Tips Menghilangkan Plak Gigi dan Cara Mencegahnya Kembali

Apa yang dimaksud dengan plak (plaque) gigi? Plak adalah lapisan biofilm (bakteri) yang lengket dan umumnya tidak berwarna. Apabila tidak rajin dibersihkan, plak akan memicu karang gigi yang dapat menyebabkan gingivitis atau peradangan pada gusi, kerusakan organ dan penyumbatan pembuluh darah, serta dapat menyebabkan bau mulut.



Cara menghilangkan plak gigi sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya saja, tidak banyak di antara kita yang menerapkan atau mempraktekkan cara membersihkan gigi yang baik dan benar. Karena banyak diantara kita yang menerapkan kegiatan menggosok gigi dengan cara dan diwaktu yang salah.

Sejak kecil kita telah diajarkan kebiasaan baik untuk menggosok gigi, setidaknya dua kali sehari, yaitu pada saat mandi pagi dan mandi sore. Kegiatan ini sebenarnya sangat baik dan dianjurkan oleh dokter gigi.

Namun sayang, banyak diantara kita yang justru tidak menyikat gigi setelah makan. Padahal, menggosok gigi setelah makan memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah tumbuhnya plak pada gigi yang berpotensi menyebabkan munculnya karang gigi. Mengapa?

Plak pada gigi bisa berkembang apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat (gula dan pati) seperti nasi, susu, goreng-gorengan yang mengandung tepung, makanan ringan, minuman ringan (minuman bersoda), kue atau roti, hingga permen.

Sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi akan menjadi tempat hidupnya bakteri yang menghasilkan asam. Dan selama periode tertentu, asam-asam ini akan merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi bolong atau karies. Plug juga sebenarnya berkembang pada akar gigi di bawah gusi yang akan menyebabkan kerusakan tulang pendukung gigi. Akibatnya, gigi pun jadi mudah goyang dan copot.

Cara menghilangkan plak pada gigi 


Banyak diantara kita yang merasa sudah cukup hanya dengan sikat gigi dua kali untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Padahal, plak maupun karang gigi yang terus-menerus terakumulasi setiap hari tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi saja.

Kita perlu pergi ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk membersihkan karang gigi. Ini adalah cara paling ampuh untuk menghilangkan plak dan karang gigi. Walau demikian, menyikat gigi tetap dianjurkan dan sebaiknya diterapkan secara teratur.

Cara mencegah plak dan karang gigi agar tidak terbentuk kembali 


Ada banyak cara yang bisa dicoba untuk mencegah agar plak dan karang gigi tidak kembali, beberapa diantaranya sebenarnya sudah sering kita praktekkan namun mungkin penerapan dan metodenya yang kadang kurang tepat.

Sikat gigi secara teratur 

Cara paling mudah untuk mencegah plak pada gigi adalah dengan menyikat gigi sesaat setelah mengkonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung karbohidrat seperti yang telah diuraikan di bagian atas.  Apakah itu artinya bahwa sikat gigi saat setelah bangun tidur dan sebelum tidur tidak penting?   Sikat gigi di pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari tetap penting. Pasalnya, kesehatan tubuh juga bergantung pada kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi di pagi hari sebelum makan sangat dianjurkan untuk mencegah agar penyakit yang terdapat di dalam mulut tidak ikut tertelan bersama makanan. Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dengan mengikuti teknik yang benar, adapun caranya adalah:
  • Sikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride   
  • Gunakan sikat gigi yang lembut   
  • Sikatlah gigi setidaknya 2 menit   
  • Gosok gigi menggunakan sikat secara teratur dari atas ke bawah atau sebaliknya   
  • Pilihlah sikat gigi dengan bentuk kepala yang paling tepat dan sesuai dengan bentuk rongga mulut Anda

 

Lakukan flossing pada gigi

Flossing gigi adalah kegiatan yang tidak begitu familiar di masyarakat Indonesia. Padahal, kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dan bermanfaat untuk mencegah karang gigi.  Flossing adalah membersihkan sisa makanan dan karang gigi dengan menggunakan benang. Flossing bisa dilakukan sesaat setelah menyikat gigi atau setelah makan.

Jangan merokok

Jumlah perokok aktif di Indonesia sangat banyak. Tak hanya merugikan kesehatan karena dapat menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan dan janin, menurunkan sistem imun, kerusakan saluran pernapasan, menghambat aliran darah meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, tapi juga dapat menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, serta tulang rapuh.

No comments