepadamu, Mas. Karena Abi Ummi memiliki waktu yang banyak untuk menemanimu bermain. Ya.. hanya sekedar bermain. Meski kita tidak memiliki banyak harta, percayalah.. waktu akan membayar kita jauh lebih banyak, Insyaallah.. selamat bertumbuh, Mas, maaf kalau Abi Ummi masih suka marah dan sesekali nyowel pantatmu ya... Ummi yang harus belajar banyak soal kesabaran dan menahan amarah.

Apakah amarahmu juga ikut-ikutan Ummi, Mas? Kayaknya memang iya..  :(. Maafin Ummi, Nak..

Jombang, 13 Agustus 2018
Dengan penuh cinta, jemari menari diatas bahagia :), Ummi..

No comments:

Post a Comment