Saturday, November 10, 2018

Berdamai Dengan Hati

Meskipun sangat tidak mudah..
Ternyata... mendamaikan hati sendiri itu jauh lebih sulit dari pada memikirkan kejombloan abadi
Dan ternyata.. kini saya mulai mengerti, jika berdamai dengan hati akan membuat kita bahagia.

Ada banyak sekali hal yang membuat hati kita marah. Segala sesuatu yang gak cocok dengan prinsip hidup, jalan pikiran serta cara pandang kita akan sesuatu juga membuat hati menjadi sesak. Hal-hal remeh yang seharusnya gak kita masukin dalam hati tapi bikin hati terasa sesak juga kadang membuat kita sulit menjinakkan diri sendiri. Remah-remah iri dengki dan merendahkan sesama, ternyata membuat space dalam hati akan kebaikan semakin tidak ada. Kadang, saya haus akan tempat itu.



Memandang orang lain dengan kebaikan sangat tidak mudah, namun juga tidak boleh tidak dibiasakan. Kebiasaan saya yang menilai orang lain lebih dulu sebelum memulai pembicaraan atau pertemanan, sejujurnya sangat menganggu. Bahkan saya ini orangnya sedikit susah move on. Masa lalu yang seharusnya dibuang jauh, masih aja suka minta diungkit-ungkit lagi. Saya benci dengan keadaan yang kadang sampai disitu terus. Butuh waktu yang tidak sebentar, untuk menghilangkannya.


Belum lagi kalau saya mulai memandang orang lain dengan tatapan ketidak adilan. Astagfirullah.. Saya selalu saja kadang kurang bersyukur. Allah sudah atur dan menghendaki semuanya, hanya saja, jika niat dalam hati sudah ada kebaikan, segerakan. Jangan ditunda! Dan terbukti, seringnya saya mengikutinya, sering sekali saya merasa bahagia jika melakukan kebaikan -yang menurut saya itu baik-. Seolah ada sesuatu mengalir ke dalam relung atau apalah itu, kenyamanan tiada tara.. kebahagiaan.

Mendamaikan hati memang bukan hal yang mudah, namun akan lebih berat lagi jika kita tidak pernah mencobanya. Cobalah untuk memaafkan. Melihat dari sisi baik orang lain. Penilaian negatif akan membuat diri kita berada dalam fase hidup yang kurang bahagia. Apalagi kalau sampai mendengki dan menumbuh suburkan perasaan iri.

Kembalikan saja kepada semula, bahwa segala hal terjadi karena Allah yang mengizinkan, bukan keinginan mereka, orang lain, lawan main ataupun mereka yang kamu benci dan suka membuatmu iri. Memang.. masalah hati tak seorangpun tahu, kecuali Allah.. dan kita sendiri :).

No comments:

Post a Comment