Duka Mendalam, Allah Titipkan Pesan Lewat Alam

Sejak terjadinya tsunami di Anyer, saya lebih intens mantengin detik buat liat berita terbaru. Jumlah korban meninggal setiap hari yang bertambah dari puluhan menjadi ratusan membuat saya ikut takut. Terlebih band seventeen yang sedang manggung kemudian diterjang oleh air laut. Herannya.. mengapa sang perekam video selamat dan kemudian menunjukkan kepada dunia, seolah olah berbicara "beginilah kejadiannya" tidak terduga!



Dan yang perlu dipikir kembali adalah, group band tersebut, hanya vocalis nya yang selamat bahkan terlihat tidak ada luka sedikitpun di badannya. Tapi Allah memilih hatinya yang merasakan kepedihan mendalam, kehilangan istri tercinta dan 3 personil lainnya dan mungkin sahabat-sahabatnya.

Mengapa Seventeen?


Saya mulai mencari sendiri jawaban ini. Mengapa Seventeen dan para artis? Saya sendiri juga mungkin tidak akan begitu menyadari adanya bencana alam ini sampai mengembalikan kepada diri sendiri. Bermuhasabah diri. Jika bukan orang yang sedikit terkenal, seperti kebanyakan musibah lainnya. Bahwa... Saya mulai semakin mengerti kita ini sangat kecil, tak berdaya dan tak memiliki kuasa apapun akan kehidupan. Allah yang mengatur segalanya. Detik ini kita bernafas, bahagia dan tersenyum, tapi entah apa yang akan dan harus terjadi di detik selanjutnya.

Anak-anak, suami dan orang tua juga saudara.. mereka hanyalah titipan. Orang-orang yang menemani kita hidup. Hanya sementara. Dalam bencana ini, bukan hanya artis-artis itu saja, masih banyak sekali orang-orang yang kehilangan sanak saudara, anak, suami, istri dan orang-orang yang mereka kasihi.

Allah ingin menunjukkan kepada kita... Berbuat baiklah setiap saat, berbaktilah setiap saat, lemah lembutlah setiap saat. Karena kematian sesungguhnya sudah mengincar tanpa kita tau kapan dan bagaimana, semuanya Allah yang mengatur.

Mencintai Sekedarnya


Setidaknya.. saya akan terus belajar untuk mencintai apapun hanya sekedarnya saja. Meskipun itu juga berat. Bahkan.. saya tidak berani membahas kematian kepada belahan jiwa saya sendiri. Saya takut kehilangan, padahal semua itu juga pasti akan terjadi. Bagaimana jika saya dulu atau dia dulu, saya bahkan tidak berani membayangkan, sedih.

Oh Allah... Semoga melalui bencana yang Engkau berikan, pesan-pesan yang ingin Engkau tunjukkan kepada kami sampai menghampiri hati kami untuk selalu berbenah diri. Semoga hati ini lunak ya Robbi.. menerima kebaikan dengan mudah, menjadikan setiap kejadian sebuah pelajaran dan cambuk untuk memperbaiki diri, bermuhasabah dan dengan izinmu bisa jauh lebih dekat dengan-Mu untuk mempersiapkan kematian terbaik kami. Semuanya... Tidak ada yang kebetulan terjadi, tidak satupun.

1 comment

  1. Ya Allah, bener-bener merinding pas nonton video konser itu. Kayak.. apapun bisa terjadi gitu mbak. Semoga kita bisa memahami cara kerja alam ya mbak :')

    ReplyDelete