Alasan Saya Selalu Mundur Ketika di Invite ke Grup 'Laporan'

Saya, bukannya orang yang gak mau diajakin berbuat baik. Bukannya orang yang gak mau diajakin untuk melakukan hal-hal positif terlebih jika itu menyangkut urusan saya dengan Allah. Saya selalu terobsesi dengan hal-hal yang membawa kita kepada kebaikan. Selalu ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik terutama kekonsistenan saya akan suatu kebaikan. Tapi sudah beda rasanya jika harus ikut grup grup WA yang mengundang saya didalamnya.



Saya adalah orang yang suka mundur kalau diajakin nge group. Pertama saya takut gibah, kedua saya takut riya'. Ada beberapa group yang masih saya pertahankan sampai saat ini. Yaitu group keluarga, arisan bareng adek, sama satu komunitas yang suka share ilmu blogging yang disana emang gak boleh gibah hehe. 

Pernah saya ikut sama group ODOJ, sampai saya berpikir ulang, untuk apa saya ikut group ini. Saya termotivasi untuk apa? Apakah untuk menuntaskan satu juz untuk Allah atau untuk laporan. Akhirnya saya keluar dari group tersebut. Bukannya saya gak mau diajak dalam kebaikan, hanya saja saya terlalu malu ketika dinilai oleh orang lain ketika saya terlihat baik saat itu. Saya meyakini bahwa ibadah yang saya lakukan adalah sesuatu yang saya peruntukkan hanya untuk saya sendiri dan Allah. Saya emang terlihat egois dan sok-sokan, tapi memang benar benar benar.. bahwa saya hanya merasa risih dengan 'laporan tertulis' untuk segala hal yang saya lakukan.

Setiap orang beda pemikiran


Saya tahu, ada orang yang suka melakukan kebaikan dan menebarkannya untuk orang lain dengan cara mereka sendiri. Saya hanya salut saja dengan mereka yang bisa melakukan hal seperti itu tanpa ada rasa riya' dan ingin dipuji. Saya berbeda dengan mereka, niat saya sering berubah ketika saya mengatakan sesuatu yang terlihat orang lain. Saya jadi ngerasa sombong dan ngerasa ingin dianggap oleh orang lain. Berbeda ketika saya melakukannya secara diam diam, saya tidak mengharapkan apapun dari orang lain. 

Dan mungkin karena itulah ketika saya bertemu dengan orang lain, sahabat yang saya kasihi, sahabat baik dan guru. Saya jarang sekali mengabadikan momen tersebut kemudian membagikannya di media sosial. Saya takut dinilai dan entahlah.. saya ingin belajar lagi soal ini. Apakah saya harus membagikannya.. ataukah saya lebih nyaman dengan apa yang saya jalani selama ini. 

Diam diam lebih saya sukai


Saya tidak mengolok mereka yang mampu melakukan kebaikan kemudian mereka sampaikan kepada orang banyak itu adalah salah. TIDAK!! Sama sekali. Karena hal itu juga diperlukan untuk menebarkan kebaikan dan memotivasi orang lain berbuat baik. Tapi saya juga gak mau disalahkan atau diolok ketika saya memilih diam ketika saya melakukan sesuatu. Karena Islam memberi banyak pilihan dalam menjalankan sesuatu sesuai dengan kenyamanan pelakunya. 

Semoga Allah menerima ibadah ibadah kita mau diam diam ataupun terang-terangan. Hanya dari Allah sebaik baiknya penilaian dan sebaik-baik balasan. Dan saya.. merasa sangat lega ketika menulisnya disini :). 

No comments